Art

Art x Fashion Collaboration

Kolaborasi antara artis/seniman dengan label komersial tertentu adalah hal yang cukup awam terjadi. Tapi bukan hal yang gampang juga. Ada kepentingan yang berperan dalam proyek kolaborasi mereka. Sang seniman atau artis ingin visi artistiknya tetap terjaga, sementara pihak label mau agar logo ataupun produknya terpampang dengan jelas (atau vulgar) di proyek tersebut.

Bagi pihak label komersil mengajak sosok artis tertentu yang memiliki karakteristik seni yang khas akan memberi nilai lebih akan produk mereka, sementara bagi pihak artis ajakan kerjasama dari label besar berarti ada semacam pengakuan akan sisi artistiknya.

Meski begitu, masing-masing pihak harus menemukan jalan tengah agar kepentingan masing-masing bisa membaur dan bekerjasama dengan baik. Tidak ada pihak tertentu yang lebih menonjol, melainkan saling berkontribusi dalam memberikan sebuah produk yang berkelas dan juga bercita rasa seni tinggi.

Yang krusial sebenarnya, jika ingin kolaborasi bisa berjalan sukses, label harus cermat memilih artis yang diajak untuk bekerjasama. Terutama harus menemukan artis yang sejalan dengan filosofi produk mereka. Juga penting untuk dilakukan adalah tidak mengekang visi dan kebebasan berkarya sang artis. Sementara sang artis juga sebaiknya tidak beranggapan pihak label sebagai pemberi dana belaka, akan tetapi investor dan mitra untuk sebuah proyek seni.

Berikut ini adalah contoh sukses di mana seni dan fashion berkolaborasi dengan baik dan memberikan karya yang berkelas:

Miranda July x Miu Miu

01. MirandaJuly

“No. 8 Somebody” adalah film pendek Miranda July untuk Miu Miu Women’s Tales (sumber gambar: Hufffingtonpost.com)

Miranda July merupakan salah satu sutradara perempuan terdepan masa kini. Meski karirnya lebih banyak beredar di lini film independen, tapi nama Miranda July sudah merupakan jaminan untuk film-film yang quirky dan unik. Miu Miu mengajak Miranda July untuk terlibat mengerjakan satu dari proyek seri film pendek yang berjudul “Miu Miu’s Woman Tale”. Di delapan film pendek yang sudah dikerjakan, setiap karakternya akan menggunakan busana koleksi Miu Miu. Kerjasama Miu Miu dan Miranda July tidak hanya itu. Lebih lanjut mereka mengerjakan sebuah aplikasi ponsel bernama Somebody, dimana orang bisa mengirimkan pesan kepada teman melalui orang yang sedang berada di dekat teman tersebut.

Comme des Garçons x Hermès

unnamed

Kolaborasi Hermès dan Comme des Garçons, Comme des Carrés (sumber gambar: anothermag.com)

Saat Bali Barret, Artistic Director untuk pakaian perempuan dari rumah mode ternama, Hermès, bekerjasama dengan ratu avant-garde dari Comme des Garçons,  Rei Kawakubo, hasilnya adalah rangkaian scarf yang istimewa. Print khas ala Hermès dibangkitkan kembali dengan gaya Comme yang khas: gingham polkadot dan nilon, dengan cetakan moto yang menginstruksikan kita untuk “Live Free With Strong Will”, yang merupakan salah satu moto favorit dari Kawakubo.

Jeff Koons x H&M

03. Jeff Koons

Tas limited edition kreasi Jeff Koons untuk H&M (sumber gambar: whereartmeetsfashion.wordpress.com) 

Jeff Koons dikenal sebagai seniman yang terampil mengolah objek sehari-hari yang terkesan banal dan biasa-biasa saja menjadi karya seni. Kepiawaian Koons telah menarik perhatian H&M untuk bekerjasama. Dan Koons menjadi seniman pertama yang menjadi rekan kolaborasi bagi H&M. Pemilihan Koons memang tepat dengan visi H&M, dimana sebagai retail fashion besar mereka menawarkan barang berkelas tapi accessible, sesuai dengan karya-karya seni Koons. Tidak hanya tas limited edition, Koons juga membantu H&M mendekor tokonya yang terletak di Fifth Avenue, New York.

Brian Rea x Marni

04. Brian Rea

Sketsa karya Bria Rea tercetak di busana rilisan Marni (sumber gambar:fillermagazine.com)

Sketsa-sketsa cemerlang desainer dan ilustrator ternama, Brian Rea, telah menarik perhatian fashion label asal Italia, Marni, untuk bekerjama. Karya-karya Rea yang edgy dan quirky memang sangat mencolok dan menarik perhatian. Dan Marni mungkin berfikir, siapa yang tidak mau sebuah kaus yang bergambar raksasa yang tengah mengintip dalam gaya ala Spider-Man? Tidak heran jika kemudian Marni menuangkan banyak karya Rea dalam produk busana dan juga tas mereka.

Yayoi Kusama x Louis Vuitton

 

05. Yayoi Kusama

Baju dan tas motif polkadot kreasi Yayoi Kusama untuk Louis Vuitton (umber gambar: fashion.telegraph.co.uk)

Saat ini sudah berusia 85 tahun, tidak menghalangi seniman Jepang kenamaan, Yayoi Kusama untuk tetap berkarya. Dan karya seninya tidak hanya seni lukis, tapi juga mencakup kolase, seni rupa dan juga seni instalasi. Kreasinya yang khas menyebabkan brand fashion ternama asal Prancis, Louis Vuitton, mengajak Kusama untuk mengerjakan seni dekorasi untuk berbagai produk mereka, seperti baju-baju ready-to-wear, aksesoris, jam, sepatu, tas, dan perhiasan.

About author

Kopi dan Susu #1

Beberapa waktu lalu Kopling sempat ngobrol-ngobrol santai di Toodz House yang bertempat di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Di kesempatan itu Kopling berbincang dengan Andanu Prasetyo yang ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official