Artist Talk: Isrol Triono

Kopling punya segmen baru nih buat #ARTickle di Kopikeliling.com. Seperti yang kita ketahui bersama Kopi Keliling kan sudah ngadain 6 volume selama ini. Dan setiap volume Kopling menghadirkan visual artist muda berbakat dari berbagai kota di Indonesia.

Kali ini Kopling menghadirkan kembali visual artist Kopi Keliling 2011, dan ngajak ngobrol tentang kesibukan-kesibukan mereka setelah pameran Kopi Keliling. Nah, “korban” pertama adalah Isrol Triono! a.k.a “Media Legal”. Isrol dulu ikutan pameran di Kopi Keliling volume 4, dan volume 5.

Yuk kita simak obrolan bersama Isrol Triono.

 

Kopi Keliling (KK): Halo Isrol! Apakabar? Sekarang lagi sibuk ngerjain apa aja nih?

Isrol Triono (IT): Baik. Sekarang lagi sibuk bikin merchandise dan nyiapin project INDOARTAMIKS.

KK: Wah, INDOARTMIKS, kedengerannya sangat menarik. Apa itu?

IS: INDOARTMIKS adalah sebuah kolaborasi workshop keramik dan batik antara street artist Jogja dengan siswa-siswi SMK ROTA Bayat, Klaten.

KK: Bisa ceritain sedikit tentang gimana cerita di balik terciptanya project INDOARTMIKS?

IS: Idenya dari teman bernama Melanie ketika tahun 2011 membeli karya di pameran tunggalku di Jogja. Ini menandakan pertemuan pertama yang selanjutnya lanjut ngobrolin tentang kolaborasi seni jalanan dengan institusi sekolahan. Melanie adalah seorang seniman sekaligus profesor kriya dari amerika yang mengajak aku dan dua temanku dari Jogja membuat kolaborasi teman-teman street art bersama SMK ROTA.  SMK ROTA yang ada di Bayat Klaten itu kebetulan dibangun oleh Titian Foundation. Program ini berlangsung selama 2 tahun dan difasilitasi oleh Titian Foundation. Tahun 2013 ini masuk tahun ke dua untuk menyiapkan materi workshop buat seniman pertamanya. Begitu ceritanya…

KK: Wah, asik banget nih proyeknya. Kopling doain semua lancar. *amin!*. Nah lalu, terakhir kamu pameran di Kopi Keliling kan di volume 4 dan 5. Setelah itu kamu ikut pameran di mana aja?

IS: Setelah itu ikut pameran bersama HYBRID Project di Bentara Budaya Jakarta di awal Januari 2012. Idenya dari teman sekaligus kurator muda dari Bandung bernama Annisa Rahadi (Ica) yang lalu ngundang ngobrol-ngobrol soal membuat rangkaian project pameran “HYBRID PROJECT: CONTEMPORARY COLLABORATION OF VISUAL ART AND MUSIC” . Sebuah project di mana senimannya berkolaborasi dan bereksplorasi melalui medium seni rupa dan musik.

KK: Project ini baru dibuat pertama kali apa sudah pernah sebelumnya?

IS: Project HYBRID pertama berlangsung di tahun 2011, di Museum Barli dan CCF Bandung. Lalu project ini berlanjut ke Jakarta tahun 2012 di Bentara Budaya Jakarta. Proses kolaborasi dalam mengeksplorasi untuk sebuah hasil karya dari para senimannya berlangsung selama kurang lebih 3 bulan di Jakarta. Selama 3 bulan karantina, kami presentasi tentang kecendrungan dan proses berkarya masing-masing seniman yang kemudian didiskusikan bersama. Lalu dilanjutkan dengan jalan-jalan keliling kota Jakarta dengan menggunakan transportasi umum seperti Trans Jakarta, Kereta, dll. Kami mengunjungi taman kota seperti Monas, dan datang ke tempat-tempat yang lalu lintas masyarakatnya ramai seperti Mall. Setelah observasi dari apa yang kamu temukan selama beberapa waktu tersebut, hasil kemudian kami bawa ke Bentara Budaya untuk didiskusikan kembali bersama.

