Luke Jerram, Seniman Buta Warna

Jangan merasa minder kalau kamu punya kekurangan, soalnya di dunia ini nggak ada orang yang sempurna. Ambil contoh Luke Jerram, seorang seniman instalasi yang terlahir buta warna. Meskipun ia hanya bisa melihat dunia secara hitam putih, karya-karyanya luar biasa indah dan dia udah membuat bermacam-macam proyek yang keren banget.

Luke Jerram nggak memusingkan soal buta warna yang dia miliki, malah, dia jadi bisa menjelajah sudut-sudut pandang lain yang mungkin nggak terpikirkan oleh orang kebanyakan, yaitu dengan cara mengeksplorasi kepekaan indera manusia yang lebih dalam dari hanya sekedar visual. Selain itu, Jerram kerap kali menggabungkan seni dan sains. Salah satu karya gabungan seni dan sains dari Jerram adalah “Glass Microbiology”. Di sini, dia membuat instalasi virus dan bakteri yang sering kita dengar di kehidupan sehari-hari dari medium gelas transparan. Jerram sepertinya ingin menunjukkan kalau sebenarnya bakteri/virus yang kita sering lihat di tv dalam bentuk berwarna-warni itu sebenarnya aslinya nggak seperti itu kalau dilihat di mikroskop, tapi hitam putih. Jerram juga ingin mendorong masyarakat untuk melihat lebih dekat lagi virus/bakteri yang berbahaya bagi kita itu melalui instalasi 3 dimensi.

Salah satu proyek Jerram yang unik lagi adalah “Retinal Memory Volume”. Orang yang melihat instalasi proyek ini nggak bisa mengambil foto hasil instalasi, karena instalasi tersebut terjadi di dalam mata kita. Jadi singkatnya, di dalam ruang gelap mata seseorang akan diperlihatkan suatu obyek dengan lampu LED berwarna merah. Nah, kita diminta untuk melihat cahaya tersebut selama beberapa saat yang kemudian membuat mata kita akan melihat suatu gambar hanya bisa ditangkap oleh mata kita. Kayaknya mirip kayak kita abis bengong ngeliatin lampu neon yah.

Kemudian, sejak tahun 2008 (hingga sekarang), Jerram telah membuat sebuah proyek menarik bernama “Play Me, I’m Yours” di mana dia menggabungkan seni dan interaksi sosial di tempat-tempat umum dengan menaruh piano di berbagai lokasi secara acak untuk dimainkan oleh siapapun yang lewat. Idenya berawal dari ketika Jerram nyuci baju di laundrette. Di sana dia sering menjumpai orang sama namun nggak ada dari mereka yang ngobrol satu sama lain. Jadi dia memilih piano sebagai katalis memulai obrolan dan mengubah dinamika suatu tempat. Lucunya lagi, banyak musisi-musisi keren yang belum mempunyai wadah untuk mengekspresikan musiknya jadi memainkan piano yang ditaruh Jerram. “Play Me, I’m Yours” nggak cuma membuat masyarakat jadi saling berkomunikasi, tapi juga membuat para musisi “tersembunyi” ini mempunyai wadah untuk melakukan pertunjukkan di depan umum.

Coba yuk kita juga ubah cara pandang kita tentang sesuatu yang kita anggap kekurangan diri sebagai kunci untuk membuka jendela dan melihat pemandangan yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Kalau kamu mau baca lebih lengkap mengenai proyek-proyek seru lainnya yang pernah dan sedang dibuat oleh Luke Jerram langsung aja kunjungin websitenya di www.lukejerram.com.

About author

joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official