Negative Solution Exhibition

negative-solution-exhibition-waga-gallery

Negative Solution Exhibition

Menghadirkan:

Biba Dolbi Sakula
Daniel Ferriansyah
Moh Haryo Hutomo
Muchlis FachriPuji Lestari Ciptaningrum
Sakinah Alatas

10-20 Oktober 2014
Pembukaan: 10 Oktober jam 19.30

Tempat: WAGA Gallery, Kemang Raya 9D, Jakarta Selatan

Kota identik dengan modernitas. Gedung menjulang tinggi, jalanan padat dengan berbagai macam kendaraan mewah, rumah makan dan kedai kopi yang dipadati oleh muda-mudi yang berpakaian necis, dan juga segerombolan manusia berjalan secara serentak di waktu yang telah ditentukan; berangkat pagi dan pulang petang. Singkatnya, kota kerap diasumsikan sebuah kemajuan.

Kota bagai cahaya lampu yang benderang, dan mengundang laron datang. Sial, tepat di bawah lampu benderang itu, acapkali terdapat wadah berupa ember atau bak yang berisi air berfungsi sebagai ‘perangkap’ laron. Dan banyak laron terperangkap. Tapi makin terang-benderang cahaya lampu itu.

Sialnya, dari sebuah kemajuan itu kerap terserak kisah-kisah kusam tentang kota. Karena, kita sadari kota adalah sebuah kisah yang tumpang-tindih, silang-sengkarut.  Di sana ada harapan yang digantungkan, ada doa yang dipanjatkan. Harapan dan doa itu berharap agar nasib bisa berubah. Tapi, disana juga banyak kecewa, umpatan dan akhirnya menjadi duka. Karena harapan dan doa tak sesuai yang diharap-doakan. Di titik ini; kecewa, umpatan dan duka itu berujung menjadi sebuah masalah. Ya, masalah masyarakat kota atau urban.

Terseraknya kisah kusam tentang kota itu; dari persoalan-masalah macet, identitas, diri, kebebasan, ruang-publik, (a)politik, hingga kecepatan, yang kerap hadir disekitar kita, coba ditangkap dan direfleksikan dalam proses daya-cipta. Ya, berkesenian adalah berangkat dari realitas itu. Bahkan, seniman adalah bagian dari realitas.

Di titik ini, pameran Negative Solution adalah sebuah upaya untuk menangkap realitas itu. Upaya ini tidak berpretensi untuk menemukan sebuah jawaban. Karena sedari awal disadari, bahwa upaya itu kerap membentur kesia-siaan, nihilisme. Tapi kita patut catat juga, upaya itu menandakan masih adanya sebuah harapan. Upaya itu, Negative Solution, menyelamatkan kita menjadi mayat hidup.

Negative Solution mencoba untuk merekam, mencatat, menangkap dan menghadirkan kembali berbagai kisah kusam tentang kota. Negative Solution juga bukanlah sebuah teks jawaban yang mutlak. Seringkali, Negative Solution menjadi sebuah pertanyaan. Karena ia adalah sebuah tanda-tanya, maka perlu sebuah perenungan untuk kembali mempertanyakan dan menjawab kisah kusam itu: kota.

Rupanya, upaya takkan pernah menjadi benar-benar sia-sia.

 

Mari berupaya!

About author

Bincang Kopi di Volume 5

Acara penutupan projek Kopi Keliling tahun 2011 lalu berlangsung dengan lancar. Mengambil tempat di Anomali Coffee Plaza Indonesia menjadikan acara kali ini lebih special dari yang ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official