Art

Perempuan: Objek Seni?

2-lying-nude-women-alfons-niex

Selama berabad-abad, perempuan memang udah sering dijadiin sebagai objek dalam seni, terutama seni lukis (ilustrasi) dan seni patung. Di jaman Paleolitikum, dalam seni perempuan adalah simbol kesuburan. Dewi Venus digambarkan telanjang dan dibuat sebagai patung yang terbuat dari gading atau batu. Seiring perkembangan jaman, tubuh perempuan dianggap sebagai lambang sensualitas. Beberapa seniman seperti  William Etty, Jean Auguste Ingres, Dante Gabriel Rossetti, dan Edward Burne-Jones sangat terobsesi dengan sensualitas perempuan ini. Etty mengklaim bahwa dia mempunyai keinginan yang sangat dalam untuk melukis ciptaan Tuhan yang terindah (perempuan) dengan kesempurnaan. Ingres yang juga terpesona dengan perempuan mengatakan dirinya suka melukiskan keindahan perempuan.

Bukan hanya dalam seni yang sifatnya visual seperti seni lukis, ilustrasi, seni patung, sinematografi, dan fotografi, dalam seni sastra juga sensualitas perempuan sering dijadikan objek dalam karya, begitupun dalam musik. Keberatankah para perempuan? Kaum feminis mungkin memang keberatan, tapi sebagian perempuan malah merasa bangga kalo mereka dijadikan sebagai objek keindahan dalam karya seni.

761.2613

Laki-laki, menurut laki-laki sendiri dan juga perempuan, adalah manusia. Sementara perempuan adalah objek. Nggak heran makanya dalam penggambaran dalam sebuah komik, misalnya, biasanya tubuh perempuan digambarkan sangat besar di bagian-bagian yang dianggap merangsang, seperti payudara atau pantat. Laki-laki, dalam seni, dipandang secara keseluruhan, tapi perempuan dipandang “per bagian”. Hal ini yang sebenarnya kurang manusiawi sih untuk perempuan ya. Sama seperti laki-laki, perempuan seharusnya dilihat sebagai manusia, bukan sebagai mahluk yang (harus) punya payudara dan pantat yang besar dan menggairahkan…

Jadi, kalo mau jujur, sebenarnya tubuh perempuan itu dipandang sebagai objek keindahan atau objek nafsu?

Manusia terlalu ingin mencari kesempurnaan, dan tubuh perempuan yang sempurna adalah objek yang banyak dicari sebagai inspirasi untuk membuat karya seni. Padahal manusia itu nggak sempurna. Tubuh perempuan yang sempurna itu adalah tubuh perempuan yang dibuat sempurna antara lain karena operasi. Tubuh perempuan yang sudah pernah melahirkan, termasuk tubuh ibu kita, tentunya bentuknya udah jauh dari sempurna. Lalu, apakah lantas kita menganggap tubuh ibu kita itu nggak pantas dianggap sebagai objek keindahan? Beberapa orang bahkan tetep membuat seni dari tubuh perempuan yang udah “nggak beraturan” jadi lucu-lucuan. Menyedihkan kalo udah begini…

brazilbikinigirls

Kita nggak membahas soal pornografi di artikel ini, tapi masalah kepantasan untuk menjadikan tubuh perempuan (telanjang) sebagai objek dalam pembuatan karya seni. Manusiawikah itu, sementara perempuan – sama seperti laki-laki – adalah manusia, bukan tanaman, kuda, atau benda mati?

Tapi sebenarnya, selama karya itu dibuat dengan mengindahkan nilai-nilai estetika yang tinggi, masih bisa dimaklumi sih ya. Cuma ya, kasian aja. Masa dari dulu sampe sekarang perempuan selalu dijadiin objek?

Atau memang perempuan dilahirkan memang untuk itu?

 

Sumber foto: fineartamerica.com dan beberapa sumber lainnya

Siapa Bilang Seni Sulam Itu Kuno?

Seni sulam lahir sekitar Abad 5 Sebelum Masehi, dan sejak awal memang dibuat untuk mendekorasi. Pada Abad 16, pada masa pemerintahan Kaisar Akbar dari Mughal, ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official