Bryan Holsenbeck: Seniman Plastik & Barang Bekas

Beberapa orang sangat mencintai seni. Beberapa lainnya sangat mencintai lingkungan. Bryan Holsenbeck mencintai keduanya, dan dalam setiap karya seninya dia selalu meneriakkan bahwa dirinya adalah orang yang sangat peduli lingkungan.

Bryan sangat prihatin bahwa negaranya, Amerika Serikat, semakin lama semakin banyak “menciptakan” sampah setiap harinya. Oleh karenanya, dia mengkoleksi berbagai barang bekas seperti tutup botoh, kartu kredit, kantong plastik, sedotan, ember, dan sumpit plastik dan menggunakan benda-benda yang tadinya sudah menjadi sampah itu menjadi karya seni. Dia menamakan dirinya sebagai seorang “enviromental artist”.

Bryant Holsenbeck memulai karirnya sebagai seorang pembuat keranjang. Dari situlah dia mulai terlibat dalam kegiatan-kegiatan seni dan membuat instalasi-instalasi dari barang-barang bekas. Perempuan ini sudah menerima 2 penghargaan dari North Carolina Art Council Fellowships dan saat ini dirinya sedang terlibat dalam program yang menolak untuk menggunakan plastik selama setahun.

Bryant senang bekerja dalam kelompok besar dan melibatkan banyak orang dalam instalasi-instalasinya. Selain itu dia juga membuat buku, burung, dan patung dari barang-barang yang dapat didaur ulang.

Bryant pernah membuat seni instalasi yang diberi judul “Wild Life”. Karyanya ini terinspirasi oleh lukisan-lukisan Roseau. Diaa menciptakan burung, ular, kupu-kupu, binatang-binatang buas dalam seni instalasi ini. Tujuannya membuat “Wild Life” ini adalah karena dirinya ingin membuat ruang untuk para binatang-binatang di alam terbuka.

“Only Once” adalah karyanya yang dibuat dari alat-alat makan yang terbuat dari plastik yang dikumpulkannya selama 5 tahun. Awalnya, dia mengumpulkan benda-benda ini karena suka dengan warnanya yang beragam. Kesadaran lain pun timbul, betapa banyaknya alat makan yang terbuat dari plastik yang hanya terpakai sekali lalu dibuang. Bryant hingga hari ini tidak mau menggunakan kantong plastik saat berbelanja dan tidak mau membeli minuman yang berada dalam botol plastik.

Dalam instalasi “Mandalas”, Bryant menggunakan 100.000 tutup botol bekas yang terbuat dari besi dan plastik dengan melibatkan beberapa komunitas. Biasanya, mandala ini dibuat dari pasir oleh para bhikku dari Tibet, mandala ini dibuat oleh Bryant sebagai argumentasinya terhadap lingkungan hidup. Makna spiritual yang terkandung di dalam mandala ini adalah bahwa sebuah lingkaran bukan hanya sekedar sebuah lingkaran, karena mencerminkan kepenuhan.

Instalasinya yang terakhir diberi nama “Cary Project” yang memang dibuat di Cary, sebuah kota di North Carolina. Dalam instalasi itu, Bryant melibatkan anak-anak sekolah dan terpampang di Cart Arts Center. Ada 20 baris dan 15 susun botol plastik yang tersusun rapi di sana menjadi karya seni. Menurut perkiraan Bryan, jumlahnya kurang lebih 7.000-8.000 botol plastik. Lalu kemana perginya nanti botol-botol itu setelah pameran berakhir? Rencananya akan kembali didaur ulang pada bulan September yang akan datang. Tujuan dibuatnya instalasi ini adalah agar orang-orang sadar, betapa tersia-sianya plastik yang pernah kita pakai dan betapa tidak ramahnya terhadap lingkungan ketika sampah-sampah itu dikumpulkan menjadi satu. Instalasi ini dihargai $5,400 oleh kota tersebut.

“As an environmental artist, I collect detritus – everyday objects which were used and thrown away, and make them into art. These works are about our environment and our culture. My installations are both meditations and questions. Where does all this “stuff” come from? Where does it go? What do we do with it? Why is it here?”
– Bryant Holsenbeck

Seberapa pedulinya kamu dengan sampah, terutama yang tidak dapat didaur ulang?

About author

joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official