Art

Hello Project

Saat kita bertemu dengan seorang teman, atau seorang yang baru kita kenal, kata pertama apa yang kita ucapkan? Saat kita menelepon seseorang, kata apa yang kita ucapkan? “Halo”. “Hello”. Sebuah kata sederhana yang hangat, yang mengawali sebuah percakapan, bagaimana pun nantinya jenis percakapan itu.

Ada sebuah proyek yang dibuat oleh sekelompok seniman yang tujuannya ingin mendekatnya hubungan antar mereka sebagai manusia, mereka sebagai seniman, mereka dengan karya orang lain, dan mereka dengan para penikmat karya mereka. Hello Project, namanya. Mereka tidak hanya sekadar berkarya, tapi juga mengajak orang lain untuk merasa akrab dengan karya mereka, tidak hanya berkarya lalu diam, tapi juga menghargai karya orang lain.

Proyek ini dibuka untuk semua orang yang ingin berkarya dan ingin berkarya, apa pun jenis karyanya, baik itu fotografi, seni lukis, seni arsitektur, atau apapun. Dalam projek ini, semua orang harus dapat menerima kritik, semampu mereka menerima pujian, karena bagaimana pun kritikan adalah cambuk bagi kemajuan seorang seniman.

Lalu apa gunanya proyek ini bagi publik? Kita, sebagai penikmat seni, diberi tantangan untuk mengapresiasi dan merespon karya para seniman yang ikut dalam projek ini. Kita diajak untuk akrab dengan karya mereka.

biar-aa-kuat-copy

ini-punya-neng-copy

Salah satu karya yang sangat menarik adalah karya Cintya Nur Pratiwi yang diberi judul “Cara Cinta”. Dalam karyanya ini, Cintya memilih bungkus jamu, karena menurutnya jamu itu adalah minuman khas Indonesia yang sangat “lumrah” dan bersinggungan dengan kehidupan kita sehari-hari.

komoditas-rabita-watercolor-and-digital-painting-42x23-cm-copy

Karya Rabita Syahbunan juga tidak kalah uniknya. Rabita menggambar sekumpulan anak punk yang bertelanjang dada dan hanya bercawat. Ia membayangkan, bagaimana bentuk para anak punk itu ketika mereka melepas semua atributnya. Ternyata mereka tidak ubahnya seperti manusia biasa seperti kita, hanya berbeda kemasan saja ketika mengenakan jaket kulit dan sebagainya pada saat mereka berkumpul dengan kelompoknya.

bungkus-rokok-copy

sigaret-paper--copy

Bambang Trisunu mengusung tema rokok kretek, dengan tagline “Campuran tembakau maniez dan aroma bulbaw. Memberikan nuansa segar, loh jinawi serta kenikmatan menyesap pada setiap batangnya”. Dengan “isengnya”, kata “batang” dalam karyanya diwakili dengan gambar kemaluan laki-laki. Nakal, berani, dan kreatif. Bukan hanya ada gambar penis di sana, tapi juga foto Chairil Anwar dan petunjuk cara melinting rokok.

Karya-karya lainnya dapat kamu lihat sendiri di blog mereka. Mana karya yang paling berkesan buatmu?

Website: hello.tobucil.net

Melukis dengan Ristretto

Dirceu Veiga, selalu melukis dengan menggunakan kopi Dirceu Veiga memang bukan pencinta kopi dan seniman pertama di dunia yang melukis dengan menggunakan kopi sebagai bahan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official