Digital Street Art?

Mungkin sebagian besar dari kamu sudah familiar sama yang namanya Street Art. Seni di jalanan ini dengan mudah dapat kita jumpai di sudut-sudut kota. Mulai dari tembok-tembok, jembatan, pintu-pintu ruko, sampai ke billboard-billboard. Lazim nya Street Art berbentuk Mural atau Graffiti. Tapi enggak semua coretan di tembok jalanan itu bisa dikategorikan sebagai Street Art sih. Ada juga sebagian dari coretan tersebut hanyalah sebagai bentuk anarki yang sekedar membuat “ramai” tembok-tembok di jalanan.

Street Art di Indonesia pun sudah berkembang dengan pesat. Nama-nama seperti Darbotz, POPO, Bujangan Urban, RHARHARHA, adalah sebagian dari ratusan, bahkan ribuan seniman yang berkarya di jalanan. Semua dengan gaya dan karakternya masing-masing.

Mumpung lagi ngomongin Street Art, baru-baru ini Kopling denger berita yang menarik mengenai sebuah aplikasi via internet yang mendukung perkembangan Street Art di Indonesia.

Yang bikin aplikasi ini juga enggak sembarangan, yaitu Google. Tepatnya aplikasi ini namanya Chrome Open Spaces. Jadi Open  Spaces adalah sebuah aplikasi web yang memberikan seluruh masyarakat Indonesia kesempatan untuk menciptakan Street Art melalui internet.

Bentuk dan penggunaannya cukup sederhana, hal ini bertujuan supaya siapa pun bisa menggunakan aplikasi ini untuk berekspresi. Buat gampangnya, kamu tonton aja video tentang Chrome Open Spaces di bawah ini.

Gimana? Asik yah?. Hmm, jujur aja pertama kali denger mengenai aplikasi ini timbul pertanyaan, kok Street Art dikerjain melalui sebuah aplikasi di internet ??. Namanya aja Street Art. Yah “urusannya” ya di jalanan. Tapi seperti kata Darbotz, ini bisa menjadi sebuah eksperimen yang seru untuk di utak-atik. Dan mengingat segala sesuatu yang berbau seni (rata-rata) kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah, ataupun pihak-pihak (yang seharusnya) berkewajiban membantu. Hadirnya Open Spaces seakan menjadi angin segar di dunia kreatif Indonesia saat ini.

Gerakan Chrome Open Spaces mengundang komunitas Street Art di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan lain-lain untuk ikutan kontes khusus untuk mencari sembilan karya seni terbaik melalui prosedur penilaian juri dan voting, dimana hasil karya yang berhasil menang akan dilukis secara real di dinding-dinding bangunan yang tersebar di Jakarta dan Bandung sebagai karya Street Art.

Aplikasi web ini dapat diakses melalui semua browser yang didukung oleh HTML5, teknologi yang tersedia di semua browser modern, seperti Google Chrome. Situs Open Spaces telah dibuka untuk proses pengumpulan dan penilaian karya seni sampai Desember 2012. Untuk informasi lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan yang berlaku, silahkan kunjngi www.openspaces.co.id

Lihat foto-foto acara launching Chrome Open Spaces beberapa waktu lalu di Epicentrum Walk Kuningan di sini.

About author

Signs for the Homeless

Beberapa saat yang lalu, media massa ramai memberitakan tentang penghasilan pengemis di Jakarta yang angkanya sempat membuat iri banyak pekerja kantoran. Memang kadang kita sulit ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official