Sejarah Kopi Dekafeinasi

Mungkin belum banyak yang tahu kalau sebenarnya kopi dekafeinasi sudah ada sejak awal abad ke-20. Ketenaran kopi ini memang lebih rendah dibandingkan jenis kopi yang lain dan seringkali hanya menjadi pilihan bagi mereka yang benar-benar sensitif terhadap kafein yang terkandung di dalam secangkir kopi.

Nicola_Perscheid_-_Ludwig_Roselius_um_1924

Ludwig Roselius (sumber: wikimedia.org)

Pada tahun 1903, kopi dekafeinasi dikembangkan oleh sebuah tim yang dipimpin oleh Ludwig Roselius di Bremen, Jerman, dan dijual di banyak negara di Eropa sekitar tahun 1905-1906. Di Perancis, merk Kaffee HAH diubah menjadi “Sanka”, yang diambil dari bahasa Perancis sans cafeine (atau “tanpa kafein). Sementara di Amerika Serikat, kopi dekafeinasi baru masuk pada tahun 1909-1910, dan dipasarkan pertama kali dengan nama “Dekafa” atau “Dekofa”. Pada tahun 1914, Roselius mendirikan perusahaannya sendiri di New York dengan nama Kaffee Hag Corporation.

Ludwig Roselius tadinya adalah seorang politisi yang hubungannya lumayan dekat dengan Hitler. Dirinya juga pernah tertarik pada industri penerbangan dan pernah tergabung dalam Focke-Wulf Flugzeugbau A.G. Kemudian pada tahun 1925, Roselius kehilangan kaki kirinya karena kanker tulang. Tak lama setelah itu dirinya bertemu dengan saudara perempuan adik iparnya, Barbara Goette. Dan Barbara inilah yang berhasil mengembalikan Roselius ke jalan politik yang benar. Mereka sebenarnya saling mencintai, tapi tidak sampai menikah.

220px-Roselius-Haus

Ludwig Roselius Museum (sumber: wikimedia.org)

Peninggalan Roselius bukan hanya kopi dekafeinasi, tapi juga sebenarnya sejumlah lukisan yang sempat dijarah oleh Hitler. Koleksi lukisannya yang masih tersisa, saat ini disimpan di Ludwig Roselius Museum di  Böttcherstraße, sebuah kota tua di Bremen.

300px-Sanka_decaffinated_coffee_advertisement,_1932

Iklan kopi dekafeinase dari Sanka Coffee (sumber: wikimedia.org)

Kembali ke sejarah kopi dekafeinasi. Pada tahun 1923, Sanka memasuki pasaran Amerika dan membuka dua coffee shop “Sanka Coffee Houses” di New York City – dan berhasil. Orang Amerika dalam waktu yang singkat jatuh cinta dengan kopi decaf ini. Kepopuleran Sanka tentunya terjadi akibat kampanye yang banyak dilakukan oleh agen periklanan, dan mereka sampai membuat acara sendiri di tahun 1927 dengan nama Sanka After-Dinner Hour yang diudarakan setiap pukul 18:30 melalui radio. Sanka juga menjadi sponsor untuk acara televisi “I Love Lucy” dan “The Andy Griffith Show” yang disiarkan oleh CBS. Dengan promosi yang gila-gilaan seperti itu, Sanka menjadi sangat sukses.

Pelajaran yang dapat kita tarik adalah, promosi itu sangat penting. Produk sebaik apa pun kalau kurang promosi tentunya nggak akan ada yang mengenal. Jadi jangan remehkan mereka yang bergerak di bidang periklanan, karena pencitraan itu penting dan tanpa pencitraan yang baik yang diciptakan oleh orang-orang di dunia periklanan itu, sekeren apa pun produk atau karyamu, akan sangat sulit dikenal oleh masyarakat.

Lalu, apakah kopi dekafeinasi itu sendiri aman untuk dikonsumsi? Dari penelusuran Kopling, banyak yang menyarankan untuk mengonsumsi kopi dekafeinasi yang diproses dengan air, bukan dengan bahan kimiawi. Memang, jika kita mengonsumsi dengan berlebihan apapun yang diproses secara kimiawi pasti nggak baik untuk tubuh kan? Baca di sini untuk tahu lebih jelas bagaimana proses kopi didekafeinasi.

Kopi Instan: Dulu dan Kini

Seperti yang kita tahu, baik makanan maupun minuman yang segar itu lebih sehat ketimbang yang instan. Mie instan, misalnya. Orang yang sering mengonsumsi mie instan ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official