Hitler dan Kopi

Ironis banget ya, ternyata seorang diktator seperti Hitler yang terkenal kejam dan sadis terhadap manusia adalah seorang vegetarian dan pencinta seni. Dirinya tidak lagi mau mengkonsumsi daging hewan ternak sejak tahun 1931, ketika keponakan perempuannya, Geli Raubal, mati bunuh diri. Jadi setiap kali dia ingin makan daging, dia selalu teringat mayat keponakannya… Kebetulan, keponakannya ini juga sempat menjadi kekasih Hitler.

16191885535968183716

Menurut seorang tentara muda Austria yang menghabiskan banyak waktu dengan Hitler selama setahun di Bavarian Alps, Hitler biasa bangun tidur sekitar pukul 10 pagi, dan memulai harinya dengan sarapan pagi. Yang terhidang di meja Hitler adalah roti dengan selai jeruk dan secangkir kopi. Tapi Hitler membatasi dirinya untuk minum kopi, karena menurutnya kopi membuatnya menjadi sosok yang lebih pemarah… Wah, itu sih karena dasarnya memang dia sudah terlahir sebagai seorang pemarah sih ya. Hehe. Setelah itu, Hitler biasa menerima tamu-tamunya di sore hari, termasuk dokternya, dan setelah itu dirinya bekerja dini hari sampai pukul 4 dini hari.

Hitler juga diduga nggak pernah ke coffee shop karena dirinya nggak senang berada di tengah keramaian, sebenarnya. Dan dia juga nggak suka kalau ada yang memandangnya ketika dia makan atau minum, sementara coffee shop kan tempatnya orang nongkrong dan “saling melihat” kan ya? Hitler juga seorang pemakan cepat, jadi nggak mungkin dia nongkrong berlama-lama di coffee shop yang kebanyakan makanannya dinikmati sambil mengobrol.

Cerita tentang Hitler dan kopi ini menjadi menarik ketika baru-baru ini sebuah toko mebel kecil di Jerman memesan 5.000 buah cangkir kopi dari Cina, dan cangkir itu digambari potret Adolf Hitler. Rupanya, sampai hari ini orang Jerman masih malu dan merasa bersalah atas kejahatan Hitler, padahal sudah berlalu lama sekali, dan Hitler pun sudah lama meninggal.

germany-hitler-cups_dock

Cangkir kopi yang terbuat dari keramik itu selain bergambar Hitler, juga digambari perangko swastika dan bunga mawar. Zurbrueggen, nama toko itu, sudah menjual sedikitnya 5.000 keping cangkir kopi ketika mereka menyadari kekeliruan itu. Pemiliknya menyalakan desainer cangkir yang berasal dari Cina, karena sudah memilih foto Hitler untuk diletakkan di cangkir kopi itu. Setiap orang yang sudah membelinya, dipersilakan untuk datang kembali ke coffee shop dan akan diberi voucher seharga cangkir kopi itu, yaitu $27.

Menarik ya, betapa pekanya orang-orang Jerman itu ternyata. Mereka nggak mau membangkitkan kenangan atas luka lama bangsa lain, yang sebenarnya sudah move on. Bagaimana dengan di Indonesia, apakah masih banyak orang yang mengandalkan citra pemimpin lama dan bangga terhadap sang pemimpin meskipun dirinya seorang diktator?

Sumber gambar: Yadvashem, dan sumber lainnya

Dunia di Mata Yayoi Kusama

Para seniman memang selalu punya dunia sendiri, dan kalau mereka nyaman dengan kenyentrikan itu, biarkan saja. Hidup akan sangat membosankan kalau manusia-manusia yang kita temui ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official