Art

Menciptakan Bentuk dari Cahaya & Bayangan

Waktu kecil dulu, pernah nggak kakak atau orangtua kamu membuatmu terpesona karena mereka dapat membuat bayangan yang mirip burung dan benda-benda lainnya dengan tangan mereka di tembok? Saat pertama kali melihatnya, pasti kamu sempat ternganga kan?

Sebenarnya, teknik membentuk bayangan dengan cahaya ini sudah ada sejak lama, dan menurut catatan sejarah, ada 20 buah negara yang mengenal seni yang satu ini – termasuk Indonesia. Kita mengenal wayang kulit, yang juga cara penyampaiannya dengan teknik bayangan dan cahaya. Sekadar informasi, wayang kulit kita pada tahun 2003 sudah masuk ke dalam daftar UNESCO sebagai salah satu Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, lho. Keren ya!

Tapi kali ini, Kopling bukan ingin membahas tentang wayang kulit, melainkan semacam seni patung yang dibuat dari cahaya dan bayangan. Kalau dulu Kopling pernah menceritakan tentang karya seni yang dibuat dari cahaya dan bayangan oleh Kumi Yamashita, kali ini ada satu seniman lagi yang menurut Kopling keren banget.

fabrizio-corneli-shadow-art-2

Salah satu karya Fabrizio Corneli. Bentuk apa yang kamu lihat?

Bayangan memang selalu membuat kita terpesona. Fabrizio Corneli, seorang seniman dari Italia, tahu benar hal itu. Dengan sangat teliti dan hati-hati, dirinya membuat proyeksi dari cahaya sehingga membentuk bayangan. Katanya, “Cahaya adalah energi yang menciptakan bentuk.”

fabrizio-corneli-shadow-art-7

fabrizio-corneli-shadow-art-14

Dua karya Fabrizio Corneli yang lain. Bentuk apa yang kamu lihat kali ini?

Ketika lampu dimatikan, karya-karya Corneli “hanya” terlihat seperti sekumpulan patung abstrak. Keindahan itu baru terlihat ketika lampu dinyalakan dan patung-patung tadi membentuk bayangan yang sangat indah.

fabrizio-corneli-shadow-art-17

Karya Fabrizio Corneli

Dalam membuat karyanya, Corneli menggunakan lampu, lempengan logam, prisma, dan perhitungan matematis yang sangat matang. Karyanya nggak hanya terlihat indah di dalam, tapi juga di luar ruangan.

Bayangan dan cahaya memang misterius, dan ada keindahan yang “mengganggu” di setiap misteri, bukan? Dan seperti kata Leonardo da Vinci:

“Shadow is the obstruction of light. Shadows appear to me to be of supreme importance in perspective, because, without them opaque and solid bodies will be ill defined; that which is contained within their outlines and their boundaries themselves will be ill-understood unless they are shown against a background of a different tone from themselves.”

Bayang-bayang apa dan siapa yang masih menghantui kamu saat ini? Semoga bukan bayang-bayang kenangan lama bersama mantan ya! Hehe…

 

Sumber gambar: ufunk.net

Jelajah Museum Preanger Bandung

Ternyata ga cuma Charlie Chaplin aja yang pernah bermalam di Hotel Prama Grand Preanger (dulunya bernama Hotel Thiem), jalan Asia Afrika No. 81 – Bandung. Wanita ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official