Art

10 Galeri Seni Paling Sedap Dipandang

Galeri seni biasanya bertugas untuk memamerkan karya-karya yang sedap dipandang. Tapi ternyata galeri seni itu sendiri banyak yang tak mau kalah dibandingkan dengan apa yang dipamerkan di dalamnya. Dalam artian mereka memiliki facade yang tak kalah menarik atau tampil dengan cantik dan indah. Dan ini ada 10 galeri seni yang memiliki gaya arsitektur yang pantas untuk diapresiasi.

1. Guggenheim Museum, Bilbao, Spanyol

Didesain oleh Frank Gehry, Guggenheim Museum, Bilbao, Spanyol dibuka untuk umum pada bulan Oktober 1977 dan saat ini merupakan  landmark paling dikenali dari kota tersebut. gedung ini digambarkan sebagai salah satu bagian paling penting dari arsitektur moderen di dunia.

2. Auckland Art Gallery, Auckland, Selandia Baru

Berdiri di tahun 1888 sebagai galeri seni permanen pertama di Selandia Barum bangunan ini mengalami pemugaran besar-besaran di tahun 2011 dengan menelan biata sebesar NZ$13 juta, dan menjadi lahan eksibisi untuk lebih dari 900 karya seni. Dengan tampilan barnya, galeri ini memenangkan anugerah World Building of the Year di tahun 2013.

3. Museum of Islamic Art, Doha, Qatar

Museum dengan luas 63 acre memiliki pulaunya sendiri, 59 meter dari Doha Corniche. Desainnya dipengaruhi oleh arsitektur Islam tradisional.

4. Kunsthaus, Graz, Austria

Bangunan yang dalam istilah lokal di sebuat dengan “Alien Yang Ramah” didesain oleh arsitek asal London, Peter Cook dan Colin Fournier di kala kota Graz didaulat sebagai Ibu Kota Budaya Eropa. Saat malam hari gedung ini akan berpendar karena barisan sinar lampu di bawah dinding luarnya yang transparan.

5. Denver Art Museum

Bangunan Utara yang awalnya merupakan lokasi museum ini mendorong batasan arsitektur. Dengan gedung baru yang bernama Frederic C. Hamilton Building dibuka untuk umum di tahun 2006, arsitektur museum ini meningkatkan standar kualitas untuk gedung meseum. Saat mengerjakan desainnya, arsitek Daniel Libeskind terinspirasi oleh pegunungan Rocky dan batu kristal yang ditemukan di kaki bukit yang terdapat tidak jauh dari bangunan ini.

6. Louvre Museum, Paris, Prancis

Museum Louvre merupakan salah satu museum terbesar yang ada di dunia dan merupakan landmark pusat untuk kota Paris. Gedung yang menaungi banyak pameran seni dan koleksi artefak awalnya merupakan Louvre Palace, sebuah benteng yang dibangun di akhir abad ke-12 dan kemudian mengalami beberapakali perkembangan setelahnya. Di tahun 1989 Grand Louvre Pyramid ditambahkan, menyatukan antara arsitektur lama dan baru sekaligus.

7. Salvador Dalí Museum, St. Petersburg, Florida

Sebagian besar koleksi karya-karya Dali terlindungi di bawah naungan gedung yang memiliki rupa yang tak biasa ini, di balik dinding anti badai setebal 18 inchi-nya. Kaca-kaca bergelembung yang membungkus sudutnya, dikenal dengan “enigma”, dibuat dari 1.062 potongan kaca berbentuk segituga dan menjulang dengan ketinggian 75 kaki.

8. National Gallery of Art, East Building, Washington DC

Arsitek I.M. Pei berupaya sangat keras saat merancang East Builing National Gallery of Art di Washington DC. Pei memastikan jika dinding, tekstur dan warnanya sesuai dengan bentuk asli dari West Building, bahkan menginstruksikan untuk memakai marmer berwarna lavender-merah muda yang sama.

9. Nelson-Atkins Museum of Art, Kansas City, Missouri

Desain oleh Steven Holl Architects menawarkan solusi yang unik untuk masalah museum ini dengan menyediakan banyak ruang tanpa mengindahkan bentuk dan lahan asli gedung yang dibangun pada tahun 1933. Sebagian besar area Bloch Building berada di bawah tanah, dengan 5 lensa yang berdiri bebsa, muncul dari rerumputan yang didesain untuk merefleksikan sinar alami yang memantul selama siang hari dan berpendar di kala malam.

10. Musée National d’Art Moderne (Centre Pompidou), Paris, Prancis

Pompidou Centre dipandang revolusionaris saat dibangun di tahun 1977, menyiapkan sebuah standar baru untuk arsitektur berkonsep high-tech, dan saat ini masih merupakan salah satu bangunan paling menarik yang ada di kota Paris. Pipa-pipa bangunan ini disusun berdasarkan warna, membantu dalam menciptakan desain yang rumit, dimana warna biru merupakan pipa saluran air, biru untuk kontrol iklim, kuning untuk wayar listrik dan merah menampilkan elemen sirkulasi dan keamanan.

Sumber gambar: telegraph.co.uk

Penulis: Haris Fadli Pasaribu

 

Melihat dengan Mata Terpejam

Pernahkah kita yang dikaruniai Tuhan penglihatan yang sempurna memikirkan mereka yang nggak bisa melihat dengan mata mereka? Mereka yang harus membaca dengan huruf Braille, bagaimana ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official