Di Balik Layar: Kopi Keliling 7 pt.2

Di artikel Di Balik Layar: Kopi Keliling 7 pt.1 Kopling sudah cerita mengenai awal pertemuan dengan Papermoon dan Kedai Kebun sebelum acara Kopi Keliling 7 Jogja. Nah sekarang kita lanjut cerita mengenai persiapan-persiapan pameran.

Open Submission – Curation

Setelah mendapatkan 2 dukungan penting untuk memenuhi kriteria acara Kopi Keliling, sekarang tinggal cari seniman-seniman yang karyanya akan dipamerkan. Mungkin sebagian pada inget kalau waktu itu kan Kopling bikin Open Submission buat Volume 7. Nah kurang lebih begitu tuh prosesnya. Setengah lebih peserta merupakan teman-teman yang ikutan Open Submission. Kalau enggak salah sih dimulai kurang lebih hampir 3 bulan sebelum pameran. Lumayan singkat, namun ternyata semua berjalan dengan lancar pada akhirnya.

Sebanyak kurang lebih 140 aplikasi yang Kopling terima pada masa Open Submission tersebut. Dimana kemudian semua melewati 2 proses kurasi: kurasi CV & Portfolio dan kurasi konsep. Proses pemilihan ini berlangsung cukup lama, sampai sedikit mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan. Masalahnya pada bagus-bagus dan variatif sekali, jadinya cukup menyulitkan para kurator untuk memilih.

Berbeda dengan volume-volume sebelumnya, proses kurasi kali ini lebih ketat dan panjang. Proses komunikasi dengan peserta pameran dan kurator juga lumayan sering dilakukan via email. Sempat diadakan kumpul dengan narasumber kopi untuk membekali teman-teman seniman dengan ilmu-ilmu, pengetahuan, isu, dan lain sebagainya tentang kopi. Namun karena peserta pameran banyak juga yang dari luar Jakarta, maka itu jadi tantangan tersendiri untuk persiapan acara. Solusinya? Hasil pertemuan itu direkam untuk kemudian disebarkan ke peserta luar Jakarta supaya mendapatkan kurang lebih informasi yang merata. Lumayan berhasil, karena bisa ditemukan di beberapa karya itu (nampaknya) terinspirasi dari pembicaraan dengan para narasumber kopi.

Selama Seniman Berkarya

Beres urusan seniman, pada saat bersamaan Kopling harus mulai sounding-sounding dong tentang acara pertama di luar kota ini. Jujur aja Kopling lumayan “buta” Jogja, sebuah tantangan sendiri sih untuk mencari teman-teman, media, dan lain sebagainya sebagai pemanjang komunikasi acara pameran yang pesertanya itu dari 7 kota di Indonesia. Dari nanya ‘sana sini’, stalking akun-akun twitter seru di Jogja, hingga referensi teman-teman Papermoon, akhirnya dapet para pendukung acara yang sangat baik-baik hatinya #terharu.

Ini dia para pendukung acara kita. Terima kasih banyak kawan-kawan!

Khayalan (permintaan) tentang pentas seni di acara Kopi Keliling 7 berubah menjadi sesuatu yang nyata bernama “Kopi On Stage”. Proses terjadinya juga lewat Open Submission. Menurut Ria, dia juga enggak nyangka yang ikut daftar buat isi pentas Kopi On Stage sangat beragam dan fresh. Malah sampai ada yang Ria tidak pernah dengar sebelumnya. Mungkin begitu ya, banyak banget bakat-bakat yang “tersembunyi” dan seringkali hanya perlu sebuah katalis agar sebuah kolaborasi baru dapat tercipta.

Bubble Wrap, Bubble Wrap, Bubble Wrap

Yang enggak kalah seru adalah proses packing karya-karya dari Jabodetabek dan Bandung untuk di kirim ke Jogja. Maklum, biasanya kan Kopling hanya urusan dalam kota Jakarta aja. Seniman kirim karya telat enggak bikin panik-panik amat. Biasanya dari markas Kopling ke venue pameran cukup ditumpuk dalam mobil sudah cukup. Lha ini? Jarak antarnya kurang lebih 539 km!!! Jadi sangat perlu adjustment dalam ngatur timeline.

Jadi ceritanya Kopling bikin 2 kotak kayu besar untuk ngirim karya-karya. Enggak tau sih apakah karya sebenarnya cukup dibungkus lagi pakai kardus, dan dipenuhin kertas-kertas koran supaya aman di dalam kotak. Namun biar ekstra aman, akhirnya Kopling beli sekitar 15 meter lebih Bubble Wrap! Buat kamu yang (mungkin) enggak tau beli Bubble Wrap di mana, ada satu toko di Blok A (yang jualan alat-alat bangunan, dsb) yang jual. Posisinya sebelah kiri “pintu” masuk parkiran. Keliatan deh pokoknya ada gulungan gede banget. Yah, mungkin yang kemarin sedikit berlebihan sih ngebungkusnya… Oh well, itung-itung pembelajaran *angguk-angguk*

Off to Yogyakarta

Tim advance Kopling sudah berangkat ke Jogja dari tanggal 3 April. Jadi kurang lebih ada 4 hari kurang buat persiapan akhir, mulai dari instalasi, ngecek seluruh peralatan kopi, bikin keterangan karya, materi promo, dan lain sebagainya. Yang paling menegangkan adalah ketika membuka kotak-kotak karya pertama kali sesampainya ‘Satgas’ Kopling 7 yang terdiri dari 5 orang di Kedai Kebun. Rasanya kayak nebak-nebak isi kado dari gebetan,  ‘hore’ banget. Tapi untungnya semua karya sampai dengan selamat.

Proses unboxing karya-karya kiriman untuk pameran di Kedai Kebun

Tim Kopling sudah sampai di Jogja. Karya sudah sampai juga dengan selamat dan siap untuk dipasang di ruang galeri. Pastinya prosesnya menyimpan banyak cerita. Kita lanjut lagi nanti di part 3 ya!

About author

Mempercantik Kuman Penyakit

Binatang-binatang kecil seperti kupu-kupu memang lucu. Tapi bagaimana dengan binatang-binatang yang ukurannya jauh lebih kecil lagi, seperti mikroba, amuba, dan bakteri? Duh. Jangan dekat-dekat mereka! ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official