Tip untuk Barista?

Kita dibesarkan dalam sebuah masyarakat yang percaya bahwa pembeli adalah raja, dan konsumen selalu benar. Ini sebenernya nggak salah, karena ada hak-hak kita sebagai konsumen yang kadang dilanggar. Makanya ada rubrik “surat pembaca” dan sebagainya. Tapi parahnya, ada orang yang merasa udah bayar dan punya uang, jadi ngerasa harus dapet apapun yang dia mau, kapanpun dia mau.

Hal ini juga terjadi di industri makanan dan minuman. Orang kadang males ngantri dan mau dilayani secepatnya. Terkadang, ada yang ngeluh kalo minumannya kurang ini itu, padahal kalo (misalnya) terlalu panas mungkin susunya jadi pecah, rasa dan teksturnya jadi berkurang. Tapi kadang konsumen ada yang nggak mau ngerti dan ngeluh. Selain ngeluh, pernah nggak sih kita ngasih tip ke barista?

Kalo di bar sepertinya situasinya agak berbeda ya. Terkadang orang lebih cenderung untuk ngasih tip ke bartender. Segelas bir harganya Rp 70.000 misalnya, tapi kita kadang bayar Rp 100.000 tanpa minta kembalian. Kenapa? Supaya dia inget kita dan minuman kesukaan kita.

Bartender dan barista sebenernya mirip loh. Kalo kita udah kenal akrab, mereka sama-sama bisa bikinin minuman kesukaan kita. Pernah baca “Kedai 1001 Mimpi” karangan Valiant Budi (Vabyo)? Di situ, Vabyo, yang pernah menjadi salah satu barista di Arab Saudi sana, suka meracik minuman spesial untuk pelanggan yang dia suka. Gimana dengan pelanggan yang dia kurang suka? Yah, coba baca aja bukunya. Hehe…

Jadi, kalo kamu butuh sesuatu, ajak ngobrol aja baristanya, dan kalo kamu puas juga nggak dilarang untuk ngasih tip. Apa yang kita pikir bener itu belum tentu bener, kalo kamu bisa tuker pikiran sama baristanya pasti dua-duanya bakalan saling ngerti maunya apa.

Yang jelas, bikin segelas kopi yang enak itu nggak segampang yang kita pikir loh. Ada banyak faktor yang memengaruhi si secangkir kopi ini, mulai dari jenis kopi yang dipake, jenis grinder, bahkan sampe airnya juga! Jadi, bikin kopi nggak sesederhana itu. Timbangannya harus pas, temperatur harus pas, takaran airnya harus pas.

Kopi adalah minuman yang kompleks yang perlu berbagai elemen meskipun bahan dasarnya semuanya sama. Para barista ini juga perlu latian banyak sebelum bisa bikin espresso yang enak. Makanya, masih banyak dari kita yang lebih milih untuk ngopi di kedai kopi daripada bikin kopi sendiri di rumah kan?

Jadi, ngasih tip itu sebenernya emang pilihan kita masing-masing. Tapi, ada yang lucu nih di Amerika Serikat dan mungkin bisa menjadi inspirasi kamu. Hehe… Kalo biasanya pelanggan ngasih tip dalam bentuk uang, Trevor Greuhn, seorang barista di AS sana, mengaku sering mendapatkan pelukan (dan ciuman!) dari seorang pelanggan perempuannya, dan dengan sukarela dia membuatkan macchiato untuk si pemberi tip “istimewa” itu. Ada lagi seorang barista bernama Bronwen Serna yang sampe pernah mendapat izin backstage Radiohead dari pelanggannya!

Mungkin tip di atas agak “kurang Indonesia” atau kemahalan yah. Tapi, kamu juga bisa kreatif dengan memberinya sesuatu yang kamu buat sendiri. Misalnya, kamu suka menulis puisi, ya tuliskan puisi singkat (atau Haiku, mungkin?) untuk si barista. Atau kamu seorang penulis yang baru menerbitkan sebuah buku, apa salahnya memberinya sebuah buku buat si peracik kopi? Atau bisa juga kamu membaginya gorengan yang kamu beli di depan kedai kopi. Atau mungkin tiket nonton film yang ternyata batal kamu tonton?

Nah, kamu pernah ngasih sesuatu yang unik nggak ke barista favoritmu? Share ke kita dong, mention aja di @KopiKeliling atau kalo mau tulis di comment box di bawah juga boleh.

About author

Coffee vs Tea

  Coffee or tea? There’s a growing body of research to suggest that both are good for you in different ways. Some argue that you ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official