Art

Dampak Karya Seni terhadap Penikmatnya

Rumah sakit selalu identik dengan rasa sakit, dan kadang juga keputus asaan, penderitaan, dan hal-hal yang nggak menyenangkan lainnya. Padahal, rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang “menyenangkan” bagi para pasien yang sedang dirawat di sana, agar lekas sembuh dan bisa pulang secepatnya kembali ke rumah untuk berkumpul dengan keluarga mereka. Penyebabnya antara lain karena rumah sakit biasanya beraura “dingin”, meskipun para dokter, juru rawat, dan stafnya berusaha untuk tetap terlihat hangat. Tapi kata “rumah sakit” sudah merupakan momok tersendiri, bukan?

Beberapa ahli sudah meneliti dan mempelajari bahwa lukisan dan karya seni lainnya sebenarnya dapat membantu para pasien dan keluarganya dalam proses penyembuhan. Mereka melakukan penelitian ini dengan cara menghubungkan apa yang terlihat oleh mata mereka dan reaksi otak terhadap rasa sakit, stres, kecemasan, dan ternyata karya seni dalam sebuah rumah sakit bukan hanya berfungsi sebagai hiasan belaka.

Beberapa rumah sakit di Amerika Serikat sudah menyadari hal ini. Salah satunya, Sidney & Lois Eskenzi Hospital menggunakan jasa 19 orang seniman untuk menciptakan karya seni yang dapat mendukung rasa optimis dan memberi energi positif kepada orang-orang yang berada dalam rumah sakit tersebut.

karya-seni

Paths Crossed karya Aaron T Stephan (sumber: artnet.com & wsj.net)

Karya yang berjudul “Paths Crossed” di atas ini, misalnya. Karya ini adalah karya Aaron T. Stephan yang saat ini sudah berada di Sidney & Lois Eskenzi Hospital. Dr. Lisa Harris, seorang ahli syaraf yang juga merangkap sebagai kepala rumah sakit tersebut mengatakan bahwa karya itu dapat diinterpretasikan sebagai siklus dari keadaan sehat menjadi sakit, lalu kembali menjadi sehat. Salah seorang pasien yang berusia 81 tahun, Anne Berry, mengatakan bahwa patung tersebut membuatnya memikirkan tentang “terbang”. Beliau sebenarnya selalu cemas ketika harus berkunjung ke dokter, tapi menurutnya benda-benda seni yang ada di rumah sakit tersebut mengurangi rasa stresnya.

Hampir setengah dari rumah sakit di Amerika Serikat mempunyai program seni, termasuk terapi seni dan pertunjukkan musik. Sementara “pameran” benda seni secara permanen saat ini sedang menjadi tren di negara Paman Sam tersebut. Untuk pemilihan benda yang akan dipajang di sana, mereka juga menggunakan jasa konsultan, kurator, dan membentuk komite seni.

Riset membuktikan bahwa pasien mendapat pengaruh positif dari tema-tema alam dan wajah-wajah yang positif, sementara mereka mendapat pengaruh negatif dari karya seni yang bergambar negatif dan juga abstrak. Menurut Iva Fattorini, seorang dokter dari Cleveland Cilinic’s Art & Medicine Institute, seni yang boleh ditampilkan di rumah sakit adalah seni yang nggak mengganggu perasaan, tapi justru menambah semangat sehingga para pasien dapat melupakan sakit mereka dan menggantikannya dengan keindahan.

PJ-BW614_INFORM_G_20140818180034

Instalasi video di rumah sakit (sumber: wsj.net)

Gambar di atas bukanlah sebuah lukisan, tapi instalasi video yang siklusnya berubah sesuai dengan perubahan musim, termasuk warnanya, dan dapat bergoyang seperti tertiup angin. Seorang anak berusia 12 tahun, Allison Kreinbrink, menderita stroke di tahun 2010 dan dirawat di rumah sakit selama seminggu. Instalasi ini membuat gadis kecil ini merasa tenang, meskipun tadinya dia merasa takut dan kelelahan. Saat ini Allison sudah berusia 16 tahun, dan setiap kali ia datang ke rumah sakit tersebut, dia masih menyempatkan diri untuk berfoto di depan pohon tesebut.

Detail-from-Matthias-Gr-n-002

The Temptation of St Anthony karya Matthias Grünewald (sumber: guim.co.uk)

Lukisan yang menggambarkan keadaan perang, penderitaan Kristus, tentunya bukanlah pilihan yang tepat untuk diletakkan di rumah sakit. Seperti lukisan yang berjudul “The Temptation of St Anthony” karya Matthias Grünewald, misalnya. Lukisan di atas tersebut  memang berwarna cerah dan menawarkan harapan, karena “Kristus bangkit dari kematian dan rasa sakit”, jadi semua rasa sakit pasti akan berakhir – tapi lukisan tersebut juga menggambarkan penderitaan…

Kalau karya seni yang “positif” dapat membuat para pengunjung dan pasien rumah sakit merasa lebih senang dan bahagia, mungkin sebaiknya di rumah kita pun, kita lebih selektif dalam memilih karya seni yang “mendapat kehormatan” untuk menghiasi rumah kita, karena dampaknya ternyata sangat besar.

Buat kamu, karya siapa yang paling bikin kamu semangat?

3D Printing Makin “Sinting”

Pasti kamu pernah mendengar tentang 3D printing dong ya? Tapi kamu sebenarnya sudah tahu belum, apa sebenarnya 3D printing itu? 3D printing adalah sebuah proses ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official