Art

Perilaku Manusia Sekitar: Mitos dan Fakta

Pernah tidak kamu ke pameran melihat satu karya lalu kebingungan maksud dari karya tersebut? Kalau iya, kamu tidak sendirian. Banyak kok orang yang merasakan seperti itu. Pasalnya, memang interpretasi original dari sebuah karya itu hanya milik sang seniman. Seperti melihat lukisan Andrea Joyce Heimer, misalnya. Ketika kamu melihat karyanya, kamu bisa saja terhibur tapi sekaligus bingung. Ia merangkum kegiatan atau adegan yang dia amati di berbagai belahan dunia ke dalam satu gambar.

Bayangkan saja, di satu gambar ada tanaman dan pernak pernik yang berserakan di ruang tamu dan kamar mandi yang acak-acakan. Di sisi lain ada bingkai yang berisi kapal tenggelam yang tergantung di dinding, di atasnya ada petir yang masuk ke dalam ruangan. Unik memang, karena Joyce seperti tidak menggunakan perspektif dalam menggambar, dan itulah yang membuat karyanya jadi menarik untuk dilihat. Satu gambar dari Joyce mampu mendistorsi pikiranmu.

sneaksmaller

sneaksmaller

coven

coven

Gambar yang ia buat terinspirasi dari apa yang orang-orang di berbagai belahan dunia lakukan. Di waktu luang, orang bisa melakukan sesuatu yang mungkin terlihat aneh bagi orang-orang tetapi nyaman bagi dirinya, seperti duduk terbalik di kursi. Selain itu, juga ia mendapat gambaran dari kegiatannya di dapur, pada saat mengendarai mobil lalu menatap langit.

Sebagian besar gambar yang ia buat cenderung menggambarkan kampung halaman Andrea di Great Falls, Montana, di mana ia dibesarkan pada tahun 80-an. Di sana justru ia terisolasi dan mengalami depresi. Seiring berjalannya waktu, demi menyembuhkan luka depresinya ia sering menghibur dirinya dengan mengamati orang-orang di sekitar dan menciptakan cerita dari kumpulan mitos dan fakta.

springs

springs

studiosmaller

studiosmaller

crushes

crushes

Diam-diam ia mengamati kehidupan sekitar, mulai dari lingkungan, konspirasi, dan cinta, ia juga memasukkan cerita pribadinya ke dalam ide. Lantas, itu semua diterjemahkan ke dalam gambar yang ia buat. Ia mengakui beberapa lukisannya menggambarkan adegan patah hati, kegilaan, dan claustrophobia emosional yang berasal dari pengalaman hidup sebagai orang yang tinggal di pedalaman.

Depresi yang dihadapinya kadang dianggap sebagai ancaman, tapi di sisi lain karena hal itu pula gambarnya ada. Dengan mengalami depresi yang berat, ia serasa mencoba menaiki dinding yang tinggi. Segala macam pikiran muncul di sudut-sudut kepalanya. Orang mandi, benda-benda yang tergeletak, kapal tenggelam, manusia terbang, dan lain-lain. Keadaan ini yang langsung diterjemahkan ke atas kanvasnya untuk menghasilkan gambar.

Andrea tak pernah bergabung ke kelas seni, juga meskipun karya-karyanya menumbuhkan rasa heran, tapi itu dianggap sebagian orang sebagai keunikan. Andrea disebut sebagai “outsider artist”. Tapi, ia tidak begitu suka dengan panggilan tersebut, sebab ia lebih suka disebut sebagai “storyteller”. “Saya ingin apa yang saya buat bisa kalian nikmati dan kalian dapat menyelami apa yang saya buat,” tuturnya pada Huffingtonpost.com.

Ada hal menarik yang bisa kita ambil dari kisah Andrea. Ia yang tak sama sekali pernah mengikuti kelas seni, mampu menghasilkan karya yang disukai banyak orang. Ah, mungkin kamu juga bisa. Dengan melihat setiap yang kamu buat adalah keunikan, dan menyadari setiap sesuatu pasti disukai dan tidak disukai. Keduanya bisa kamu ambil sebagai motivasi untuk terus berkarya. Bukan begitu?

 

Sumber gambar: huffingtonpost.com

About author

Seni untuk Publik

Kehidupan perkotaan itu sangat melelahkan. Meskipun kota lebih ramai dibandingkan dengan desa, misalnya, tapi bagi penduduk kota yang selalu sibuk, butuh sesuatu untuk membuat kita ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official