Catalyst Art Market 6: Tenant Lineup pt.3

Dalam hitungan minggu acara Catalyst Art Market 6 akan diadakan, tepatnya di tanggal 30 April – 1 Mei 2016! Sebelum sampai hari H, Kopling mau mengajak kamu semua untuk kenalan dulu satu per satu dengan artist/ilustrator/brand kreatif yang berpartisipasi. Yuk!

1. Petang Hari


Petang Hari adalah brand baru yang didirikan oleh Sarita Ibnoe setelah mempelajari saori weaving, sebuah teknik weaving yang berfilosofi tentang hubungan manusia dengan mesin. Produk ini akan launching pertama kali saat acara Catalyst Art Market 6. “Saya membuat Petang Hari karena ingin memperkenalkan tenun yang sangat handmade dan personal, dengan motif abstrak dan material yang sangat beragam,” ujar Sarita. Ia menambahkan, ia menggunakan mesin tenun manual untuk brand ini, sehingga karyanya akan terlihat sangat handmade.

Untuk Petang Hari, Sarita sengaja menggabungkan unsur tradisional dengan desain kontemporer. “Saya memadukan unsur-unsur tersebut dengan warna-warna earth tone, supaya kain Petang Hari cocok digunakan untuk beragam kegiatan sehari-hari,” katanya. Sesuai dengan namanya, filosofi dari Petang Hari sendiri adalah kesederhanaan yang tak lekang oleh waktu, layaknya petang yang datang setiap hari.

“Untuk saat ini Petang Hari akan fokus pada bahan pakai dengan bahan tenun. Nggak menutup kemungkinan juga suatu hari saya akan membuka open studio supaya orang lain juga bisa ikut belajar menenun Saori,” kata Sarita.

2. Fika Julia


Terinspirasi dari motif-motif tradisional, Fika Julia mendesain kainnya dengan sentuhan modern/kontemporer. “Saya memutuskan mulai merintis brand dengan konsep eksplorasi motif/pattern dengan teknik print di kain saat sedang menyelesaikan studi S2 Textile Design di Birmingham City University,” kata Fika.

Ciri khas desain Fika adalah warna-warna cerah dan kontras yang dipadankan dengan cutting simple untuk memberikan kesan timeless. Ia berharap selalu bisa mengomunikasikan konsep yang ia bangun melalui ilustrasi motif/pattern. Untuk koleksi terbarunya, Fika menjelaskan kalau ia akan menggunakan unsur-unsur tradisi kuliner nusantara ke dalam desain tekstilnya. “Rencana ke depannya, di tahun ini saya akan mengeluarkan 9 pattern baru dengan tema “Traditional Ingredients”. Tiga motif pertama dari tema ini akan ada di Catalyst Art Market,” jelasnya.

“Sejak awal brand ini didirikan saya senang karena mendapatkan respon positif dari masyarakat. Mereka juga memberikan masukan kepada saya untuk terus mengangkat local content yang ada di Indonesia,” tambah Fika yang berharap suatu saat produknya akan bisa berkembang ke produk interior.

3. Arya Wirawan


“Awalnya saya berkarya memang untuk menyuarakan opini-opini sosial dan kritik politik. Tapi kemudian saya berpikir untuk dapat menyuarakan karya-karya ini dengan nggak hanya sebatas dipamerkan lalu hanya bisa dinikmati kalangan tertentu,” ujar Arya. Sebagai perupa, Arya ingin memiliki peran di tengah kehidupan sosial yang sedang berlangsung di masyarakat umum. Dari situlah tercetus ide untuk menduplikasi karya-karyanya dalam wujud aplikasi lain yang akan dapat dijangkau oleh masyarakat luas.

Dari ide tersebut, Arya membuat lini art merchandise bernama Puppet Pit Studio. Line ini mengaplikasikan karya-karya yang ia buat menjadi daily wear tanpa menghilangkan pesan yang terkandung dalam setiap karya. “Dengan demikian saya tetap bisa menyampaikan hasil observasi terhadap gejala sosial hingga kritik politik yang bersifat global dengan cara yang lebih nggak berjarak dengan orang umum,” jelas Arya. Ciri khas Puppet Pit Studio adalah gaya tutur visual yang mengadaptasi kisah-kisah dongeng klasik maupun sandiwara boneka yang dipentaskan untuk menyampaikan nilai moral, yang kemudian diolah dengan pendekatan kontemporer para setiap visualisasi kontennya.

“Bagi saya lini ini harus tetap berjalan agar suara-suara yang perlu dikeluarkan dapat dilihat dengan mudah, didengar secara halus, dicerna secara menyenangkan, dan direnungkan dengan cara yang unik,” kata Arya tentang Puppet Pit Studio dan pentingnya membuat art merchandise.

About author

Loro Blonyo

Kita tentu sering melihat sepasang patung pengantin Jawa, ketika kita berkunjung ke rumah orang-orang yang budaya Jawanya sangat kental. Tapi tahukah kamu nama sepasang patung ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official