25 Tahun Setelah Jatuhnya Tembok Berlin

Peristiwa dirubuhkannya Tembok Berlin merupakan salah satu momen paling bersejarah bagi bangsa Jerman, karena saat itulah batasan antara wilayah demokrasi dan komunis selama Perang Dingin akhirnya menghilang.

Saat ini, kota Berlin sedang mempersiapkan diri untuk memperingati perayaan jatuhnya Tembok Berlin ke-25 yang akan jatuh pada tanggal 9 November 2014 nanti secara besar-besaran. Lagu pengiring dari pesta akbar itu akan dibawakan oleh Berlin State Orchestra, Udo Lindenbreg, dan seorang DJ beraliran musik tekno Paul Kalkbrenner. Rencananya, pesta ini akan digelar semalam suntuk.

perayaan-25-tahun-jatuhnya-tembok-berlin

Wilayah tempat diadakannya perayaan 25 tahun jatuhnya Tembok Berlin (sumber: artnet.com)

Sebagai rangkaian dari perayaan besar-besaran ini, sepasang seniman, Christopher Bauder dan Marc Bauder akan menyuguhkan sebuah instalasi sepanjang 15 kilometer dan melibatkan 8.000 buah lampu putih berbentuk balon. Instalasi yang diberi nama Lichgrenze ini didesain untuk mengilustrasikan perpisahan antara Berlin Barat dan Timur.

Di antara banyak titik lokasi perayaan, ada tujuh titik lainnya yang layak untuk diperhatikan dan dikunjungi, selain lokasi Tembok Berlin. Siapa tahu saat perayaan tersebut berlangsung, ada di antara teman-teman Kopling yang sedang berlibur di sana:

Stasiun Bornholmer Strasse S-Bahn

perayaan 25 tahun jatuhnya tembok beriln 1

Instalasi Mind the Gap karya Else Gabriel & Ullf Wrede (sumber: turner.com)

Saat Tembok Berlin masih kokoh berdiri, tempat ini adalah satu dari tujuh perbatasan dalam kota, sekaligus checkpoint pertama ketika tembok tersebut dibuka pada tanggal 9 November 1989.

Ada sebuah patung di sana yang bernama “Mind the Gap” karya Else Gabriel and Ullf Wrede yang dibuat sebagai penunjuk di mana perbatasan itu tadinya berada.

Oberbaumbrucke

perayaan 25 tahun jatuhnya tembok berlin 2

Jembatan Oberbaumbrucke yang sangat indah (sumber: visualizeus.com)

Sebuah jembatan yang sebaiknya dikunjungi pada malam hari, karena akan terlihat lebih indah. Pada saat perayaan nanti, sejak senja hingga pukul satu dini hari, para pengunjung dapat menyaksikan sebuah instalasi menarik karya Thorsten Goldberg yang diberi nama “Rock, Paper, Scissors”.

Chausseestrasse

perayaan 25 tahun jatuhnya tembok berlin 3

Siluet kelinci karya Karla Sachse (sumbeR: panoramic.com)

Ada 120 buah siluet kelinci yang sedang berlarian dan berlompatan di tempat ini. Instalasi yang diberi nama “Kaninchenfeld” atau padang kelinci ini dibuat oleh Karla Sachse.

Kelinci adalah binatang yang dapat melarikan diri dengan cara menggali tanah, dan binatang ini digunakan sebagai simbol selama Perang Dingin berlangsung – yang menggambarkan bagaimana orang-orang Berlin ketika itu melarikan diri melalui jalanan bawah tanah yang mereka buat.

Sonnenallee

perayaan 25 tahun jatuhnya tembok berlin 4

Instalasi teleskop (sumber: turner.com)

Ada dua pasang teleskop yang berada di tempat ini. Tentunya bukan teleskop sungguhan, tapi sekali lagi, seni instalasi yang melambangkan kejadian pada masa itu.

The Panorama

perayaan 25 tahun jatuhnya tembok berlin 5

Panorama kedua sisi Tembok Berlin (sumber: flickr.com)

“Pada tahun 80an, aku tinggal di balik Tembok Berlin dan melihat banyak pemandangan dari sana,” kata seniman yang membuat instalasi ini, Yadegar Asisi.

Dari luar, pameran ini terlihat seperti sebuah silinder raksasa yang dibingkai oleh baha. Di dalamnya, kita dapat melihat bagaimana kehidupan di waktu itu dari kedua sisi tembok. Keren!

Gerbang Strasse des 17 Juni/Brandenburg

perayaan 25 tahun jatuhnya tembok berlin 6

Patung Der Rufer karya Gerhard Marcks (sumber: flickr.com)

Di balik pintu gerbang ini, ada sebuah patung tembaga setinggi 3 meter yang bernama “Der Rufer” atau “Sang Peratap” karya Gerhard Marcks – salah seorang pematung Jerman paling terkenal pada Abad 20. Patung ini menggambarkan tangisan orang-orang Berlin ketika itu yang merindukan perdamaian.

Stasiun Magdalenenstrasse U-Bahn

perayaan 25 tahun jatuhnya tembok berlin 7

Mural karya Wolfgang Frankenstein sebelum jatuhnya Tembok Berlin (sumber: turner.com)

Berbeda dengan stasiun lainnya, di sini temboknya dipenuhi dengan mural dan bukan dengan papan iklan. Mural ini adalah karya Wolfgang Frankenstein sebelum kejatuhan Tembok Berlin, dan menggambarkan sejarah Jerman sepanjang tahun 1800-an hingga tahun 1980an.

Ingin mengucapkan selamat kepada kota Berlin? Silakan kunjungi website mereka!

[KACF 2015] DIVERSE Exhibition: Eksemplar

Sejak dulu, seni grafis sudah digunakan untuk menyampaikan ide sekaligus mendokumentasikan catatan sejarah penting. Ide yang dibalut dengan eksplorasi teknis sang seniman membuat karya seni grafis ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official