Melukisi Teknologi Jadul

NickGentry_F_AJ-11

Teknologi selalu berubah, dan benda-benda yang dulu sangat penting beberapa di antaranya sekarang sudah lagi terpakai. Misalnya, kaset, video tape, disket, bahkan CD. Mereka semua mengingatkan kita betapa pentingnya untuk terus mengikuti perkembangan jaman, atau kita bakal jauh tertinggal – terutama di bidang teknologi.

Nicholas James Gentry adalah seorang seniman dari London yang karya-karyanya banyak menggunakan barang-barang kuno yang sekarang sudah tidak berguna lagi. Karya-karya Nick terinspirasi oleh perkembangan konsumerisme, teknologi, identitas, dan budaya internet. Kebanyakan Nick membuat lukisan dari rol film bekas dan juga disket, atau floppy disk. Lukisan Nick sudah sering dipamerkan di Inggris, Amerika, dan banyak kota-kota lain di dunia. Nick banyak mengkhususkan diri melukis potret, dan karenanya kebanyakan lukisannya yang dibuat di atas disket kebanyakan memang menggambarkan wajah manusia.

nick-gentry-floppy-disk-art-2

Kenapa Nick memilih disket sebagai kanvasnya? Karena menurut Nick, disket itu penampakannya membosankan, tapi bisa diubah menjadi sesuatu yang lebih menarik. Nick ingin membuat sesuatu yang mencerminkan identitas masa lalu.

Di masa sekarang, identitas teknologi adalah Facebook dan sosial media, sementara disket adalah dokumentasi dari identitas teknologi di masa lalu. Alasan lainnya, adalah karena Nick punya ketertarikan yang besar terhadap komputer dan segala perniknya. Disket-disket yang dilukisi oleh Nick adalah hasil donasi dari orang-orang yang mendukung pemikirannya, dan mereka dengan senang hati membantu Nick dalam berkarya. Inilah bedanya antara Nick dengan seniman lainnya yang biasanya harus membeli bahan-bahan lukisannya sendiri, karena orang-orang dengan sukarela ingin sekali menjadi bagian dari karya-karya Nick. Karenanya, Nick menyebut karya-karyanya sendiri sebagai “seni sosial”.

Nick-Gentry-Paintings

Yang mendonasikan disket kepada Nick bukan hanya orang-orang Inggris, tapi juga orang-orang dari Kroasia, Hungaria, Cina, dan tempat-tempat lainnya di dunia. Mereka dengan senang hati mengirimkan barang-barang yang sudah tidak lagi mereka gunakan kepada Nick.

Nick bahagia sekali dengan cara ini, karena karya-karyanya tidak lagi melulu mengenai dirinya, tapi juga berisi tentang cerita-cerita orang lain yang tersimpan di dalam disket-disket itu. Dan dengan adanya proyek yang diberi nama “Generation X” ini, Nick jadi mempunyai pendapat baru tentang penduduk London yang terkenal dingin dan tidak bersahabat itu. Ternyata beberapa orang di antara mereka masih mau berbagi, meskipun yang mereka bagi itu sudah tidak lagi berguna bagi mereka. Tapi setidaknya, mereka peduli. Bahkan London, menurut Nick, adalah kota yang baik untuk para seniman muda berkarya.

544085_492364127483576_1576250365_n-598x598

Melalui cara pandang dan pemikirannya yang unik dalam memperhatikan perubahan teknologi, Nick sekarang menjadi salah satu seniman yang namanya cukup diperhatikan di seluruh dunia, tapi itu tidak membuatnya menjadi sombong, karena menurut Nick seorang seniman tetap harus mampu untuk berkomunikasi dengan caranya masing-masing kepada para penikmat karyanya.

Kalau Nick menggunakan masa lalu untuk “menangkap” gambaran tentang masa kini dan ide ini diterima orang banyak, itu artinya memang apa yang terjadi di hari ini adalah produk dari masa lalu. Mungkin kalau ketika itu orang puas dengan disket, sampai hari ini kita masih harus direpotkan dengan membawa disket ke mana-mana. Untungnya, ada orang-orang yang terus berpikir maju dan mau terus mengembangkan teknologi ya?

Sumber foto: beautifuldecay.com dan beberapa sumber foto lainnya

Kalita Wave Coffee Brewing

Alat kopi yang satu ini mungkin lebih jarang terlihat bila dibandingkan dengan alat-alat pour over coffee lain seperti Hario V60 atau Chemex. Jika kamu lihat sekilas, sebenarnya ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official