“HAPPYMART” Exhibition

Setelah beberapa waktu lalu sempat menampilkan proses pengkaryaan Iwan Effendi untuk karyanya yang berjudul Finding Lunang serta pameran visual Lala Bohang berjudul “Gendis”, LIR Space Yogyakarta kembali mengadakan pameran solo HAPPYMART karya Mahaputra Vito Wikandhitya, seorang seniman muda asal Yogyakarta yang pernah ikutan berkontribusi di Pameran Amal ACT 1 melalui karyanya. Pameran ini berlangsung dari tanggal 6 – 22 Oktober 2013.

HAPPYMART, happy faces, happy shopping, and money keeps coming, in foro hordiernis speramus, sebenarnya adalah salah satu judul karya dari pameran tunggal ketiga Farid Stevy Asta, “Bahagia Itu Sederhana”. Vito menamai pameran tunggal pertamanya dengan judul karya Farid karena Farid adalah salah satu orang yang sangat penting dalam prosesnya berkesenian dan karena Vito tertarik untuk membahas pola konsumsi masyarakat urban. Dari sinilah pameran solo HAPPYMART kemudian mengangkat tentang budaya berbelanja masyarakat urban di pasar modern.

Pada pameran solo HAPPYMART, mahasiswa yang sedang menekuni program studi Desain Komunikasi Visual di Institut Seni Indonesia, Yogyakarta ini berkolaborasi dengan beberapa teman baik yang memiliki disiplin karya berbeda-beda. Vito berkolaborasi dengan empat musisi, yaitu Rio Faradino (Keyboardist FSTVLST), Jono Terbakar, Nibanna A True Happines (N.A.T.H.), dan Ben Harlem. Di samping itu, Vito juga berkolaborasi dengan seorang seniman pop-up Eno P.W., fotografer Nikolas Setiaji, sebuah majalah fotokopi berbasis di Yogyakarta RAR Funzine, serta sebuah food stall yang sedang berkembang Ketoprak Kujang.

HAPPYMART

Rangkaian acaranya adalah sebagai berikut:

Minggu, 6 Oktober 2013

Pembukaan dimulai pukul 4 sore oleh Farid Stevy Asta, serta penampilan dari Jono Terbakar sebagai performer dan Ketoprak Kujang sebagai food stall yang akan membagikan 48 porsi ketoprak secara gratis.

Senin, 14 Oktober 2013

Artist talk serta launching special package CD dari N.A.T.H. sebagai sekaligus pengisi acara.

Selasa, 22 Oktober 2013

Penutupan pameran serta launching special package dari Ben Harlem.

 

Pameran ini diharapkan dapat memberikan tambahan warna dan perspektif lain bagi seni di kota Yogyakarta dan bagi orang-orang yang terlibat dan membantu pameran tunggal ini berlangsung.

 

————

Mahaputra Vito Wikandhitya lahir di Yogyakarta pada tahun 1992. Saat ini dia masih terdaftar sebagai mahasiswa tahun ketiga di prodi Desain Komunikasi Visual, jurusan Desain, fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Vito kahir dan besar di Yogyakarta sampai pada akhirnya dia pindah ke Amerika Serikat untuk satu tahun pada tahun terakhirnya di SMA mengikuti ibunya yang sedang mengambil gelar S3 di University of California Riverside sebelum akhirnya dia memutuskan kembali pulang ke Indonesia untuk kuliah di ISI Yogyakarta. Banyak berkarya di LIBCULT, studio seni rupa besutan Farid Stevy Asta, karya-karyanya banyak terpengaruh dari apa yang menginspirasi Farid juga.

Karya-karya Vito banyak memotret pola konsumsi masyarakat urban Indonesia khususnya anak mudanya saat ini, yang mana pola konsumsi cakupannya sangat luas dari apa yang masuk ke dalam perut, apa yang digunakan sehari-hari, hingga apa yang masuk ke kepala setiap harinya. Kini, bersama empat temannya yang lain, Vito sedang merintis sebuah biro desain dan art space yang bernama Laurel, sebuah tempat yang nantinya diharapkan menjadi open space bagi siapapun untuk berkarya dan berpameran di sana.

————

Lir Space

lirspace@gmail.com

www.lirshop.blogspot.com

Mahaputra Vito

mahaputravito.tumblr.com

About author

Dampak Negatif Minum Kopi

Selain memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita, ternyata kopi juga memiliki beberapa dampak negatif, terutama bagi kamu para peminum kopi tingkat tinggi! Bijak-bijaklah dalam ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official