Pameran Kopi Indonesia di #KACF2014

Nggak terasa acara Kemang Art & Coffee Festival tinggal 1 minggu lagi. Kalau dari beberapa minggu terakhir Kopling sudah cerita banyak tentang sisi Art-nya, mulai dari acara pameran, workshop, presentasi sastra, pemutaran film, dan lainnya, sekarang giliran Coffee-nya yang akan Kopling bahas.

Seperti yang pasti sudah kamu tau, kopi mempunyai peranan yang sangat penting dalam segala kegiatan Kopi Keliling selama ini. Biasanya kan paling jenis kopi atau brand kopi yang berkolaborasi dengan Kopling cuma 1 (itu pun karena biasanya Kopling bikin acara di coffee shop atau “rumah” si brand tersebut). Di kesempatan kali ini Kopi Keliling akan menampilkan 7 brand kopi lokal yang akan menampilkan beragam single origin kopi dari Indonesia. Siapa sajakah mereka?

9 Cups – Coffee & Roastery

9 Cups adalah coffee shop yang didirikan oleh Lidya (@Cuplatte ) setelah memutuskan meninggalkan karirnya sebagai akuntan di sebuah perusahaan sawit untuk fokus dan terjun dalam dunia perkopian. 9 Cups sendiri tidak memiliki arti khusus, tetapi lebih didasarkan untuk mempermudah orang mengingat dan mengasosiasikan merek coffee shop ini. Tetapi secara khusus 9 Cups memiliki ideologi untuk memperkenalkan kopi-kopi specialty dan kopi yang bukan mayoritas dijual umum dengan kualitas terbaik.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh 9 Cups adalah Kopi Papua Wamena dari ketinggan 1500 – 2500m dapl. Proses pasca panen yang digunakan adalah proses Semi Wash, Dry Hulling sehingga menghasilkan medium body, walnut, chocolaty, little bit fruity winey, balance and pleasant mouth feel.

Saat ini kopi Papua belum banyak diminati dan dieksplorasi oleh kebanyakan roaster. Pemilihan jenis kopi oleh 9 Cups ini sekaligus untuk memperkenalkan daerah paling Timur di Indonesia.

Kopi Guerilla 

Kopi Guerrilla lahir dari keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi Indonesia melalui peningkatan kualitas kopi. Kopi Guerrilla hendak mengingatkan bahwa siapapun dapat berperan serta, termasuk konsumen bahkan pihak yang tidak berhubungan langsung dengan kopi. Tanpa sumber daya besar sekalipun, melalui hal kecil dengan semangat tinggi, mari bersama-sama kita bergerilya memajukan kopi Indonesia.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh Kopi Guerrilla adalah Kopi Malabar Natural. Kopi ini ditanam di pegunungan Malabar, Kecamatan Pangalengan, wilayah Bandung Selatan, dengan ketinggian 1400m dapl. Proses pasca panen yang digunakan adalah proses kering natural process, sehingga menghasilkan rasa kopi yang fruity, dengan sensasi stroberi berlapis gula-gula. Melalui kopi ini dapat terlihat keragaman kopi Indonesia dengan kualitas yang baik.

Hatim Bean

Hatim Bean adalah sebuah usaha coffee roaster yang didirikan oleh 4 orang bersaudara di mana mereka mengangkat tema fresh roast yang nggak membeda-bedakan semua jenis kopi. Dengan bermodalkan pengetahuan dasar dan kemauan untuk berkembang, maka Hatim Bean pun siap untuk memajukan kopi indonesia.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh Hatim Bean adalah Kopi Bali Kintamani. Kopi ini merupakan kopi yang berasal dari Pulau Dewata yang diproses dengan cara semi washed. Adapun karakteristik dari kopi Bali Kintamani yang dibawa oleh Hatim Bean ini adalah body yang tipis dan menonjolkan rasa acid dan manis dengan tingkat medium sehingga kopi yang disajikan sangat ringan dan dapat dinikmati oleh semua lapisan pencinta kopi.

PAGI

“Selamat Pagi!”, “Mentari Pagi”, dan “Kopi Pagi” menjadi inspirasi dari lahirnya brand PAGI. Pada periode awal pengembangannya, PAGI hadir menawarkan produk biji kopi, kopi 3 in 1, dan cold brew. Ke depannya, PAGI diharapkan dapat menyajikan produk-produknya lebih dekat kepada konsumen dengan hadir di sekitar lingkungan pemukiman masyarakat.

Keberadaan brand ini sendiri ditujukan untuk mengubah pola pikir masyarakat terhadap kopi yang selama ini sering kali hanya dianggap sebagai lifestyle. Mengembalikan makna kopi sebagaimana mestinya dapat mengeratkan hubungan masyarakat yang akan timbul saat mereka berbincang hangat dan minum kopi bersama. Dengan semangat menjalani hari diiringi sinar mentari dan secangkir kopi menyempurnakan kehangatan PAGI.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh PAGI adalah Kopi Aceh Gayo dengan jenis Arabika. Kopi Aceh Gayo yang PAGI tampilkan ini memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi sehingga muncul cita rasa manis buah jeruk/lemon tercampur dengan rasa pedas seperti rempah-rempah di bagian akhirnya.

Perlu diketahui bahwa Kopi Aceh Gayo ini merupakan hasil budidaya proses penanaman dan pasca panen kopi di Desa Pantan Musara. Masyarakat di Desa Pantan Musara telah berusaha mengoptimalkan rasa dari kopinya dengan cara menggunakan buah kopi yang sudah matang sempurna, proses pasca panen dengan metode Semi-Washed, proses sortasi terhadap biji kopi yang tidak bagus, dan proses penyimpanan dan pengiriman kopi yang bersih dan rapih.

