IBC 2013: Jogja & Surabaya

Teman-teman Kopling pasti udah pernah denger tentang Indonesian Barista Competition (IBC) kan? Seperti yang udah pernah diumumin bulan Januari kemarin, dan seperti yang udah dilakukan tahun-tahun yang lalu, tahun ini juga ada IBC. Penyelenggaranya masih Asosiasi Kopi Spesial Indonesia.

Untuk hari ini, Kopling mau ngebahas IBC 2013 yang berlangsung di Jogja dan Surabaya dulu. Untuk IBC 2013 yang di Jogja, @Dondendron melaporkan secara langsung melalui Twitter atau live tweet.

Tahun ini, IBC 2013 di Jogja diadainnya di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri dan berlangsung dari tanggal 27 Februari sampe tanggal 1 Maret. Tiap peserta dikasih kesempatan 15 menit buat persiapan, 15 menit buat kompetisi, dan 15 menit buat bersih-bersih atau clean-up. Para peserta harus bisa menyajikan espresso, cappuccino, dan signature drink mereka dalam waktu 15 menit buat para juri, sekaligus ngejelasin signature drink yang mereka buat. Memang para peserta IBC 2013 ini diharapkan mau ngobrol sama juri tentang apa yang mereka buat, jadi nggak cuma kerja diem-diem aja. Selain itu, para peserta yang lolos sampai hati terakhir juga harus konsisten dalam membuat espresso dan cappuccino, dan ini yang jadi poin tertinggi dalam penilaian teknik.

Ketua Juri IBC 2013 adalah Hendri Kurniawan. Seperti yang ditulis di Cikopi.com, beliau ini banyak dikenal sebagai konsultan F&B dan bisa dibilang salah satu pionir kopi spesial di Indonesia. Nggak cuma itu, Hendri juga juri pertama dari Indonesia yang berhak menjadi hakim teknis untuk World Barista Championship! Wow!

Nah, untuk pemenangnya dari Jogja sendiri ada lima orang yang semuanya akan bertanding di Jakarta. Berurutan mulai dari peringkat satu sampai lima, mereka adalah Merdian Anggi Prabowo dari Kedai Kopi, Nurul Ajeng Arini dari Kedai Kopi, Angga Adi Nugroho dari Lagani Coffee, Jimmy dari My Kopi O!, dan Chandra Andika Pratama dari It’s Coffee. Ini dia orang-orangnya. Foto dari @dondendron (paling kanan).

Untuk IBC 2013 di Surabaya, laporan dibuat sama @kochinoisme secara langsung dari tempat IBC 2013 ini berlangsung: Grand City Mall. IBC 2013 Surabaya berlangsung dari tanggal 22 sampe tanggal 24 Februari.

Sama kayak IBC 2013 Jogja, para peserta di Surabaya ini harus menyajikan 12 menu minuman berbahan dasar espresso dalam waktu 15 menit kepada para juri, dan setiap peserta harus bisa ngejelasin karakter rasa, jenis, dan daerah asal si espresso itu kepada para juri. Para peserta dari Surabaya ini nggak kalah kreatif sama rekan-rekannya yang dari Jogja. Salah satu peserta, misalnya, bikin “Es Dawet Espresso”. “Dawet” ini kalo di Jakarta namanya cendol. Pasti seru banget ya rasanya! Ada juga yang bikin signature drinkMonalisa”. Dari namanya udah pasti yang satu ini penyajiannya cantik banget ya, karena disajiinnya nggak di gelas, tapi di sebuah potongan buah nanas. Pak Hendri Kurniawan punya sedikit catatan untuk para peserta IBC Surabaya 2013. Kata beliau, para peserta di Surabaya harus lebih mengembangkan penataan alur kerja atau work flow, presentasi yang lebih baik, dan teknik kebaristaan. Para peserta juga diminta untuk lebih meningkatkan ketelitian dan memperhatikan peraturan IBC, karena banyak yang sering lupa ngasih minum ke para juri. Mungkin karena mereka udah terlalu semangat sampe salting sendiri yah… Hehehe…

Lima orang yang keluar sebagai pemenang dari regional Surabaya ini secara berurutan dari peringkat satu sampai lima adalah Sugiyanto dari My Kopi O!, Victor Susanto dari Dialog Food & Coffee, Arief Rahman  dari My Kopi O!, Gandhi Pramitha dari Java Dancer, dan Wiliyanto dari Sidewalk Coffee. Ini dia para pemenangnya (foto diambil dari cikopi.com).

Nah, nanti kalo semua pemenang dari tiap regional menang lagi di Jakarta, baru deh mereka dapat gelar juara IBC 2013 dan uang tunai sebesar 10 juta rupiah. Nggak cuma itu, pemenang pertamanya bakal dikirim buat mewakili Indonesia ke World Barista Championship di Melbourne bulan Mei yang akan datang. Pemenang kedua dikirim ke FHA Barista Challenge (kejuaraan Barista tingkat Asia Pasifik). Lalu pemenang ketiga akan dikirim untuk bertanding di Asean Barista Competition.

Indonesia pantes bangga, karena IBC di Indonesia udah dapat semacam lisensi buat ikutan kejuaraan barista tingkat dunia.

Jadi kepikiran… Gimana rasanya perasaan para juri internasional itu ya kalo dikasih “dawet” tadi? Bisa jadi ketagihan ya? Hehe… Kopling tentunya sangat senang dan mendukung semua pemenang regional yang akan bertanding di Jakarta!

About author

Margasatwa di Mata Anak Umur 11 Tahun

Apa yang kamu lakukan ketika umurmu 11 tahun? Bermain playstation? Membuat origami? Di Indonesia, itu sudah biasa. Di Serbia, seorang anak berumur 11 tahun sudah ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official