Kopi: Lain Negara, Lain Rasanya

Kamu percaya nggak bahwa kita semua punya sifat dasar? Bukannya bermaksud rasis ya, tapi nggak bisa dipungkiri bahwa sifat dasar tiap ras itu ada. Misalnya, orang Jawa itu lemah lembut, atau orang Paris itu romantis. Ya kan?

Sama kayak manusia, kopi dari tiap daerah, tiap negara, juga punya sifat dasar. Seorang ahli kopi yang bernama Kenneth Davids yang udah pernah mencicipi hampir semua jenis kopi di dunia udah membuktikannya. Menurut Davids, semua jenis kopi itu punya karakternya masing-masing. Tapi ada 3 sumber kopi utama di dunia yang boleh diingat-ingat:

1. Amerika Latin: Kopinya terkenal nyaman di mulut, sedikit manis, dan rasa asamnya “hidup”.
2. Afrika dan Arab: Kopi mereka biasanya rasanya manis, baunya kayak semangkuk buah segar. Rasa kopi dari daerah ini ada yang kayak rasa wine dan rasa jeruk.
3. Pasifik: Kopi di daerah ini terkenal kaya rasa dan “penuh”, agak mirip sama rasa kacang, nggak terlalu asam, dan agak kering.

Ini penjabarannya:

Jamaican Blue Mountain

jamaican blue mountain coffee

Kopi ini udah lama dianggap sebagai kopi yang paling jarang ada, makanya harganya paling mahal di antara semua jenis kopi. Ditanam dan tumbuh di atas gunung yang berkabut dengan ketinggian sedang, sehingga kopinya kaya rasa dan harumnya pun beda.

Afrika Timur

Kopi dari Afrika Timur ini paling gampang dibedain. Cirinya jelas banget. Tumbuh dari Afrika Timur sampe Zimbabwe. Kopi dari Kenya aromanya mirip buah berry, yang dari Ethiopia aromanya mirip bau jeruk dan bunga-bungaan. Sementara yang dari Zambia aromanya mirip wine. Yum!

Arab

Arabian Mocha tumbuh di gunung-gunung di Semenanjung Arab. Cara menanam dan memprosesnya masih sama kayak 500 tahun yang lalu. Rasanya asam, kayak buah-buahan, dan sangat harum.

Amerika Tengah

Tumbuh di pegunungan dari selatan Mexico sampe ke Panama, kopi dari Amerika Tengah ini jenisnya beda-beda. Yang tumbuh di dataran tinggi seperti Guatemala dan Costa Rica rasanya lebih berani. Yang tumbuh di dataran lebih rendah rasanya lebih lembut dan “membaur”. Kopi dari Nicaragua, contohnya.

Hawaiian Kona

Hawaiian Kona

Hawaii ini punya campuran menarik yang cukup jarang buat kondisi pertumbuhan kopi: Ada dataran tingginya, tanah vulkanis, kalo pagi udaranya sejuk, kalo sore hangat, dan sering berawan. Hasilnya adalah kopi yang superior dan kaya rasa. Biji kopi Kona tumbuh di Gunung Hualalai dan Mauna Loa. Rasa kopi Kona ini sedikit asam, harum, dan campuran antara rasa buah dan rasa wine. Wajib dicoba!

Pacific Rim

Arabica

Nah, ini termasuk Indonesia nih. Kopi di Kepulauan Melayu ini adalah kopi yang terbaik dari daerah Pasifik, meliputi Indonesia, Timor Timur, dan Papua Nugini. Kopi dari Sumatra, Sulawesi, dan Timor ini memamerkan rasa yang kompleks. Kopi yang diproses dengan cara “basah” berasal dari Sumatra, Jawa, dan Papua Nugini. Yang terkenal adalah kopi jenis Arabika yang rasanya manis, harumnya seperti bunga, dan nggak terlalu asam.

Amerika Selatan

Brazilian Coffee

Tumbuh di pegunungan dari Columbia sampe ke Ekuador, lalu turun ke Brazil. Kopi yang berasal dari daerah ini adalah kopi Robusta yang penuh rasa, dan juga diproses dengan cara “basah”. Pernah dengar kopi Santos? Nah, di sinilah, tepatnya di Brazil, kopi ini berasal.

Sebagai penutup, Davids ngajarin nih gimana caranya nge-test rasa kopi:

1.Cium dulu. Bukan tukang jual kopinya ya, tapi biji kopinya. Cium biji kopi yang baru dipetik, baru setelahnya cium yang udah diseduh.
2.Cobain. Minum kopinya pelan-pelan, sampe seluruh cairannya memenuhi lidah kamu.
3. Nikmati prosesnya, nggak usah buru-buru. Kayak orang pedekate gitulah. Nggak harus cepet-cepet kan? Semakin rajin kamu latian belajar untuk nge-test rasa kopi, semakin pinter nanti kamunya.

 

Salam sruputh!

About author

Edwin Ushiro

Yak! Kembali lagi kita bertemu di artikel kolaborasi Kopling dengan Indie Artspace. Setelah di artikel yang lalu kita sudah diajak kenalan dengan Brian M Viveros yang ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official