Art

[LIPUTAN] ARTE 2013

Walau cukup telat (maaf kemarin-kemarin cukup disibukkan dengan bantuin Bioskop Keliling Volume 2 dan acara Kopi Keliling Volume 7 Jogja) tapi better late than never kan? Jadi beberapa waktu lalu kan ada acara pameran cihuy tuh di JCC, namanya ARTE. Hayoo siapa yang dateng? Pasti pada dateng kaan? Buat yang belum tau ARTE itu acara pameran seni, bazaar, musik, dan juga ada art culinary nya juga. Lengkap lah.

Kopling sempet dateng pas pembukaannya. Itu jatuh di hari Jumat tanggal 29 Maret lalu. Acara pembukaannya kalau enggak salah dimulai dari sekitar jam 2 siang. Pameran sih udah dibuka untuk umum sejak jam 10 pagi. Cuma acara pembukaannya ada di ruang auditorium super megah JCC, lengkap dengan panggung dan tata cahaya (dan video mapping) yang wah. Awalnya kita disambut oleh penampilan musik keroncong oleh sebuah band, tapi Kopling gak sempet nanya namanya siapa. Lalu acarapun dimulai dengan kata sambutan oleh panitia, dan performance yang super keren menggabungkan tari-tarian tradisional hingga ‘urban’ gitu, berkolaborasi dengan video mapping dari Isha Hening. Dan itu keren!

Panggung acara pembukaan ARTE penuh dengan beragam jenis art-performance

Yang unik Kopling perhatikan adalah segerombolan ibu-ibu-bapak-bapak bergaya khas pemerintahan (mungkin) duduk di baris depan acara pembukaan. Sempat ngebayangin, kira-kira mereka mikir apa ya ketika ditampilkan video mapping di layar super lebar. Yah, semoga sih tetap bisa menikmati selayaknya Kopling menikmati pertunjukan pada hari itu. Apalagi ketika performer tariannya benar-benar penuh semangat sih bawain koreografinya.

Terus abis opening ceremony nya selesai, Kopling sempet main-main ke beberapa booth-booth Art Market-nya. Nampak beberapa muka-muka familiar dari vendor-vendor yang jualan di sana. Teman-teman lama semua rupanya. Aneka ragam jualan berbau seni dijual di sana. Mungkin sekitar 20/30 booth art products tersedia rapih di JCC, sebuah pemandangan yang jarang-jarang kita lihat selama ini. Hadirnya Art Market ini memberikan kesempatan untuk teman-teman penjual memperkenalkan ke audience yang lebih luas. Beberapa ibu-ibu tadi di ataspun secara antusias menunjukkan ketertarikan pada lukisan-lukisan yang ikut dijual juga di salah satu booth.

Beberapa vendor Art Market di ARTE. (Kiri-kanan) Thunderpanda, Dreamesh, Koola Stuffa

Abis puas liat-liat (sayangnya Kopling gak sempet belanja) lanjut liat karya-karya dari 40+ seniman muda yang pameran. Area pamernya luas, sangat luas. Jumlah dan kualitas karyanyapun sangat menghibur dan memuaskan mata para pengunjung. Cuma sayang aja sih presentasi karyanya di backdrops menjadikan pamerannya seperti pameran-pameran di JCC pada umumnya. Mungkin kalo beberapa pos pengeluaran bisa digantikan untuk presentasi yang lebih menarik, bisa makin epic itu pamerannya.

Salah satu karya 3D dan multimedia di ARTE 2013

Beberapa karya 3D-instalasi-interaktif di sana juga membuat pameran ARTE semakin kerasa seperti pameran sesungguhnya walau mengambil tempat di non galeri atau ruang pamer, museum, dsb. Salut buat para penggagas dan pelaku dibaliknya bisa membawa angin segar yang besar di awal tahun 2013 ini. Semoga saja target-target di acara pertama ARTE tercapai supaya tetap bisa hadir di tahun depan, dan bisa ngadain acara lebih banyak dan lebih intense lagi, enggak cuma satu tahun sekali. Trus siapa tau kan tahun depan Kopling bisa ikutan nyajiin kopi nikmat biar para pengunjung yang hadir semakin dipenuhi oleh kehangatan #eaahaha (ada yang baca gak nih penggagasnya? #kode #kode)

Informasi lebih lengkap tentang ARTE2013: arte.co.id

About author

Veronica Deni Ambarwati

Veronica Deni Ambarwati, yang akrab dipanggil Vero, adalah seorang freelance writer yang jatuh cinta dengan dunia seni. Perempuan yang sekarang ini tinggal di Yogyakarta mengawali ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official