Art

Apakah yang Dimaksud dengan Seni Abstrak?

Seni beraliran abstrak , baik seni lukis maupun seni rupa, dapat didefinisikan sebagai seni yang tidak menggambarkan sesosok orang, benda, tempat dan lainnya dalam bentuk yang alami, melainkan didisorientasi atau dilebih-lebihkan dengan sedemikan rupa. Oleh karenanya, subjek dari seni ini adalah berdasarkan apa yang terlihat, baik dari komposisi warna, wujud, sapuan kuas, ukuran, skala, dan dalam beberapa kasus, proses penciptaan karya seni tersebut.

Hingga akhir abad ke-19, kebanyakan seni adalah seni representasional, yaitu seni yang menggambarkan imaji dan lukisan yang sangat gampang untuk dilihat dan dipahami. Ini merupakan satu-satunya jenis seni pada masa itu, meski kemudian timbul dorongan untuk mengkreasikan sesuatu yang berbeda dan unik. Untuk memuaskan keinginan para seniman, sebuah gerakan muncul di Eropa di sekitar tahun 1870, yang disebut dengan impresionisme, yang pertama sekali mengenalkan abstraksi dalam lukisan. Untuk pertama kalinya seni yang tidak mewakili gambar secara utuh pun mulai dikenali.

Picture with a Circle (2011) karya Wassily Kandinsky (sumber gambar: arthistory.about.com)

Picture with a Circle (2011) karya Wassily Kandinsky (sumber gambar: arthistory.about.com)

Seni abstrak benar-benar bermula di tahun 1911 dengan lukisan Picture with a Circle (2011) karya seniman Rusia, Wassily Kadinsky (1866-1944). Kandinsky percaya jika warna akan memprovokasi emosi. Merah adalah warna yang hidup dan penuh peraca diri; hijau itu tenang dengan kekuatan di dalamnya; biru adalah dalam dan supernatural; kuning bisa jadi hangat, atau penuh semangat, atau malah menggelisahkan atau gila; putih mungkin terlihat senyap tapi penuh dengan kemungkinan.

Dia juga memberi atribut nada pada tiap warna: merah terdengar seperti terompet; hijau terdengar seperti biola posisi tengah; biru muda terdengar seperti seruling; biru gelap terdengar seperti cello; kuning terdengar seperti tiupan terompet; dan putih terdengar seperti jeda dalam sebuah melodi yang harmonis.

Analogi suara ini datang dari apresiasi Kandinsky yang tinggi kepada musik, terutama karya composer kontemporer asal Wina, Austria, Arnold Schoenberg (1874-1951). Judul-judul karya Kandinsky pun sering mengacu pada warna dalam komposisi musik.

Sejarah seni aliran abstrak dapat dilihat sebagai proses yang berkembang dengan perlahan tapi pasti dan mencapai puncaknya dengan kebangkitan Ekspresionisme Abstrak atau Seni Abstrak yang sejati. Tentu saja dalam perjalanannya aliran abstrak pun berkembang dengan pesat, dengan ditemukannya gaya atau pendekatan yang bervolusi sesuai dengan seniman yang menggelutinya.

Apakah kamu pencinta aliran abstrak? Share ke Kopling yuk siapa pelukis aliran abstrak favorit kamu!

 

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

About author

Ini Dia Kopinya Anak Metal!

Penggemar musik metal mungkin udah nggak asing lagi dengan band metal yang menamakan diri mereka “Tombs”. Salah satu anggota band tersebut, Mike Hill, baru-baru mendirikan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official