Art

Surat-Surat Cinta Matthew Rose

Unopened love letters touching upon all notions of love – unrequited, fulfilled, missed, forgotten, ongoing, funny, sad, tragic – would be a beautiful homage not just to love but to writing, that somewhat lost art we all used to be engaged in. Largely anonymous, the letters will connect people in an abstract way, and the tension evoked will be potent and mysterious. It’s not unlike finding a love letter in an old library book.  Those emotions are universal and powerful.
– Matthew Rose

Kapan terakhir kali kamu mengirim dan menerima surat cinta? Bukan melulu surat cinta yang kamu kirim atau terima untuk kekasih, tapi juga untuk sahabat, keluarga, atau orang lain?

Dulu, banyak orang merasa sungkan untuk mengirimkan surat cinta. Bukan karena malas menulis, tapi karena nggak ingin isi hatinya diketahui. Padahal, sebuah rahasia yang diungkapkan ke orang lain mungkin aja berpengaruh besar bagi yang menerima atau membacanya ya? Sekarang, orang semakin jarang untuk berkirim surat karena teknologi membuat mereka semakin jarang untuk menulis dengan tulisan tangan.



letter-24-matthew-rose

Ketika masih berusia 9 tahun, Matthew Rose sudah menulis surat cinta. Bukan untuk gadis kecil yang cantik di kelasnya atau untuk sinterklas, tapi untuk orang yang paling berpengaruh di Amerika Serikat saat itu: Presiden Nixon. Rose meminta Nixon untuk menghentikan rasisme pada saat itu. Naif memang, tapi untuk anak seumur 9 tahun cukup ambisius dan idealis ya?

Surat itu memang tidak dibalas oleh Sang Presiden, tapi tidak lalu membuatnya kecil hati dan berhenti menulis surat cinta. Menulis dan membaca surat cinta bagi Rose adalah sejarah puitis dalam kehidupan dirinya dan teman-temannya. Hingga hari ini.

“The Letters” adalah rangkaian karya seni yang berbentuk kolase yang dibuat oleh seniman yang saat ini tinggal di Paris, dan ia sudah mengirimkan 333 surat cinta yang terbuat dari kata-kata dan kolase di atas kertas, kanvas, atau benda-benda lainnya.

Menurut Rose, saat ini kebanyakan orang hanya mengirim SMS dan email untuk berkirim kabar, bahkan berbicara di telepon pun sudah jarang, padahal menulis dan membaca tulisan tangan itu dapat membuat sebuah surat lebih terasa hangat dan pribadi.

letter-25-matthew-rose

Dalam pamerannya yang akan datang di Converge Gallery yang akan digelar sampai tanggal 25 Agustus, Matthew Rose juga mau menerima surat-surat cinta dari siapa pun untuk dipamerkan. Rose, yang juga adalah kurator untuk proyek “A Book About Death”, juga akan menyertakan surat-surat seorang anak laki-laki Perancis untuk orangtuanya dari Tunisia di tahun 1948 yang mendokumentasikan kehidupannya, dan keinginannya untuk terus hidup dalam hati kedua orangtuanya.

letter-28-matthew-rose

“Aku ingin orang-orang membaca dan mengalami korespondensi dengan cara baru yang berbeda dan merasakan kebahagiaan dengan cara itu,” kata Rose. Kebanyakan surat yang akan dipamerkan nanti adalah surat asli and kebanyakan tidak pernah dikirimkan oleh penulisnya. Rose merasa dirinya kehilangan sesuatu, karena sekarang ini orang-orang tidak lagi tertarik pada cara menulis dan mengirim surat seperti ketika teknologi komunikasi belum semaju sekarang.

Kalau kamu tertarik untuk mengirim surat kepada Matthew Rose dan ingin suratmu juga dipamerkan, kirimlah surat cintamu secepatnya ke alamat ini:

MATTHEW ROSE
c/o Converge Gallery
140 West Fourth Street
Williamsport, Pennsylvania
17701 United States of America

Yuk, bersama menyebarkan cinta ke seluruh dunia!

Bung Karno dan Cintanya Untuk Seni

Presiden kita yang pertama ini adalah seorang pencinta seni. Gedung MPR/DPR, Gelora Bung Karno, Jembatan Semanggi, dan Masjid Istiqlal adalah beberapa dari warisan Bung Karno ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official