Art Garden Singapore Pt 2

Kembali lagi di acara pameran Art Garden yang diadakan oleh Pemerintah Singapura di Singapore Art Museum (SAM) at 8Q! Kalau di cerita sebelumnya saya menulis soal kegiatan Art Garden di lantai 1 dan 2 gedung SAM at 8Q, kali ini saya mau cerita soal kegiatan Art Garden di lantai 3 dan lantai 4 yang nggak kalah keren.

Saat pertama menginjakkan kaki ke lantai 3, saya menuju ke sebuah instalasi dari karton berbentuk persegi yang ditumpuk-tumpuk  berjudul “The Art of Imagination” karya Justin Lee. Di sini kita semua bisa menggambar atau menulis apa saja di kotak karton persegi tersebut dan bahkan memindah-mindahkan karton tersebut menjadi bentuk apapun sesuka kita. Seru banget ngeliat anak-anak bersemangat menggambar dan merangkai karton-karton tersebut. Hehehe…

378654_404911439567907_1823517353_n

488208_404911236234594_514203506_n

Di lantai ini juga ada sebuah ruangan polkadot dengan instalasi lucu “Dress Me Up” dari seniman yang sama di mana Justin Lee menempelkan sebuah poster dengan profil wajah dan badan seukuran manusia yang bagian dalamnya sengaja dikosongkan untuk ditempel dengan bentuk wajah dan baju yang dipilih oleh anak-anak yang bermain di sana. Lucu banget, banyak anak-anak yang keliling ke sana ke mari buat gonta-ganti tempel baju. Oh ya, nggak cuma orang, di tengah-tengah ruangan juga terdapat kue besar yang bisa ditempel dengan motif-motif lucu. Tapi sayangnya ada beberapa instalasi yang sepertinya terlalu tinggi buat anak-anak ini jadi mereka butuh bantuan orang dewasa buat tempel-tempel gambar.

556384_404911309567920_1049498425_n

Masih di lantai yang sama, saya masuk ke sebuah instalasi yang sepertinya paling banyak disukai anak-anak: “Let’s Dance” karya Emilie Fouillox. Bisa dibilang instalasi “Let’s Dance” mengeluarkan sisi “narsis” atau “liar” seseorang, karena dia ditempatkan di sebuah ruangan remang-remang dengan alunan musik yang bisa dipilih lalu tinggal berdansa sebebas-bebasnya. Kenapa narsis? Soalnya setelah kita keluar dari ruangan remang-remang itu, di depan ada layar besar yang berisi montase hasil “joget” kita dan para pengunjung kamar remang-remang yang lain. Jadi, di samping ngeliat diri sendiri, kita juga bisa ngeliat “kegilaan” orang lain. Hehehe… Tujuannya Emilie sebenarnya sederhana kok, biar orang mau mengekspresikan diri sebebas-bebasnya dan membaginya ke orang lain. Kalo kita liat temen kita ada yang gila, otomatis kita juga jadi lebih berani kan?

Nah, selanjutnya ada satu karya yang menurut saya sangat unik dan agak susah dijelaskan dengan kata-kata sebenarnya. Namanya “Reactive Wall”, kolaborasi antara seniman Mojoko dan ahli pemrograman komputer Shang Lian. Instalasinya sederhana, kita berdiri di depan mikrofon yang mengarah ke sebuah layar lebar berisi montase karakter-karakter animasi terkenal. Terus, terserah kita deh mau nyanyi, teriak, ngomong, bisik-bisik, atau ngeluarin suara aneh di depan mikrofon. Suara yang kita keluarkan itu akan bereaksi ke layar lebar dan mengakibatkan pergerakan montase tergantung dari seberapa besar volume suara kita. Bingung? Lihat video ini deh biar lebih jelas. Keren banget pokoknya.

Sampai di lantai terakhir, saya tetep kagum banget sama instalasi-instalasi karya yang ada. Yang pertama ada “Grow a Garden in the Dark” karya Tay Bee Aye. Sesuai namanya, si seniman mengajak para pengunjung untuk “menanam” bunga di tamannya. Bunga-bunga ini terbuat dari kertas origami glow in the dark  yang dibuat oleh para pengunjung. Tamannya sendiri waktu awal pameran belum penuh, karena memang dia berharap tamannya akan penuh oleh bunga-bunga buatan para pengunjung pada saat pameran berakhir.

551961_404911359567915_1752420474_n

Di sudut ruangan yang lain terdapat “gurita” raksasa yang terbuat dari barang-barang elektronik bekas dan lampu LED karya Ryf Zaini. 5QU1D, nama karyanya, menggambarkan perkembangan modernisasi yang cepat dan pengaruhnya terhadap lingkungan sekitar. Tema yang sebetulnya berat, namun tetap menarik bagi anak-anak karena gurita ini mengeluarkan cahaya warna-warni di ruang instalasi yang gelap. Kalau kita mendekat dan melambai-lambaikan tangan, cahaya yang keluar akan lebih berwarna-warni lagi. Lucu!

394483_404911402901244_1636481801_n

Menurut saya pameran Art Garden Singapore 2012 sangat bagus dan menarik sekali. Meskipun ditujukan untuk anak-anak, tapi saya dan banyak orang dewasa lainnya juga sangat menikmati instalasi-instalasi yang ada. Rasanya seperti mengeluarkan kembali sisi “anak-anak” yang hampir (atau mungkin sudah) terlupakan. Serunya juga, nggak seperti pameran-pameran pada umumnya di mana kita nggak boleh menyentuh suatu karya, di sini kita bisa bermain-main dengan karyanya bahkan sebenarnya ikut pameran di sana juga, karena sebagian besar hasil karya “bermain-main” kitalah yang dipamerkan.

 

Artikel oleh: @Patipatigulipat

About author

Kumpul KreATIV Bareng Kopi Keliling

Jadi ceritanya beberapa waktu lalu Kopling ngadain kumpul kecil bersama beberapa teman visual artist di sebuah kedai kopi di daerah Cipete. Kegiatannya sendiri sih sebenernya ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official