Art

Lukisan Para Maestro Ini Dapat Disentuh!

Dalam berbagai pameran seni, mulai dari lukisan, pahatan, sampai instalasi, semua bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Namun, seperti yang kita tahu dalam setiap pameran, pengunjung dilarang untuk menyentuh satu karya sampai penjaga pameran ditempatkan pada sudut-sudut tertentu untuk memastikan bahwa tiap karya terjaga dari tangan-tangan pengunjung.

Menurut catatan dari Collections Management and Conservation, sebagai pengunjung kita disarankan untuk menjauhkan tangan kita dan melihat karya seni dari jarak tertentu. Karena taangan kita mengandung minyak, kotoran, dan debu kecil lain yang dapat mengotori karya seni, juga apabila kita telah menyentuhnya dan melembab akan meninggalkan bekas menghitam pada karya seni tersebut, menyentuh juga diasosiasikan dengan pengerusakan secara langsung maupun tidak langsung.

touching-the-prado-1

 

Para pengunjung sedang menyentuh lukisan karya maestro dunia

Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. Para seniman mulai mengembangkan karya seninya agar lebih interaktif. Artinya, pengunjung dapat menikmati karya seni tidak hanya dengan memandangnya saja, tapi juga menyentuhnya.

Pada satu pameran yang diadakan di Museo del Prado, Madrid. Pengunjung dianjurkan untuk menyentuh karya yang dipamerkan. “Touching the Prado”, sebuah pameran yang dikolaborasikan dengan profesional yang ahli dalam bidang penglihatan. Pameran ini menyajikan enam karya berbeda genre yang dengan teknik yang unik, “Didu”. Tujuan dari penggunaan teknik Didu ini supaya karya seni dapat dinikmati juga oleh orang dengan kebutuhan khusus.

Didu dikembangkan oleh komunitas seni grafis, Estudios Durero, membuat karya-karya magis dalam dunia seni seperti karya Leonardo Da Vinci, Fransisco Goya, dan El Greco dapat disentuh dan diraba oleh pengunjung. Pada tiap karya juga disertai penjelasan dalam bentuk huruf braille dan audio yang memandu, sehingga pameran ini dapat dinikmati oleh orang yang memiliki masalah penglihatan.

touch-the-prado-2

 

Touching the Prado

Pada dasarnya, proses yang dilakukan dalam pembuatan karya tiga dimensi ini dengan menambah volume dan tekstur pada sebuah foto yang beresolusi tinggi hingga lima milimeter. Dan dibutuhkan 48 jam untuk menentukan volume dan tekstur pada gambar yang selanjutnya dicetak di atas kertas berukuran 80×120 cm dengan tinta khusus.

touch-the-prado-3

Touching the Prado

Melalui teknik ini, pengunjung dengan kebutuhan khusus maupun tidak, dapat merasakan secara emosional karena tekstur dan audio pemandu, menilai secara artistik, estetik, dan kreatif dari satu karya kemudian menikmatinya dalam bentuk diskusi hangat.

About author

Pengejar Metal dari Negeri Matahari

Di Jakarta, tepatnya di Gedung Summitmas I lantai 2, akan diadakan “Pameran Chase Metal” karya Kitamura Yasutaka. Apa sih “chase metal” atau “chiselwork” itu? Bukan. ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official