Coffee Art: Nggak Hanya Lukisan di Atas Kopi

Lukisan yang dibuat dari kopi itu biasa, dan juga udah pernah dibahas di Kopling. Nah, ternyata, orang-orang kreatif nggak cuma berhenti di lukisan aja, tapi juga terus berkreasi untuk membuat karya seni dari kopi. Yang sudah sering dibuat orang adalah lukisan yang menggunakan kopi sebagai pengganti warna pada lukisan, atau biji kopi yang disusun menjadi karya seni. Tapi ternyata, alat-alat yang kita gunakan untuk minum kopi pun bisa menjadi karya seni! Apa aja ya?

Instalasi Seni dari Kayu Pengaduk Kopi

Ada seorang seniman yang brilian yang bernama Jonathan Brilliant yang membuat instalasi seni dari kayu pengaduk kopi. Instalasi yang digambarkan di foto ini dibuat di Sumter, South Carolina pada tahun 2007. Brilliant memerlukan waktu sebanyak 14 hari untuk “memintal” 60.000 adukan kayu untuk membungkus si chandelier (lampu gantung). “Pintalan” ini dibuat tanpa lem atau selotip, dan bertahan selama 6 bulan sebelum akhirnya mulai rontok.

Selain sebagai seniman, Brilliant juga berprofesi sebagai pemain drum dan pemain perkusi. Dia menggabungkan kemampuannya untuk membedakan tempo, repitisi, dan teknik bermain musiknya di dalam seni instalasinya. Ritme yang disuarakan oleh seni instalasi itu dapat “didengar” oleh para pengunjung pamerannya ketika itu. Brilliant masih aktif memamerkan karyanya itu sampai bulan September tahun lalu. Kebanyakan sih memang di Amerika, tapi ada juga pamerannya yang dibuat di Eropa dan Australia. Hebat ya, cuma gara-gara adukan kayu yang sederhana seseorang bisa sampai keliling dunia begitu…

Instalasi Seni dari Kertas Penyaring Kopi (Coffee Filter)

Lain lagi dengan apa yang dilakukan oleh 2 orang seniman dari Los Angeles, Sophia Allison dan Leanne Lee. Mereka membuat seni instalasi temporer yang dibuat dari kertas penyaring kopi (coffee filter) dan sedang dipertontonkan di Los Angeles International Airport, tepatnya di Customs Hall of Tom Bradley International Terminal. “Tontonan” ini akan berakhir pada bulan Maret 2013 ini.

Diberi judul “Passage“, Allison dan Lee menjahit, mengeringkan dengan cara disetrika, mencampur kertas-kertas yang rapuh yang terbuat dari dari beras itu, dan menjahitnya menjadi bunga-bungaan.

Passage merujuk pada kegiatan ritual yang domestik: Membuat kopi. Air mengalir melalui bubuk kopi dan filter, meninggalkan noda di atas kertas tersebut. Ketidakabadian karya ini juga sekaligus melambangkan bahwa di dunia ini memang tidak ada yang abadi sifatnya.

Instalasi Seni dari Cangkir Kopi (Coffee Mug)

Bukan hanya di Amerika Serikat, di Mexico pun ada sebuah keindahan yang tercipta karena kopi. Sebuah perusahaan kopi yang sudah mendunia yang berasal dari Swiss, Nescafe, mensponsori kota ini menjadi “Portal of Awareness” dengan bantuan seorang seniman setempat Rojkind Arquitectos.

Mengambil tempat di Avenue Paseo de La Reforma, projek ini menggunakan 1.497 cangkir kopi (coffee mugs) yang terbuat dari bahan metal. Tujuannya? Untuk menginspirasi siapa pun bahwa benda apa pun, bahkan benda yang kita gunakan sehari-hari, bisa dibuat menjadi karya seni. Kopi bukan hanya sekedar minuman yang kita butuhkan ketika kita membutuhkan inspirasi, tapi ternyata kopi itu sendiri bisa menjadi inspirasi, dan kopi itu adalah sang inspirasi sendiri.

Kalau kamu seorang pencinta kopi yang kreatif dan suka karya seni, mungkin kamu bisa menciptakan karya senimu sendiri, seperti misalnya membuat karya seni dari gelas kopi yang terbuat dari karton, sedotan bekas minum es kopi, atau hal-hal lain yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain.

Ambil dulu cangkir kopimu, sesap dalam-dalam isinya. Siapa tahu dari situ ide baru yang lebih brilian dari seniman-seniman di atas akan muncul…

About author

Muhammad Sabil

Aku percaya, seni rupa bisa membawa perubahan ke masyarakat. Muhammad Sabil, yang biasanya dipanggil Sabilwaso, adalah mahasiswa jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung. Dari SMA, ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official