Art

Kenapa Seniman Harus Nyentrik?

nyentrik

Nggak bisa dipungkiri, bahwa kebanyakan orang yang kreatif, termasuk seniman, biasanya nyentrik. Semakin kreatif, orangnya semakin nyentrik. Nyentrik beneran tapi ya, bukan nyentrik yang dibuat-buat biar dibilang mirip seniman. Hehe…

Sebenernya, kenyentrikan para seniman ini selama nggak mengganggu orang lain nggak apa-apa, cuma kadang ada saking nyentriknya sampe berada di batas ambang, maaf, gila. Pernah nggak kepikiran kenapa orang yang kreatif itu nyentrik? Katanya sih trigger-nya itu ada 3 hal:

1. Keunikan pribadi orang itu sendiri. Setiap orang memang unik, tapi seniman biasanya uniknya melebihi orang lain.
2. Intensitas emosional. Seniman itu kan biasanya sangat perasa, jadinya mereka (atau kita) jadi lebih emosional dibandingkan dengan orang, terutama ketika kita lagi membuat sebuah karya.
3. Repetisi. Semakin sering kita mengalami pengalaman yang membuat kita jadi unik dan emosional tadi, semakin nyentriklah kita. Jadi, semakin banyak karya yang dibuat oleh seorang seniman, akan semakin nyentriklah si seniman itu.

Dan tau nggak kamu, bahwa orang yang kreatif dan nyentrik itu menurut survey lebih cerdas dari orang “normal”?  Itu karena otak orang yang kreatif itu kadang gagal mem-filter informasi yang berlebih sehingga secara nggak sadar malah memproses informasi yang “nggak penting” itu jadi sebuah ide atau karya yang sensasional.

Jeleknya sih, orang yang kreatif itu gampang bosan dengan rutinitas yang mengharuskan dia jadi orang “normal”, jadi nggak gitu bisa kerja kantoran atau juga mungkin jadi lebih suka menyendiri. J.K. Rowling bahkan sampe harus nyewa kamar hotel kalo mau nulis novel, karena memang dia butuh tempat yang bener-bener sepi. Ya, selain karena dia punya dana untuk itu juga sih ya. Hehe. Lalu Suzanne Collings, penulis novel best-seller “Hunger Games” harus nulis selama 5 jam sehari, dan begitu bangun tidur langsung kerja. Kalo sampe dalam sehari dia nulis kurang dari itu, dia bisa nulis ulang seluruh bagian dari novelnya yang lagi dia tulis… Kebayang kan, dia artinya nggak punya banyak waktu untuk bersosialisasi?

Menyendiri itu bukan masalah sih, toh selama menyendiri kita juga tetap berkarya karena selama itu kita jadi mengembangkan imajinasi dan ide yang ada di kepala kita… Setiap orang kan punya caranya masing-masing untuk kerja, dan karena karya seni adalah karya yang unik, bukan barang pabrikan, otomatis yang bikin juga pasti harus orang yang unik. Eh tapi nggak semua seniman begini juga. Ada juga yang malah kalo kerja harus di tempat yang rame dan terang, atau harus menulis di coffee shop, soalnya kalo nggak malah idenya nggak bisa keluar. Itu juga itungannya “nyentrik” buat orang yang malah terganggu di tempat yang bising. Kamu sendiri lebih bisa berkarya di tempat yang bising atau di tempat yang sepi? Di tempat yang gelap, atau malah harus di tempat yang terang?

Apapun dan gimana pun cara kerjamu, kalo kamu punya bakat atau darah seni yang tinggi dan kamu kreatif, kamu mungkin pernah dikatain orang “aneh”. Ya kan? Nggak usah sakit hati sih kalo ada yang bilang gitu, anggap aja pujian. Tetap jadi diri sendiri dan tetap berkarya, yang penting kita nggak ganggu hidup orang lain. Anggap aja bahwa “eccentric is the new normal“.

Akur?

 

Sumber foto: bbc.co.uk

Coffee Shop Tanpa Barista?

Posisi barista semakin lama semakin terancam akibat perekonomian yang semakin sulit. Setelah tahun lalu muncul robot yang dapat menggantikan manusia untuk membuat kopi, saat ini ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official