KK: Aah, keren! Ceritain dong tentang karya yang kamu buat untuk pameran itu.

IS: Tentang karya yang saya buat untuk pameran HYBRID, idenya adalah mapping kota Jakarta dengan menggunakan komponen fisibi elektronik yang dibentuk semacam peta wilayah Jakarta, Selatan, Utara, dan seterusnya. Lalu dari setiap wilayah tersebut ada dokumentasi video yang melihat landscape kesamaan dan perbedaan setiap hiruk pikuk, kendaraan, lalu lintas, angkutan umum, dan lain lain.

KK: Niceee! Oke, lanjut. Kan sekarang udah tahun 2013 nih. Dan nampaknya kamu sudah disibukkan dengan proyek-proyek seru. Tapi kan tanpa proses yang dilalui tahun lalu pasti kan mempengaruhi diri kamu sekarang. Dari seluruh karya yang kamu buat selama tahun 2012, mana yang paling kamu banggakan?

IS: Project yang saya banggakan di tahun 2012 adalah kolaborasi dengan Vicky fadul (seniman dari kolombia), dengan masyarakat Bayat – di Klaten. Cerita ide gagasannya adalah tentang mewarnai kampung Bayat, desa Pagar Jurang,  di daerah Klaten. Masyarakat di sana bekerja sebagai pengrajin keramik dan batik. Proses kegiatannya dilakukan selama satu minggu penuh. Senang dan bangganya dalam kegiatan itu, saya bisa berkolaborasi bersama masyarakat di kampung dan mendapatkan ilmu teknik stencil menggunakan spon roll

KK: Menarik banget bisa kolaborasi dengan seniman asing. Gimana ceritanya kamu bisa kolaborasi dengan dia?

IS: Pertemuan dengan Vicky Fadul sebenarnya masih dengan kaitannya mba Melanie dan Titian Foundation. Titian Foundation mengajak kami untuk ikutan workshop Vicky Fadul menggambar dengan cara teknik stencil menggunakan Spon roll di daerah kampung Pager Jurang-klaten.

KK: Sekedar penasaran nih, sekarang artist siapa yang kamu sedang suka? Boleh dalam maupun luar negeri. 

IS: Karena saking banyaknya artist yang saya sukai untuk jadi referensi, akhirnya saat ini saya sedang suka dengan artist bernama Isrol, seniman dalam negeri yang semangatnya terus-menerus dijaga dan selalu tidak puas dengan apa yang telah dikerjakan, maunya eksplorasi terus. (narsis) kawkkakakakakwa….

KK: Hahaha, bagus bagus! Sebagai seniman harus begitu memang. Terus terus, kamu kan aktif banget nih di dunia seni. Menurut kamu akan seperti apa sih dunia seni/kreatif di Indonesia di tahun 2013? Dan buat kamu sendiri, karya apalagi yang akan segera ditelurkan tahun 2013?

IS: Saya gak mau terlalu memprediksikan dunia seni terlalu berlebih sih, dunia seni ya berjalan biasa saja, “monoton”. Nah kalau kreatif malah menurut saya lebih eksploratif. Contohnya berkembangnya kelompok baru dengan kegiatan-kegiatannya berbasis komunitas dan project yang saling berjejaring lintas kota. Di tahun 2013 ini, saya ingin berkarya dengan material bahan yang tidak hanya di kertas atau kanvas, kepikiran membuat karya yang lebih fungsional berkaitan dengan interior yang penuh syarat seni fungsional.

KK: Terakhir, ada pesan-pesan buat pembaca Kopikeliling.com?

IS: Pesan tidak lebih dari semangati hari ini sebagai aset waktu yang akan datang.

 

Untuk lihat foto dan dokumentasi: HYBRID Project | Vicky Fadul – Isrol Triono |

 

About author

Sarita Ibnoe

Dari sekitar kelas 3 SD, Sarita Ibnoe suka menggambar setiap pulang sekolah atau ketika lagi lowong. Freelance Graphic Designer yang baru saja mulai membangun publishing ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official