[LIPUTAN] KACF 2014 pt.2

Ngelanjutin laporan pandangan mata Kopling mengenai Kemang Art & Coffee Festival (KACF) 2014 tanggal 28-30 November 2014 kemarin, hari kedua suasana KACF 2014 terlihat lebih berwarna-warni, karena di hari ini pengunjung bisa menikmati berbagai kegiatan. Dimulai dari program Gallery Run Through untuk  memahami makna di balik setiap karya yang dipamerkan hingga ke workshop SAPI KEJUT (Sambil Ngopi Kita Merajut), workshop penulisan, pemutaran film pendek, talk show “How to Promote Your Artworks”, dan lain sebagainya.

Gallery Run Through yang diadakan di KACF 2014 ini sebenarnya mirip dengan artists talk yang selalu ada di kegiatan pameran Kopling sebelumnya. Kopling menyadari pentingnya membahas lebih jauh tentang makna di balik karya-karya pameran agar para pengunjung dapat merasakan kedekatan dengan karya dan senimannya. Nggak ada karya yang tercipta begitu saja kan? Dengan demikian, orang awam pun bisa semakin mengapresiasi karya yang ditampilkan. Karena di KACF 2014 ini ada tujuh buah pameran, program Gallery Run Through pun dibagi dalam dua hari, dan yang kebagian di hari pertama adalah Pameran Suryakanta, Pameran Silakan Ambil, dan Pameran Higher Than The Sky.

Chandra-Kartika-menjelaskan-tentang-karyanya-di-pameran-Suryakanta-Kemang-Art-&-Coffee-Festival

Tim-Sketsaku-di-depan-pameran-Suryakanta-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Gallery run through pameran Suryakanta dari Sketsaku

Atreyu-Moniaga-sedang-menceritakan-tentang-karyanya-untuk-pameran-Silakan-ambil,-didampingi-oleh-Raden-Masdira-dari-Summon-Studio-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Kata-sambutan-dari-penggerak-Summon-Studio-Mahendra-Nazar-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Gallery run through pameran Silakan Ambil dari Summon Studio

Ketika di satu sudut ruang Galeri 678 terlihat ramai karena diskusi karya dari mereka yang berpameran, di sudut ruangan Galeri 678 yang lain nampak ramai oleh keriaan workshop SAPI KEJUT bersama WeWo. Walaupun awalnya para pengunjung terlihat malu-malu, ternyata workshop merajut ini banyak peminatnya (terutama kaum perempuan, hehe)! Randu Rini dari WeWo pun terlihat terus semangat mengajar sampai sore.

Workshop-Merajut-atau-SAPI-KEJUT-dari-Weekend-Workshop-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Workshop merajut (SAPI KEJUT) Weekend Workshop yang dipandu oleh Randu Rini & Isky Iskandar

Tidak ketinggalan, di hari kedua ini terlihat banyak ilustrator muda yang tertarik mengikuti talk show “How to Promote Your Artworks” bersama Mayumi Haryoto dari Fabula Agency, Arris Aprilo dari Studio Mili, dan Raymond Malvin dari Kopi Keliling. Intinya sih, kalau ingin karya kamu dikenal luas nggak cukup hanya dengan membuat karya keren saja. Ada sejuta orang di luar sana yang mampu membuat karya yang luar biasa keren, tapi yang mengerahkan tenaganya untuk kerja keras mempromosikan karya mereka? Nggak segitu banyaknya. Jadi, kerja keras adalah kunci utamanya!

Sesi-sharing-bareng-Mayumi-Haryoto-dari-Fabula,-Arris-Aprillo-dari-Studiomili-dan-Raymond-Malvin-dari-Kopi-Keliling-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Mayumi-Haryoto-sedang-menceritakan-tentang-Fabula-Agency-di-sesi-sharing-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Sharing Mayumi Haryoto (Fabula Agency), Arris Aprillo (Studiomili) dan Raymond Malvin (Kopi Keliling)

Seperti hari sebelumnya, secara kebetulan komunitas sastra kebagian untuk meramaikan acara KACF 2014 saat hari menjelang malam. Mungkin karena malam hari adalah saat di mana kita paling sering membayangkan dan mengingat kenangan yang indah maupun pahit. Atau mungkin pembacaan puisi dari Aan Mansyur yang membangkitkan kenangan itu? Mungkin saja. Yang jelas, rangkaian kata yang disenandungkan Aan berhasil menyihir para pengunjung yang datang ke KACF 2014 malam itu.

Aan-Mansyur-membacakan-puisi-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Aan Mansyur membacakan puisinya ditemani alunan gitar Raditya Nugie di #KACF2014

Selagi Aan membacakan puisinya, di sudut ruangan yang lain juga berlangsung kegiatan menarik, yaitu workshop “Write & Brew” bersama Zen RS dan Prawoto Indarto, didukung oleh Coffee on Wheels. Meskipun sama-sama sastra, di sini para peserta bukan diajak untuk tenggelam ke dalam aksara puisi, tapi untuk belajar bagaimana cara mengekspresikan kelezatan secangkir kopi Indonesia ke dalam sebuah tulisan esai yang indah.

Pada saat yang sama juga berlangsung pemutaran film dan diskusi bersama para filmmaker muda Indonesia yang diadakan oleh Bioskop Keliling. Hari itu Bioskop Keliling memutar empat film pendek hasil kurasi Jerry Hadiprojo, yaitu Hectic karya Abdul Razzaq, Tos karya Andra Fembriarto, Di Sekitar Televisi karya Theo Maulana, dan Road to Sunset karya Kristian PN. Sama halnya seperti pameran Kopi Keliling, setelah pemutaran film selesai moderator Ivan Makhsara memandu diskusi interaktif antara filmmaker dan penonton mengenai proses kreatif di balik masing-masing karya.

Sesi-Write-and-Brew,-apresiasi-kopi-lewat-tulisan-bersama-Zen-RS-dan-Prawoto_Indarto-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Workshop “Write & Brew” bersama Zen RS dan Prawoto Indarto

Para-filmmaker-yang-menampilkan-film-pendek-di-layar-Bioskop-Keliling-4-di-Kemang-Art-&-Coffee-Festival-2014

Para filmmaker yang menampilkan film pendek di layar Bioskop Keliling Volume 4

Sebagai penutup, kembali duo yang tergabung dalam Pathetic Experience melantunkan irama instrumental yang syahdu, meninggalkan kesan sejuk ketika para pengunjung bergegas untuk pulang.

Pathetic-Experience-dari-Surabaya

About author

Memperindah Retakan Bangunan Perkotaan

Berlatar eksibisi di Maker City, Los Angeles, seniman Paige Smith mulai melakukan seni instalasi dengan memapatkan serangkaian formasi batu yang terkristal ke retakan-retakan dinding  di sekitar jalanankota ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official