Sejarah yang Tak Terungkap dan Rasisme

Sudah tahun 2014 tapi masih ada orang yang rasis ya. Padahal, kita kan nggak pernah bisa memilih ingin dilahirkan jadi bangsa apa. Jadi bukan salah kita, kalau kita kebetulan lahir dengan ras yang banyak nggak disukai, bahkan dibenci banyak orang. Dan lagi, jaman sekarang sudah jarang kan sebenarnya ras yang murni? Karena pernikahan, ras semua orang sudah saling bercampur jadi satu. Lalu, mengapa masih mempermasalahkan warna kulit?

adriana_varejao_merito_cultural

Rasisme terjadi di mana saja, mau di negara maju maupun negara berkembang. Tema antar-ras inilah yang sering digunakan oleh seorang seniman asal Brazil,  Adriana Varejão, dalam berkarya. Sejak awal masa karirnya, Adriana sudah sangat tertarik dengan sejarah-sejarah yang nggak diungkapkan tentang betapa brutalnya kolonialisasi di Brazil.

http://whereissugar.files.wordpress.com/2013/04/img_9610.jpgimg_9610

Ada sebuah lukisan karya Adriana yang dibuat di sepotong kayu dengan cat minyak. Di tengah lukisan itu, ada potongan yang melintas, seperti disayat oleh pisau dan berdarah. Ini adalah perlambang tentang kekejaman yang nggak terungkap saat kolonialisasi di benua Amerika. Banyak yang nggak tahu bahwa sebenarnya orang Asia, terutama dari Cina, pada masa yang lalu banyak yang berimigrasi ke Amerika Selatan sebagai budak pada masa itu. Sejarah gelap inilah yang kemudian menyatukan Amerika dan Asia.

varejao_adriana_the_guest_(2004)_brazil-660x420

Lalu, ada juga lukisannya yang berjudul “The Guest”. Ceritanya, lukisan ini menggambarkan lantai di sebuah sauna yang kosong. Lantai dan tiang keramik itu menggambarkan area pribadi setiap manusia. Adriana membiarkan kita untuk berpikir, siapakah tamu yang dimaksud dalam lukisannya itu, dan mengapa ada darah di lantai keramik putih.

Dalam karya terbarunya, Adriana memberi judul “Polvo” pada potret dirinya sendiri yang dilukis dalam berbagai warna kulit, melambangkan perbedaan ras. Inspirasi ini didapatnya dari “casta paintings”, gaya pelukisan potret yang bertujuan untuk mendokumentasikan warna-warna kulit di Amerika Latin. Di masa lalu, orang-orang Spanyol yang berkulit lebih terang menduduki tingkat teratas di piramida sosial ekonomi. Mereka mempunyai pekerjaan yang lebih baik, standar hidup yang lebih tinggi. Sementara yang berkulit gelap, harus pasrah berada di dasar piramida tersebut.

o-THREE-900a

Masalah demokrasi rasial ini masih terjadi hingga hari ini di Brazil, tetapi mereka yang berkulit gelap dan berdarah campuran jumlahnya sudah semakin banyak dan merekalah yang menjadi mayoritas penduduk Brazil.

Polvo memang berbeda dengan karya-karya Adriana terdahulu yang gelap, seperti contoh-contoh di awal tulisan ini. Tapi tema kebrutalan dan ras itulah yang membuat Adriana menjadi salah satu seniman yang paling diperhitungkan di negaranya. Adriana  bukan hanya seorang pelukis, tapi dia juga seorang pematung, fotografer, dan dia sering membuat seni instalasi.

Perempuan multi talenta ini bisa dibilang salah satu perwakilan generasi muda seniman Brazil. Dia mengangkat cerita-cerita sejarah Brazil di masa lalu ke masa sekarang, dan juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan sejarah Brazil yang beraneka warna sebagai akibat dari kolonialisme dan perbudakan orang kulit hitam di kala itu.

Kita pun yang di sini, jangan pernah melupakan kisah masa lalu bangsa, sepahit apapun. Setuju?

 

Website: adrianavarejao.net

Ayo Ikut Jelajah Museum di Indonesia

Indonesia memiliki banyak hal yang patut dibanggakan, namun sayangnya sering kali hal tersebut tidak tercermin di beragam lini kehidupan kita. Mayoritas dari kita cenderung lebih ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official