Yuansu: Proyek Kolaborasi dengan Lebah Madu

Kolaborasi itu bisa dilakukan dengan siapa saja dan di mana saja, nggak terkecuali dengan hewan yang mungkin selama ini nggak pernah terpikirkan oleh kita: serangga. Kopling pernah cerita di sini kalau serangga bisa menghasilkan lukisan yang sangat indah. Kali ini, giliran para lebah yang menjadi seniman. Ternyata, mereka adalah pematung alamiah!

Seorang seniman yang berasal dari Beijing dan lalu melanjutkan kuliahnya di Saint Petersburg University di Rusia, Ren Ri, menciptakan sejumlah karya yang dipengaruhi oleh kenangan-kenangannya di masa kecil. Tinggal dan tumbuh besar di Wuhan, Ren Ri banyak menghabiskan waktu untuk mengamati tanaman dan binatang, sampai-sampai dia tertarik untuk mempelajari etologi serangga. Inspirasi inilah yang akhirnya melahirkan proyek yang dinamai “Yuansu II”, yang dibuat dengan bahan lilin lebah yang diproduksi oleh para lebah.

lilinlebahProyek Yuansu II karya Ren Ri yang dibuat dari Lilin Lebah

Menurut Ren Ri, lilin lebah adalah bahan yang sangat istimewa karena mudah berubah bentuk sesuai dengan temperatur. Sementara nama “Yuansu” yang berarti “elemen” berasal dari pengalaman Ren Ri yang panjang dengan para lebah. Ren Ri, selain sebagai seorang seniman, juga seorang pemelihara lebah. Kolaborasinya dengan para lebah adalah bukti adanya hubungan manusia dengan alam. Yuan adalah dasar dari kehidupan yang dibentuk, sementara “su” berarti “membentuk” – sebagai manifestasi dari perubahan.

RenRiBeesWax6-thumb-620x413-84708

Proyek Yuansu II Karya Ren Ri yang dibuat dari lilin lebah

Ren Ri mulai menjadi seorang pemelihara lebah pada tahun 2008, dan 2 tahun kemudian pengetahuannya akan lebah madu sudah cukup untuk memulai proyek “Yuansu I: The Origin of Geometry” – sebuah koleksi peta yang dibuat dengan lilin madu. Untuk proyek “Yuansu II”, Ren Ri menekan lebah pada wajahya sendiri sampai tersengat beberapa kali. Tujuannya bukan untuk menyakiti diri sendiri, tapi untuk mempelajari hubungan antara tubuh manusia dengan lebah.

RenRiBeesWax1-thumb-620x413-84698Proyek Yuansu I di mana Ren Ri membuat peta dari lilin lebah

Pada saat pembuatan “Yuansu II”, ratu lebah diletakkan di tengah bentuk geometris yang terbuat dari batang kayu, sehingga lebah-lebah yang lain menghampiri ratu mereka, dan mulai membangun sesuatu di sekitar ratu lebah. Seminggu sekali, Ren Ri mengubah gravitasi “bangunan” itu dengan memutar kotaknya ke arah yang berbeda.

Di kolaborasi ini, para lebah bagaikan bertindak sebagai sebuah kelompok yang sedang melakukan residensi di tempat Ren Ri. Namun, Ren Ri hanya bisa mengarahkan dan sama sekali tidak bisa mengatur akan seperti apa hasil akhir karya seni yang dibuat para lebah tersebut. Ia sengaja berkolaborasi dengan lebah, salah satu makhluk hidup di alam, untuk menghilangkan subjektivitas seniman dalam berkarya dan mempercayakan hasilnya kepada alam.

Ternyata lebah bukan hanya pekerja yang rajin, tapi juga seniman yang luar biasa. Bukan hanya dapat menghasilkan madu, tapi juga dapat menghasilkan karya seni.

Keselarasan manusia dengan alam selalu menciptakan sebuah karya yang indah.

 

Sumber gambar: coolhunting.com

Asal Muasal Mesin Espresso

Bangsa yang pertama kali minum kopi di dunia memang bangsa Ethiopia dan bukan Italia, tapi yang pertama membuat mesin kopi terpenting di dunia, espresso, adalah ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official