Weifang Kite Festival

April is the Qing Ming Festival.
We five sisters go for a spring walk.
We take with us kites to fly.
Oldest sister has a butterfly kite,
second sister has a green dragonfly.
Three sisters play with a loving couple star kite.
The two star kites are shining,
smiling on the man working in the field
and the woman who waves.
All the colors are wonderful and beautiful. – Lagu rakyat Cina

Salah satu permainan di masa kecil yang pasti membawa banyak kenangan, terutama bagi anak laki-laki, adalah layangan. Kayaknya sih hampir semua anak laki-laki di dunia pernah punya dan pernah main layangan ya. Apalagi yang kalo main layangannya menang terus, pasti bangga banget tuh. Dan pasti juga nggak akan pernah lupa saat jari kita berdarah kena benang gelasannya. Ah, kenangan masa kecil…

Di Weifang, Shandong, Cina, setiap tahunnya ada festival layang-layang internasional atau The Weifang International Kite Festival. Kenapa diadainnya di sana? Karena Weifang adalah tempat kelahiran layang-layang. Marco Polo adalah orang yang paling berjasa dalam dunia layang-layang, karena dia yang ngenalin layang-layang ke seluruh dunia. Setiap musim semi, orang-orang di kota itu menerbangkan layang-layang. Nggak cuma penduduk setempat, tapi juga orang-orang dari seluruh penjuru dunia seperti Amerika, Jepang, Inggris, Italia, dan 12 negara lainnya. Pusatnya selalu di Weifang dan nggak pernah pindah ke tempat lain. Festival ini berlangsung setiap tanggal 20-25 April dan diisi sama penyanyi-penyanyi terkenal asal Cina. Jadi meskipun layang-layang itu permainan anak-anak, tapi diadainnya nggak main-main, terutama upacara pembukaannya. Meriah!

Layang-layang yang ada di Weifang ini bentuknya macem-macem, dari burung, serangga, dewa-dewi Cina, sampe muka-muka pahlawan. Dalam perkembangannya, bentuk layang-layang pun jadi lebih internasional, ada bentuk Teddy Bear, atau karakter-karakter kartun lainnya. Festival ini sendiri adalah versi modern dari Qing Ming Jie Festival, yaitu festival yang dibuat di musim semi untuk menghormati para leluhur, dan layang-layang adalah simbol pelepasan nasib buruk atau kesialan.

Tahun ini, Weifang International Kite Festival memasuki perayaan yang ke-30, dan diadainnya sampe awal bulan Mei. Festival ini banyak jasanya buat kota Weifang, karena sebelumnya orang nggak tau dan nggak pernah denger nama kota itu. Otomatis, industri pariwisatanya jadi maju, meskipun ramenya cuma setahun sekali sih. Di Weifang juga ada museum layang-layang yang besarnya 8.100 m2 dan isinya lebih dari 1.000 layang-layang terbaik di dunia.

Menurut buku Han Fei Zi, layang-layang pertama di dunia itu dibuat oleh seorang ahli filosofi yang namanya Mao-Tse, yang tinggal di Gunung Lou, Weifang. Layang-layang pertama di dunia itu berbentuk burung elang dan dia perlu waktu 3 tahun buat nyeleseinnya! Lalu dia nurunin ilmunya ke muridnya, Lu Ban, dan Lu Ban ini terus memperbaikin desainnya dan dia bikin layang-layang yang berbentung burung. Katanya sih, layang-layangnya Lu Ban ini diterbangin selama 3 hari 3 malem!

Awalnya layang-layang dibuat untuk kepentingan militer. Jenderal Han Shin ketika itu make layang-layang buat ngukur jarak sebuah kastil karena dia mau ngegali tanah dari tempatnya ke kastil itu. Tehnik ini kemudian juga diikuti sama kemiliteran Jepang. Di jaman Qing Dynasty, fungsi layang-layang lain lagi. Kalo ada orang yang sakit, keluarganya nerbangin layang-layang buat ngusir penyakitnya. Kalo ada yang nangkep layang-layang itu, kesialannya pindah ke yang ngambil. Ada-ada aja ya.

Percaya nggak percaya, ternyata layang-layang ini adalah awal inspirasi orang bikin kapal terbang lho! Ini menurut seorang ilmuwan Inggris, Dr. Needham di bukunya yang berjudul “A History of China’s Science and Technology”. Tapi ternyata memang bener. Benjamin Franklin dapet ide bikin kapal terbang ketika dia main layang-layang, seperti yang ditulis di sebuah paviliun di National Aeronautics and Space Museum di Washington D.C.!

Nah, siapa sangka yang awalnya cuma main-main ternyata bisa jadi sesuatu yang serius dan bermanfaat buat orang lain kan?

About author

Tasseografi: Meramal dengan Kopi

Kamu tau nggak bahwa nasib kita itu ada di dasar kopi yang kita minum? Seni meramal dengan kopi itu sebenernya umurnya udah sama tuanya dengan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official