Mushroom Effect!

Kreatif itu memang nggak mengenal batas. Kalau pelukis lain umumnya lebih memilih obyek yang akan dilukisnya, seorang pelukis dari Boston yang sepertinya amat sangat anti-mainstream, Corey Corcoran, lebih memilih media yang dipakainya. Corey nggak melukis di atas kertas atau kanvas, tapi di atas jamur! Ya, benar! Jamur!

“Lukisan Jamur” Corey membawa kita ke dunia mimpi yang penuh dengan gambar-gambar misterius, seperti ilustrasi dalam buku-buku cerita rakyat. Setiap komposisi yang dia gunakan, menceritakan tentang hubungan antara manusia dengan alam lingkungannya. Kebanyakan lukisannya “bercerita” tentang serangga, tanaman, dan manusia. Lukisan-lukisan Corey besarnya hanya 6 inches sampai 2 kaki, tergantung ukuran si jamur.

Corey memakai jamur berjenis Ganoderma Applanatum sebagai kanvasnya, yang dia cari di antara tanaman-tanaman dan pohon-pohon liar. Jamur liar berjenis ini memang banyak dan mudah ditemukan di hampir semua hutan di Amerika Serikat, meski pun memang paling banyak ditemukan di California. Dia melukis setiap detail di atas jamur yang rentan itu dengan sangat hati-hati. Kalau kita menggambar sesuatu di atas kertas dan membuat kesalahan, kita tinggal menghapusnya. Tapi menggambar di atas sebuah permukaan jamur nggak bisa begitu kan? Dan hebatnya, mata Corey nggak sampai juling lho, padahal susah kan ya melukis di atas “kanvas” yang seringkih dan sekecil itu? Hehe…

Si Ganoderma Applanatum ini biasanya menyebabkan kematian pohon yang ditumpanginya. Iya, ini memang jamur yang bersifat parasit. Pohon-pohon yang ditumpanginya, biasanya adalah pohon beech poplar, alder, apel, elm, buckeye, horse chestnut, maple, oak, walnut, dan willow. Jadi sebenarnya, Corey ini sudah membantu si pohon dengan mengambil si parasit dan mengubahnya menjadi karya seni yang indah.

Dan ternyata, Corey Corcoran bukanlah satu-satunya pelukis yang menggunakan si jamur parasit ini menjadi medianya untuk menggambar. Ada beberapa artis lainnya yang juga menggunakan media serupa, hanya saja untuk saat ini karya-karya Corey masih yang terindah dan yang paling detail.

Sebenarnya kalau kita jeli, di sekitar kita pun banyak hal-hal yang kelihatannya nggak berguna dan layak disebut “sampah”, tapi bisa kita gunakan untuk berkarya dan membuat karya seni. Misalnya aja menyulap sampah elektronik jadi karya seni, atau membuat instalasi dari dedaunan dan ranting pohon yang kita temukan di jalan.  Yang penting adalah kreativitas, karena seperti yang kami katakan di awal artikel ini: Kreatif itu nggak mengenal batas!

Selamat mengorek sampah dan berkarya!

 

Artikel oleh: @Dear_Connie

About author

Rumah Bernama Bandung

Rumah Bernama Bandung 30 Januari – 7 Februari 2015 Urbane, Galeri Yuliansyah Akbar Jalan Cigadung Raya Barat no 5, Bandung Pembukaan: 30 Januari 2015 Artists ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official