Harapan PAGI adalah pengunjung dapat mencicipi kopi Aceh Gayo ini serta memberikan segala bentuk masukan demi pengembangan kopi ini kedepannya. Karena segala kredit baik dan segala masukan ini akan disampaikan kembali ke berbagai pihak yang sudah berjasa dalam memberikan segala daya dan upaya sehingga kopi Aceh Gayo dari Desa Pantan Musara dapat memiliki cita rasa tersebut.

Kopi Pahlawan

Kopi Pahlawan merupakan kopi dari Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat. Kopi ini merupakan produk dari Baraka Nusantara, yaitu sebuah gerakan yang peduli akan kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil Indonesia. Baraka Nusantara memiliki dua dimensi kegiatan, Kopi Pahlawan di bidang ekonomi, dan Rumah Belajar Sankabira di bidang sosial – pendidikan. Kopi Pahlawan merupakan mesin yang menopang kegiatan sosial Baraka Nusantara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai masyarakat lokal dan pelestarian alam.

Kopi Pahlawan merupakan panen perdana dari kebun para petani yang berpuluh tahun mati suri di Kecamatan Sembalun. Bersama para petani dan dukungan dari berbagai pihak, Baraka Nusantara berupaya mengaktifkan kembali potensi alam untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Dinamakan Kopi Pahlawan dengan harapan – melalui kopi, para petani dapat menjadi pahlawan untuk memajukan daerahnya. Kopi Pahlawan jenis Arabika varietas Typica ini tumbuh di ketinggian 1.200-1.00 meter di atas permukaan laut dengan cita rasa coklat, earthy, fruity (lemon), medium body dan after taste yang bersih.

Philocoffee

Philocoffee merupakan kedai kopi dan toko alat kopi yang dikenal memelopori manual brewing di Indonesia. Embrio Philocoffee terbentuk pada pertengahan 2010, dan mulai bekerja pada awal 2011. Kini, setelah Philocoffee berkiprah selama 3 tahun lebih, sebagian besar pecinta specialty coffee di Indonesia mulai merayakan praktik-praktik penyeduhan kopi berbasis manual brewing. Tidak hanya berhenti pada manual brewing, Philocoffee juga menghadirkan produk-produk barista tools dan alat pendukung dari berbagai merek terkemuka di dunia kebaristaan.

Tidak hanya berhenti pada upaya memopulerkan manual brewing dan barista tools berkualitas dan bermerek di Indonesia, Philocoffee juga menjalankan program-program kerja seperti diskusi berkala, seminar, termasuk penelitian mengenai kebun kopi, yang akses atau hasilnya terbuka untuk publik. Dengan begitu, para pelanggan Philocoffee nggak hanya sekadar berbelanja, tapi juga saling belajar dan bertukar jaringan, informasi, dan pengalaman terkait kopi.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh Philocoffee adalah Kopi Sunda Hejo yang merupakan green beans hasil kolaborasi para petani kopi dengan Koperasi Klasik Beans banyak diincar oleh berbagai roaster dan importir internasional. Melalui tajuk Sunda Hejo dan Taneuh Sunda untuk produk kopi yang mereka semai di Tanah Pasundan, hal tersebut membawa kita kepada Renaisans Kopi Indonesia.

Smoking Barrels – Craft Coffee & Supplies

Smoking Barrels terdiri dari dua orang konsumen yang memiliki antusiasme tinggi pada kopi. Berbekal kecintaannya pada kopi, maka dipelajarilah berbagai metode dan ilmu demi mencapai cita rasa kopi terbaik. Kini Smoking Barrels hadir untuk menyampaikan cita rasa tersebut kepada konsumen, agar dapat merasakan pengalaman menikmati kopi terbaik.

Jenis kopi yang akan ditampilkan oleh Smoking Barrels adalah Kopi Toraja Sulotco yang tumbuh di gunung Rante Karua, kabupaten Toraja Utara, dalam perkebunan Sulotco Private Estate. Tumbuh di ketinggian 1600m dapl, kopi ini menampilkan karakter khas Indonesia seperti aroma cengkeh dan earthy, namun juga memancarkan sensasi aroma floral dan karamel. Proses pasca panen yang digunakan juga tergolong unik untuk wilayah Toraja, yaitu fully washed dengan pengeringan di meja penjemur, menghasilkan kualitas kopi yang konsisten.

Kopi Gajah “Lampung”

Sejak tahun 2008, WWF Indonesia telah mendampingi sekitar 1.500 petani kopi dan kakao di 12 desa yang terletak di daerah penyangga TNBBS. Sebagian produksi kopi dari kelompok petani KOMIT ditampung oleh Rumah Produksi Kopi Kuyungarang. Saat ini, kelompok Kopi Kuyungarang telah mampu memproduksi kopi 1,5-2 ton kopi robusta dalam satu tahun dengan pendapatan bersih 10-15 juta per bulan. Kopi Kuyungarang ini disebut sebagai Kopi Gajah “Lampung”, karena budidaya perkebunan kopi lestari dari Kopi Kuyungarang dilakukan untuk menyelamatkan hutan lindung tempat Gajah Sumatera bernaung yang semakin terkikis akibat pelebaran lahan untuk perkebunan, salah satunya perkebunan kopi. Kopi Gajah “Lampung” tumbuh di ketinggian 400-800 mdpl dengan karakteristik earthy.

About author

Art Garden Singapore Pt 2

Kembali lagi di acara pameran Art Garden yang diadakan oleh Pemerintah Singapura di Singapore Art Museum (SAM) at 8Q! Kalau di cerita sebelumnya saya menulis soal kegiatan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official