Art

Li Wei: Jackie Chan-nya Dunia Seni

Siapa sih yang nggak suka difoto di jaman sekarang? Pasti kita semua pernah kan? Terutama kalo kita narsis banget, entah berapa banyak foto diri kita yang kita pajang di Facebook dan Instagram.

Kenarsisan ini juga jadi milik seorang artis kontemporer yang berasal dari Beijing, Cina. Tapi nggak seperti kita, dalam potret-potret dirinya, Li Wei berakrobat. Bisa dibilang, dia semacam Jackie Chan dalam dunia seni. Dan dia sudah melakukannya selama lebih dari sepuluh tahun.

Siapakah Li Wei ini?

Dia adalah putra seorang petani yang ingin menjadi seorang artis sejak kecil. Dengan dukungan keluarganya, dia mendapat kesempatan untuk mempelajari seni di sekolah seni swasta, hingga akhirnya dia bosan dengan cara mengajar di sekolah yang tradisional. Dia pun keluar dari sekolah, dan untuk mendukung cita-citanya, dia bekerja keras, dan sempat menjadi seorang pelukis juga.

Namun dia masih gelisah dan nggak puas, sampai dia menemukan passion lainnya. Terjunlah dia dalam seni pertunjukan, dan kemudian dalam seni fotografi.

Keunikan, kreatifitas, dan keberanian Li Wei ini sangat mengundang perhatian dunia. Seorang penulis dari New York, Jeffrey Sussman, saat ini sedang menuliskan sebuah buku tentang Li Wei.

Karya Li Wei sangat imajinatif, mengandung gambar-gambar seperti impian-impian yang nyata. Mungkin disebabkan oleh kegelisahan-kegelisahannya. Selain itu juga ada sisi humor dalam karya-karya Li Wei. Mengingatkan kita pada lukisan-lukisan Dadists dan Surrealists seperti pada karya-karya Man Ray dan Salvador Dali,” ujar Jeffrey.

Li Wei sebenarnya nggak memulai karirnya sebagai seorang fotografer, tapi dia memang seorang performing artist yang ingin mendokumentasikan pertunjukan-pertunjukannya sendiri.

Li Wei sudah membuat lebih dari 150 foto dan tentu saja, kadang nyawanya sendiri menjadi taruhan ketika membuat foto-foto diri. Kadang dia membuat foto dirinya di gedung-gedung yang tinggi, danau, lubang es, bahkan mobil yang melaju dalam kecepatan tinggi.

Semua foto-foto karya Li Wei dijamin bukan hasil Photoshop. Dia hanya menggunakan kabel atau tali di punggungnya, dan menggunakan kostum khusus yang menyamarkan si kabel tersebut. Hebatnya lagi, dia nggak pernah mengalami kesulitan untuk meyakinkan teman-temannya, sesama artis, bahkan anak-anaknya sendiri untuk turut serta dalam ide-ide gilanya.

Meski pun karya Li Wei unik banget dan semacam nggak masuk akal, tapi secara nggak langsung, Li Wei melestarikan budayanya dalam bentuk gambar – sementara orang-orang awam melihatnya hanya sebagai seniman yang senang difoto semata. Demikian pengamatan Neil Kendrics, seorang artis dan pembuat film, sekaligus kurator di Museum of Contemporary Art, San Diego.

Thomas Carabasi, kepala departemen fotografi di Ringling College of Art and Design di Sarasota mengatakan bahwa foto-foto tersebut adalah karya seni yang luar biasa, karena dapat menampung interpretasi yang beragam.

Li Wei mengatakan bahwa tujuannya adalah membuat semua hal yang mustahil menjadi nyata, dan dia bahkan ingin berfoto di bulan dengan sebuah roket suatu hari nanti. Dia benar-benar percaya bahwa keterbatasan itu hanya omong kosong belaka.

Apa yang menyebabkan Li Wei berpikir demikian?

Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk di Beijing yang sangat cepat, yang menyebabkan perubahan besar dan berkembangnya persepsi dan emosi para penduduknya. Keterbatasan-keterbatasan akibat makin sempitnya lahan membuat orang ingin bebas. Wei ingin mengajak para penikmat seninya untuk memandang masalah-masalah mereka dari “atas”.

Nah, kalau kamu mempunyai cita-cita dan idealisme yang baik, dan sangat ingin mengekspresikan dirimu, carilah sesuatu yang berbeda dan tekuni hal itu. Yang penting adalah mencintai dulu seni yang ingin kamu tekuni itu. Masalah disukai atau nggak nantinya itu urusan nanti. Di dunia saat ini, apa sih yang mustahil? Dan seni yang baik menurut kopling, adalah seni yang bukan hanya sekedar menghibur, tapi juga menginspirasi para penikmatnya.

Fotografer dan artis bukanlah hal yang penting bagiku. Perasaan dan pikiran ketika membuat karya seni itu lebih penting. Aku menggabungkan keduanya.
– Li Wei

About author

Bincang Kopi di Volume 5

Acara penutupan projek Kopi Keliling tahun 2011 lalu berlangsung dengan lancar. Mengambil tempat di Anomali Coffee Plaza Indonesia menjadikan acara kali ini lebih special dari yang ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official