Kotoran Kambing Seharga $50

Para pencinta tanaman pasti sudah tahu bahwa kotoran kambing itu adalah salah satu bahan terbaik untuk dijadikan bahan pembuat pupuk. Bukan hanya untuk pohon, tapi juga untuk bunga, bumbu, sayuran, dan tanaman buah-buahan.

Berbeda dengan kotoran sapi atau kuda, kotoran kambing yang digunakan sebagai pupuk tidak mengundang serangga dan meskipun daging kambing itu panas, tapi kotorannya justru tidak akan membakar tanaman. Dan juga meskipun daging kambing itu sangat bau, tapi justru kotorannya tidak mengandung bau ketika dijadikan sebagai pupuk.

dindita-decorative-goat-poop-537x359

Kalo kemarin Kopling cerita ada orang yang membuat lukisan dari kotoran gajah, kali ini ada sebuah perusahaan di Swiss, Dindita, yang menjual kotoran kambing ini seharga $50. Kotoran kambing ini bukan hanya berfungsi sebagai pupuk, tapi juga berfungsi sebagai hiasan rumah. Tidak tanggung-tanggung, “karya seni” yang dijual dalam edisi terbatas ini didesain oleh Daniel Pianetti, seorang desainer dari New York, yang bekerja sama dengan seorang desainer asal Swiss, Loic Bernasconi. Pianetti sebenarnya adalah seorang web desainer dan Bernasconi adalah seorang arsitek, dan keduanya mengaku “gatal” untuk membuat sesuatu yang berbeda. Mengapa bisa semahal itu? Karena kotoran kambing karya mereka dilapisi oleh emas 23 karat!

dindita-decorative-goat-poop1

Ide untuk membuat Dindita sebenarnya lahir dari sebuah masalah. Ketika Pianetti sedang berada di Swiss untuk mengunjungi Bernasconi, temannya yang lain di New York mengeluh karena tidak bisa memelihara tanaman di apartemennya yang kecil. Kemudian dia mengirimkan kotoran kering dari kambing yang diberi makan makanan organik dari Swiss sebagai hadiah untuk temannya yang ada di New York itu. Setelah itu, mereka berdua rajin mengumpulkan kotoran kambing dari semua peternakan kambing organik di sekitarnya.

Ternyata, kotoran kambing itu adalah pupuk yang sangat efektif dan tidak berbau saat sudah dikeringkan. Keduanya bahkan sudah membawa karya mereka ke sebuah laboratorium untuk memeriksa kualitasnya.

Kedua partner kerja ini membuat kotoran-kotoran kambing itu menjadi bola-bola kecil setelah dikeringkan, kemudian menempelkan bola-bola itu dengan lem, lalu melapisinya dengan emas, sebelum memasukkannya ke sebuah tabung kaca tembus pandang. Setiap tabung berisi 7 bulatan kotoran kambing kering…

Kamu juga ingin membelinya, atau malah ingin membuatnya sendiri? Siapa tahu bisa jadi ide menarik untuk musim lebaran Idul Kurban tahun depan. Hehe…

Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, kambing organik di Swiss meninggalkan kotoran berlapis emas…

Website: dindita.com

Brewing for Charity pt.2

Teman-teman masih ingat dengan acara Brewing for Charity part 1 yang diadakan oleh Rotaract Club Semanggi Jakarta? Kali ini, mereka kembali lagi mengadakan acara Brewing ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official