Art

Menikmati Taman Bunga yang bisa Melayang di Jepang

Untuk relaksasi, apalagi di saat kita lagi tidak bisa tidur, biasanya salah satu caranya adalah kita diminta untuk membayangkan diri sedang terlentang di sebuah taman dengan hamparan bunga berwarna-warni ditemani oleh banyak kupu-kupu yang sedang bermain-main di kelopak bunga. Berada di sebuah taman bunga sudah pasti membuat hati kita tenang dan membuat mood menjadi super tenang. Bayangkan kalau kita berada di sebuah taman bunga, di mana bunga-bunga tersebut bisa benar-benar mengambang tepat di depan mata kita! Surreal!

Kumpulan seni asal Jepang, teamLab, telah mengkreasikan sebuah taman yang istimewa. Kenapa istimewa, karena bunga-bunga di taman ini, sekitar 2.300 tanaman bunga hidup,  terletak mengambang di udara di National Museum of Emerging Science and Innovation di kotaTokyo. Lebih unik lagi, bunga-bunga ini akan semakin mengambang tinggi jika didekati.

Apa dan bagaimana proses kreatif terciptanya taman ini?

Tapi sebelumnya mari terlebih dahulu kita mengenal siapa itu teamLab.

Di tahun 2001, beberapa orang muda ahli teknologi berpikiran kreatif  berkumpul bersama dibawah pimpinan visionaris dari Toshiyuki Inoko (kelahiran 1977) dan kemudian membentuk sebuah tim bernama teamLab di kota Tokyo. Mereka menyebut diri mereka sebagai “ultra technologist group”, yang pada dasarnya sebuah laboratorium inkubasi eksperimental untuk ide-ide baru dan juga curahan eksistensi diri.

Dalam perkembangannya teamLab kini telah berkembang pesat dengan menaungi sebanyak 300 anggota dari latar budaya yang beragam dan memiliki keahlian yang tak kalah beragam pula, seperti seni, desain, dan arsitektur sampai teknik komputer, matematika dan banyak lagi.

Kekuatan kreatif kumpulan ini semakin terasah dengan pemanfaatan media digital sebagai bagian kerja yang secara fleksibel bisa ditampilkan melalui komputer, monitor beresolusi tinggi, dan proyeksi berdasarkan ketersediaan tempat. teamLab memanfaatkan dan juga kerap menemukan teknologi komputer baru sebagai metode dalam proses kreatif mereka.

Interaktivitas menjadi ciri utama sebagian besar karya-karya teamLab, karena menurut Inoko, berbeda dengan masa dulu kita selalu menerima informasi dari media non-interaktif, seperti tv, radio, koran dan sebagainya, maka saat ini mayoritas media mengizinkan penggunanya untuk turut berpartisipasi. Pada akhirnya konsep digital juga bisa dipakai saat menciptakan karya seni yang bersifat partisipatori.

Semboyan teamLab adalah United, Fragmented, Repeated and Impermanent World yang terinspirasi dari sebuah lukisan abad ke-18 karya  Itō Jakuchū yang merupakan perwujudan dari asas kebebasan untuk berubah.

Oleh karenanya, tidak heran prinsip yang sama diterapkan saat membangun taman mengambang tadi. Tentang proyek ini teamLab menyebutkan jika saat pengunjung mendekati ruangan yang dipenuhi oleh berbagai bunga, maka bunga-bunga tersebut justru akan semakin tinggi di udara, yang akan menciptakan ruangan hemisperikal dengan pengunjung taman menjadi pusatnya.

Dengan kata lain, meskipun ruangan tersebut dipenuhi oleh bunga, ruangan hemisperikal secara konstan akan tercipta dengan pengunjung menjadi pusatnya dan mereka bebas untuk bergerak kemana pun mereka mau.  Jika para pengunjung saling berdekatan, makan kubah ruangan tersebut akan saling terhubung dan membentuk satu ruangan saja. Sebuah konsep yang canggih memang dan pastinya mengedepankan semangat interaktifitas yang diusung oleh teamLab.

Penasaran? Kalau ada waktu dan materi berlebih, tidak ada salahnya menjadikan taman ini sebagai salah satu destinasi wajib kunjung saat bertandang di kota Tokyo dan mengalami sensasi pengalaman uniknya. Yang pasti, kamu pasti akan merasa seperti di alam mimpi. Kalau dibayangkan, mungkin seperti karya-karya seniman Jee Young Lee yang sangat dreamy, tapi bedanya kamu bisa langsung menjadi bagian dari sensasi ini!

Untuk sementara, mengapa tidak melihat saja dulu gambar-gambar di bawah ini yang akan menjelaskan konsep kerja taman mengambang kreasi teamLab:

Sumber gambar: creativeboom.co.uk

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

Fotografer Kok Cuma Pakai iPhone?

Dulu kita baru bisa shopping kalau kita ke luar rumah, atau at least kita punya komputer. Dulu, kita kalau mau mengobrol dengan teman yang jauh ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official