Coffee Break: Perlukah?

Wah! Dunia sekarang punya Paus baru ya! Dan tentunya setiap pemilihan Paus ini dilakukan dengan pemikiran yang panjang dan waktu yang cukup lama. Para Kardinal seharian rapat dan kadang sampai harus begadang. Menurut Rev. Thomas Rosica, para Kardinal ini beristirahat setiap 30 menit mendapat coffee break untuk ngopi dan ngobrol. Jadi, kopi punya peranan yang cukup penting juga dalam pemilihan Paus yang baru lalu!

Siapapun orangnya dan apapun profesinya, kita semua butuh kopi saat bekerja. Bos yang pengertian sih biasanya nyediain kopi di kantor supaya para pekerjanya bisa kerja secara maksimal dan melaksanakan tugas dengan baik.

By the way, coffee break ini ada sejarahnya lho! “Budaya” coffee break ini sudah dimulai pada tahun 1880 di perusahaan rokok yang namanya T.G. Mandt Wagon Co. Seiring berkembangnya bisnis mereka, mereka mulai mempekerjakan para perempuan, dan mereka memilih perempuan yang rumahnya nggak jauh dari pabrik supaya mereka bisa pulang untuk ngeliat anak-anaknya dan bisa “colongan” masak. Perempuan-perempuan yang sibuk ini terus dikasih kopi supaya mereka tetap bisa kerja secara maksimal.

Tapi ada juga yang bilang bahwa coffee break ini baru terjadi di tahun 1901 ketika seorang pemilik pabrik, Luigi Bezzera. Dan Bezzera ini adalah penemu mesin espresso. Dia ngasih coffee break ke para pekerja pabrik, tapi mereka break-nya suka kelamaan. Bezzera yang jenius ini lalu berhasil membuat mesin yang bisa bikin kopi cepet dan para pekerjanya bisa langsung balik kerja setelah ngopi.

Masih banyak lagi perusahaan-perusahaan di awal abad 20 yang mengaku sebagai yang pertama ngasih coffee break, tapi intinya pada awalnya coffee break itu dikasihnya kebanyakan ke buruh pabrik.

Kopi fungsinya memang sebagai perangsang yang membuat orang bekerja lebih maksimal, khususnya ketika mereka harus bekerja saat jam tidur. Konon ada sebuah riset menunjukkan bahwa orang yang kerja di malam hari mengakui bahwa kopi sangat efektif untuk membantu mereka mengurangi melakukan kesalahan saat bekerja. Sebuah riset lain yang dilakukan oleh MIT menemukan bahwa para pekerja yang mendapatkan coffee break lebih produktif dan kopi dianggap sebagai pelumas yang melicinkan otak saat bekerja.

Dan buat orang-orang yang kerjanya seharian duduk di depan layar komputer, kopi membantu meringankan sakit di leher, bahu, lengan, pergelangan tangan karena kebanyakan ngetik.

UK’s National Health Service mengatakan bahwa tenaga manusia itu paling lemah pada jam 14-16. Waktu yang diperlukan bagi kopi untuk “berfungsi” tergantung beberapa hal, seperti: usia, berat badan, jenis kelamin, dan level toleransi kafein. Sekedar tip: Kalo kamu ngantuk banget di kerjaan, tidur aja selama 15 menit setelah ngopi. Kamu akan merasa jauh lebih segar saat kamu bangun.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Journal of Consumer Research mengeksplorasi efek kopi dalam kreativitas seseorang. Dan ternyata bukan cuma kopinya yang bisa bikin orang kreatif, tapi tempat ngopinya juga! Nggak heran makanya banyak penulis yang kerja di kedai-kedai kopi, juga banyak rapat dan pembicaraan tentang bisnis juga dilakukan di kedai kopi ya!

The US National Insitutes of Health menemukan hubungan antara kopi dan angka kematian. Orang berumur 50 tahunan dan 60-an yang minum kopi lebih dari 3 cangkir sehari punya resiko kematian 10% lebih rendah dibanding orang-orang yang nggak minum kopi sama sekali. Kalo gitu, bisa jadi barista adalah orang-orang yang umurnya paling panjang di dunia ya? Hehehe…

Dan tahukah kamu beberapa hal menarik ini? Apakah sesuai dengan kenyataan yang kamu rasakan?

• Orang lebih butuh dan lebih banyak minum kopi di hari Senin.
• Orang yang bekerja di bidang perhotelan dan hukum lebih suka black coffee.
• Orang yang bekerja di bidang kemanusiaan lebih memilih kopi pake krim dan gula.
• Penulis, guru, dan orang-orang yang bekerja di pemerintahan lebih memilih kopi yang dicampur dengan rasa lain.

Jadi, coffee break itu ternyata memang penting ya? Dan kalo kamu bisanya minum kopi yang decaf, itu nggak mengurangi keuntungan minum kopi kok. Kamu akan tetap merasakan manfaatnya.

Selamat ngopi!

About author

Letters of Note oleh Shaun Usher

Manusia suka bernostalgia, berapapun umurnya, untuk mengingat kenangan indah masa muda melalui benda ataupun melalui cerita yang terpatri di otak. Nostalgia ini nggak harus cerita tentang diri ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official