MASH-UP #2: Art News

Di edisi MASH-UP #2 ini Kopling mau menampilkan beberapa informasi menarik dari website teman-teman di dunia seni-kreatif Indonesia. Enjoy!

 

Tiga Seniman Bangkitkan Seni Patung! via satulingkar.com

© satulingkar.com

Iklim pasar memang selalu memberikan angin segar kepada para pelukis. Lalu bagaimana perkembangan seni patung di Indonesia? Para seniman patung menyadari– perkembangan seni rupa menomor-duakan seni patung dalam perbincangan seni rupa di Indonesia. Dari alasan itulah, tiga pematung muda; Karyadhi, Yusuf Dilogo dan I Nyoman Agus Wijaya bersatu merefleksikan kegelisahan mereka tentang sebuah harapan membangkitkan seni patung. Dari kegelisahan itu mereka membuat sebuah karya seni patung bertajuk “Rajakaya”. Lihat berita lengkapnya. 

White Lies by Dita Gambiro via inkubatorasia.com

© inkubatorasia.com

WHITE LIES berarti kebohongan yang cenderung positif, atau dilakukan bertujuan baik pada orang lain. Judul ini menjadi tema pameran tunggal pertama Dita Gambiro. “White Lies” Dita mengarah pada persoalan nilai-nilai yang selalu dihadapi manusia dalam suatu hubungan cinta (mungkin juga secara sosial), terutama menyangkut kepercayaan (trust) . Kebohongan biasanya merupakan pangkal pengkhianatan, dan menjadi nilai yang ditolak terutama oleh kaum perempuan. Kaum perempuan selalu dihadapkan pada kenyataan bahwa kejujuran yang utuh, yang melandasi suatu kepercayaan, tidaklah seperti dongeng sebelum tidur. Nilai kebenaran atau kejujuran tak harus berakhir pada kebahagiaan, dan bahkan kadang kebohongan tertentulah yang justru mampu menyelamatkan suatu hubungan yang telah retak. Kehilangan kepercayaan, bagi sebagian orang, bisa menimbulkan bekas atau bahkan trauma, dan mungkin bagi sebagian lagi menciptakan paranoia. Memang, nilai-nilai dalam kepercayaan memiliki ambiguitas, sebagai retorika dan tanda yang bermakna ganda. Lihat berita lengkapnya.

“This Republic Need More Semeleh” oleh Eko Nugroho via arkgalerie.com

© arkgalerie.com

The title of the exhibition was picked by Eko Nugroho himself: “This Republic Need More Semeleh”, to show the paradox that defines Indonesian society today post-1998. Since his early involvement in the cultural movement as an artist, Eko has intensely shown interest in voicing political issues, especially those that take place around him. Ordinary people and everyday events are an important element in the political landscape situated in Eko Nugroho’s works. In this perspective, we can see that the politic that Eko touches upon in his works is not just pragmatic politic within the context of the State as a meta-concept, but rather on the existing power relations within everyday realm. When speaking about the State, Eko is more interested in investigating the relationship between ‘state’ and ‘people’, the ‘powerful’ and the ‘disempowered’, as well as how the concepts of social equality and engagement are often manipulated. Lihat berita lengkapnya.

Catatan dari Festival Komik Angoulème-39, Perancis via akademisamali.org

© akademisamali.org

Setelah berkali-kali menemani komikus Perancis workshop di Jakarta yang kerap menceritakan kebesaran Festival komik di Angoulème, akhirnya pada festival yang ke 39 di penghujung Januari 2012 ini, saya berkat dukungan penuh dari Institut Francais Indonesia (IFI) Jakarta berkesempatan mengunjungi festival yang memang terbukti kebesarannya ini. Dari stasiun kereta telah tersedia bis gratis bergambar dengan tempelan sticker informasi yang melewati bangunan kota dimana kita akan menemukan beberapa mural komik seperti Lucky Luke, Gaston dll, hampir seluruh etalase toko (apapun) ditempeli poster, memajang komik dan figuran koleksi bahkan beberapa ada yang memang dijual. Festival ini menjadi perayaan warga kota. Lihat berita lengkapnya.

Nirmana Award via nirmanaaward.com

© nirmanaaward.com

Nirmana Award lahir dan dibawa oleh Nirmana Committee, sebuah tim yang terdiri dari pelaku industri kreatif, desainer, profesional, asosiasi-asosiasi desain (Asosiasi Desain Grafis Indonesia, Forum Desain Grafis Indonesia), asosiasi periklanan (Art Directors Club, PPPI), dengan tujuan untuk memberdayakan industri kreatif Indonesia.

Kompetisi desain, sebagai salah satu dari inti rangkaian acara Nirmana Award, diharapkan menjadi suatu wadah yang dapat membantu memantapkan ekosistem dunia kreatif di Indonesia yang terdiri dari industri (dunia pendidikan dan asosiasi), dunia bisnis (perusahaan dan merek), desainer dan publik umum. Tujuan utama dari apresiasi ini adalah untuk menjembatani stakeholder di dunia kreatif agar bergerak selaras dan berkesinambungan, artinya, industri dapat menjadi wadah yang memberikan keleluasaan bagi para desainer untuk berkreasi sehingga para desainer pun dapat menciptakan desain yang berkualitas. Selanjutnya, desain yang berkualitas dapat menjadi sebuah trend yang dimanfaatkan oleh dunia bisnis dan akhirnya publik bisa menikmati, memahami dan mengapresiasi jenis desain yang bernilai tinggi tersebut. Lihat berita lengkapnya.

About author

Open Call: EXI(S)T by Dia.Lo.Gue Artspace

Dia.Lo.Gue Artspace kembali mengajak para perupa muda berbasis Jakarta untuk ikut dalam program tahunan EXI(S)T yang pertama kalinya diadakan di tahun 2012. Disini kami tertarik ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official