Audrey Kawasaki

Kita kembali bertemu di artikel kolaborasi dengan  Indie Artspace. Setelah di artikel sebelumnya kita berkenalan dengan seniman bernama Jeremy Fish, di artikel kali ini kita akan membahas sedikit tentang seorang seniman yang sudah sangat terkenal yaitu Audrey Kawasaki. Seperti apa ceritanya? Yuk kita simak bareng.

Siapa diantara kalian yang belum kenal nama Audrey Kawasaki? Kami rasa bahkan yang tidak mengikuti dunia seni kontemporer pun setidaknya pernah melihat ilustrasi cantik Audrey Kawasaki. Audrey adalah seorang seniman wanita kelahiran Los Angeles tahun 1982. Ia sangat terkenal dengan karyanya yang menggambarkan portrait wanita dengan nuansa misterius dan sentuhan erotis. Kalau teman-teman lihat karya Audrey, disana terkadang penuh dengan sentuhan Art Nouveau yang dipadukan dengan ilustrasi yang masih terinspirasi oleh gaya manga Jepang.

Antara karya dengan penampilan asli Audrey cukup bertolak belakang, karena ia lebih sering terlihat clean dan kasual. Di beberapa karyanya, terkadang Audrey juga memasukan unsur seksualitas dan ilustrasi yang disturbing. Ciri khas lainnya adalah penggambaran mata yang selalu terlihat sayu. Contohnya seperti gambar di bawah ini.

Dalam melukis, Audrey selalu menggunakan cat minyak di atas kayu. Sering kali diungkapkan bahwa karyanya merupakan gabungan antara Art Nouveau dan gaya manga Jepang. Sisi Art Nouveau terlihat dari ornamen-ornamen yang berada di ilustrasi bergaya manga nya.

Ada pengalaman Audrey yang lucu. Ternyata ia sempat mengambil kuliah di jurusan lukis seni murni di Pratt Institute di kota New York. Namun akhirnya ia meninggalkan kuliahnya setelah belajar selama 2 tahun tanpa mendapatkan gelar. Yang menarik adalah, ternyata di saat ia kuliah, saat Audrey menunjukan karya lukisan di atas kayunya kepada profesor di kampusnya, sang profesor tidak menyukainya.

Hampir semua karya yang dibuat Audrey Kawasaki menggunakan kayu karena ia ingin membangun atmosfer yg sesuai dgn karyanya. Baginya, tekstur kayu membuatnya nyaman dalam bekerja dan terkadang menimbulkan rasa nostalgia. Audrey memang beberapa kali pernah menggunakan kanvas, namun ternyata warna putih kanvas yg mencolok terlalu berlebihan untuknya.

Tau ga? Selain menghasilkan karya yang dipamerkan dalam sebuah galeri, Audrey juga sempat nyicip membuat cover album. Cover album yang ia buat adalah penyanyi Alice Smith.

Pada tahun 2008, Thinkspace Gallery mempersembahkan sebuah pameran tunggal Audrey Kawasaki. Pameran yang juga disebut ‘The Drawing Room: Audrey Kawasaki & Friends’ ini adalah sebuah pameran grup dengan Audrey sebagai seniman utama dan kuratornya. Ia membawa banyak nama-nama seniman terkenal lainnya seperti : Amy Sol, Brian Viveros, Stella Im Hultberg, kukula, dll.

Yang asiknya, kalau kamu penasaran dengan ruang kerjanya Audrey Kawasaki, di ‘The Drawing Room’ kita bisa melihat instalasi ruang kerjanya secara langsung. Misalnya, benda apa saja sih yang ada di mejanya? atau suasana seperti apa yang ia ciptakan di dalam kamarnya? Semua bisa terlihat disana.

Pada awal Oktober tahun 2011 lalu, ada sebuah pameran grup yang amat-sangat keren. Pameran yang diberi nama ‘In The Wake of Dreams’, menampilkan 4 seniman wanita luar biasa, yaitu Amy Sol, Stella Im Hultberg, Mari Inukai, dan tentu saja Audrey Kawasaki. Pameran yang diadakan di Thinkspace Gallery ini mengundang banyak sekali pengunjung. Bila Audrey Kawasaki saja sudah bisa menyedot perhatian begitu banyak penggemar, pameran ini turut menghadirkan 3 seniman lainnya yang sama-sama memiliki reputasi besar di dunia seni rupa kontemporer. Berikut ini beberapa lukisan Audrey di pameran ‘In The Wake of Dreams’.

Kepopuleran Audrey Kawasaki sudah sangat mendunia. Lukisannya selalu diburu penggemarnya, dan bahkan sampai sekarang, sudah ada sekitar 250 orang mengantri dalam waiting list untuk membeli lukisannya. Wow, bahkan sebelum karyanya dibuat, sudah banyak sekali yang antri ingin membeli. Art prints nya yang hanya dicetak terbatas juga selalu diburu habis-habisan oleh penggemar.

Saat pameran ‘The Drawing Room’ tahun 2008 di Thinking Space Gallery, ada ratusan orang mengantri di depan galeri. Meskipun opening acara dan galeri belum dibuka, beberapa diantaranya ada yang sudah menunggu selama 5 jam. Tujuan mereka hanya satu, mendapatkan karya print Audrey Kawasaki, dimana saat itu ada 400 buah yg habis terjual hanya dalam waktu 2 jam! Penasaran bagaimana bentuk Art Printnya?

Nih, biasanya karya Print Audrey dijual sekitar 200 USD (tanpa frame), sedangkan karya original bisa kamu beli sekitar (paling murah) 2.000-an USD per lukisan, itu juga yang berukuran kecil. Sebagai perbandingan, karyanya di pameran ‘In The Wake of Dreams’ rata-rata sekitar 13.000 USD, Wow!

Untuk melihat karya lainnya serta informasi pameran apa saja yang pernah ia ikuti, kunjungi www.audrey-kawasaki.com. Kalau tertarik melihat proses pembuatan karya dan hal lainnya kunjungi i-seldom-do.livejournal.com. Atau kalau tertarik melihat hal lainnya yang ditulis Audrey selain mengenai karyanya, kunjungi baibai-matane.livejournal.com. Mau lebih deket? follow twitter Audrey di @AudreyKawasaki.

 

About author

M.A.M.O.N: Latinos VS Donald Trump

Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden membuat banyak karya satir bermunculan, salah satunya film pendek karya sutradara Argentina Ale Damiani. Ia mengkritisi Trump mengenai pembangunan border antara Meksiko ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official