Terapi Seni

“Art works on a different level of conscientiousness,” she explained. “If images keep showing up, you can delve deeper into what they mean.”

Seni atau segala bentuk visual ‘cantik’, kreativitas atau bentuk kerajinan tangan itu memiliki kegunaan yang sangat luar biasa bagi manusia. Walau efeknya cenderung tidak terlihat secara langsung, tapi proses berkreasi itu benar-benar dapat meningkatkan kesehatan jiwa seseorang. Masih ingat kan dengan artikel Kopling yang judulnya “Terapi Gambar ala Kopi Keliling?” , ternyata di Amerika ada loh profesi Terapis Seni atau kerennya Art Therapist.

Alkisah ada seorang bernama Natalie Norrell yang tinggal di Montana, Amerika Serikat. Awalnya Norrell sempat bekerja sebagai terapis pijat selama 20 tahun di daerah bernama Kalispell. Namun karena mempunyai masalah dengan tangannya, Norrell harus melatih diri untuk beralih profesi. Tidak membutuhkan waktu yang lama sampai Norrell menyadari akan kemampuan dan kecintaannya terhadap seni. “I used to get in trouble as a child for drawing instead of doing my homework,”  kata Norrell mengingat masa kecilnya.

Norrel tau betapa susahnya untuk mencari nafkah sebagai seniman. Sempat dirinya mempertimbangkan untuk menjadi guru seni, namun pada akhirnya lebih memilih untuk jadi seorang terapis seni. Tapi tidak semudah itu, karena untuk menjadi terapis seni profesional di Amerika diharuskan memiliki ijazah resmi. Maka Norrell harus berjuang untuk meraih 2 gelar sarjana baik di bidang seni maupun terapi seni di Burlington College, Vermont. Dan kemudian menyelesaikan gelar master di bidang konseling psikologi dari Prescott College di Arizona. Sebuah proses yang lama dan mahal, kata Norrell, karena setelah lulus kuliah, terapis seni harus bekerja selama 2 tahun untuk mendapatkan lisensi praktik.

Namun ternyata investasi yang dilakukannya membuahkan hasil yang luar biasa. Norrel membuka studio di Kalispell, Montana, yang menggunakan seni dan kreativitas untuk menyembuhkan masalah psikis dan psikologis, khususnya untuk permasalah perempuan, remaja, LGBT (Lesbian, gay, biseksual, dan transgender), dan transisi hidup. Melalui program-program terapi seninya, Norrell membantu menyediakan kesehatan jiwa bagi kliennya yang mengalami trauma, kehilangan yang dalam, depresi, kegelisahan, dan penyakit kronis. Norrell menjadi salah 1 dari hanya 12 terapis seni yang praktik di Montana.

 “What I love about the work I do is that although I initially see people at a low point in their lives, as we work together they find the courage, skills and resilience to keep going and create a life worth living”

Norrell masih membangun database melalui beragam rujukan untuk studionya, dan bekerjasama dengan beragam komunitas lokal seperti Center for Restorative Youth Justice dan Violence Free Crisis Line. Saat ini Norrell sedang bekerjasama dengan Soroptimist Club untuk membuat proyek untuk seniman perempuan membuat karya seni dengan tema tubuh manusia, yang kemudian proyek ini akan memamerkan karya-karya tersebut di Hockaday Museum of Art.

Nah, keren banget yah? Jadi memang seni dan kreativitas itu berpotensi untuk melakukan perubahan yang besar!. Makanya, kamu yang sudah dikasih talent sama yang di ‘atas’, baiknya sih selalu berusaha untuk  share apa yang kamu bisa atau yang kamu tau seperti Natalie Norrell. Selamat berkarya!

 

Artikel oleh: @RaymondMalvin

Foto dari: dailyinterlake.com

 

About author

Catalyst Art Market Volume 6

Kopi Keliling dan Catalyst Arts presents: Catalyst Art Market Volume 6 30 April – 1 Mei 2016 Graha Purna Wira Jalan Darmawangsa III no 2, ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official