5 Coffee Shop Terunik! pt.3

Hari ini Kopling kepingin ngajak kamu keliling dunia, mengunjungi berbagai kedai kopi yang unik. Udah siap? Yuk, kencangkan sabuk pengaman!

The Big Knit Cafe

Kita mulai dari yang terdekat dulu. Di Bangkok ada The Big Knit Cafe. Sesuai dengan namanya, cafe ini adalah tempat kesukaan orang-orang yang suka merajut. Merajut benang ya, bukan merajut masa depan.

Di sini ada banyak buku tentang merajut dalam bahasa Inggris dan Thai, mulai untuk pemula sampe yang udah gila banget jagonya. Selain itu di tiap meja ada macam-macam boneka rajut. Seluruh rak di cafe itu dipenuhi gulungan benang rajut dalam berbagai warna dan jenis, dan beberapa adalah benang impor. Kalo kamu nggak bisa merajut dan nggak suka merajut, kamu bsa membeli barang-barang hasil rajutan di sana, seperti dompet, scarf, atau boneka.

Cafe ini menawarkan macam-macam minuman panas dan dingin, dari teh, kopi (tentu saja!), sampai milkshake. Selain itu kamu juga bisa nyobain dessert-nya. Kabarnya banana chocolate-nya enak.

Christon Cafe

Nah, sekarang mari kita ke Jepang. Di Tokyo ada cafe yang namanya Christon Cafe. Sesuai dengan namanya, cafe ini dibuat mirip dengan Gereja Katolik. Uniknya, agama Kristen pernah dilarang di Jepang sampai restorasi Meiji di tahun 1873. Tapi itu kan dulu, sekarang mereka udah sangat terbuka dengan agama-agama lain di luar agama Shinto.

Cafe ini ternyata nggak cuma ada di Tokyo, tapi juga ada di Shinjuku, Shibuya, Osaka, dan Fukuoka. Semua cafe itu berisi organ kuno yang masih pake pipa dan jendelanya juga yang masih bergambar tokoh-tokoh suci agama Katholik. Juga ada altar segala, bahkan ada ruang pengakuan dosa di sini! Hehe.

Cafe ini nggak cuma nawarin kopi, tapi juga makanan dan minuman keras. Jenis makanannya semacam East Meets West gitulah, ada bebek Peking, Caesar salad, dan sebagainya. Kadang tempat ini juga dipake untuk acara kawinan.

Maid Cafe

Masih di Jepang, ada Maid Cafe, yang ada di hampir semua daerah di negara Matahari ini. Apa uniknya? Semua pelayan perempuan di tempat ini berpakaian ala “pembantu rumah tangga” yang ada di karakter anime. Tren ini dipengaruhi oleh sebuah subkultur Jepang yang disebut cosplay, atau seni pertunjukan kostum.

Tugas para “maid” ini adalah memanggil para tamu dengan sebutan “tuan” dan “nyonya” (master/mistress), mengajak para tamu bermain, memberi pelayanan perawatan kuku (manicure), berlutut saat menghidangkan minuman/makanan, dan menangis saat para pelanggan pulang. Hehehe…

Sementara para satpam kebanyakan adalah laki-laki dan berpakaian ala “otaku” (penggemar buku komik, manga, dan video games).

Café Eutopia

Dari Jepang, kita ke New Zealand. Di Kawaika, tepatnya – sebelah selatan negara mungil ini ada sebuah kedai kopi yang unik banget dan sangat “New Zealand”. Namanya Café Eutopia. Lalu apa uniknya tempat ini? Dekornya. Kita seperti dibawa ke sebuah negeri impian yang serba biru. Visi mereka adalah menginspirasi, memberi makan, menghibur semua orang dengan kemungkinan-kemungkinan baru, bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tapi juga untuk komunitas mereka. Keren ya. Cafe ini adalah sebuah karya seni yang tinggi, baik di luar mau pun di dalamnya. Kopi yang mereka jual adalah kopi organik produksi dalam negeri.

Charrie’s Cafe

Terakhir, mari kita ke Jerman. Di Berlin ada seorang perempuan kelahiran Jepang, Rie Sawada, yang punya kedai kopi Charrie’s Cafe. Kedai kopi ini nggak ada gedungnya, karena Rie ini jualannya naik sepeda keliling kota gitu. Yang kepingin dibuatin kopi sama Rie dan kepingin tau di mana dia hari ini, bisa cek jadwal ngegoes sepedanya di blognya. Sayangnya, blog itu udah nggak diapdet sejak bulan Maret 2012, jadi nggak tau deh Rie lagi di mana atau masih jualan apa nggak. Tapi idenya seru sih ya!

Kamu yang pernah traveling ke luar negeri, pernah mengunjungi kedai kopi mana aja yang menurutmu unik? Boleh lho share dengan Kopling!

About author

joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official