Mengenal Revolusi “Craft Coffee”

revolusi-craft-coffee

Para pencinta kopi mungkin sudah pernah mendengar istilah baru dalam dunia perkopian: “craft coffee”. Istilah ini nggak cuma berhubungan dengan cara penyajian kopi, latte art, tapi craft coffee ini juga mengajak para peminum kopi untuk mengerti kisah di balik kopi yang mereka minum. Seiring dengan merebaknya istilah ini, di Amerika Serikat banyak coffee shop baru yang diusung dengan tema craft coffee ini. Selama ini orang mungkin hanya berpikir bahwa kopi adalah sumber energi mereka, dan minum kopi nggak ubahnya seperti mengisi bensin di pom bensin. Padahal ada banyak hal menarik yang dapat mereka ketahui dari setiap cangkir kopi yang mereka minum.

Gerakan ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 90-an. Saat itu di Amerika Serikat, sudah banyak orang yang tertarik pada kegiatan yang dilakukan oleh para barista di coffee shop. Kalau kamu adalah salah satu orang yang tertarik untuk menjalankan gerakan ini, ada 3 hal yang perlu kamu perhatikan:

Satu

Lakukan pendekatan selayaknya sebuah pengalaman kuliner. Misalnya, kopi hitam atau black coffee selama ini mungkin bagi beberapa orang penampilan dan rasanya sangat membosankan, padahal black coffee dapat diulik menjadi sebuah rasa baru yang berbeda. Craft coffee ini sebenarnya berkaitan erat dengan gerakan Third Wave Coffee yang pernah Kopling bahas beberapa waktu yang lalu.

Lalu bagaimana caranya untuk membuat black coffee menjadi minuman yang lebih menyenangkan? Temukan sisi manis dari biji kopi tersebut ketika memanggangnya, dan jangan sampai kandungan alami gula dalam biji kopi tersebut ikut terbakar. Kamu tentunya tau kan kalau rasa-rasa kopi dari tiap daerah berbeda-beda?

Dua

revolusi-craft-coffee-3

Upaya mengenalkan cerita di balik kelezatan Kopi Sembalun dari Pulau Lombok bulan Oktober lalu 

Craft coffee adalah tentang hubungan manusia dengan kopi, juga hubungan antara pembuat dan penikmat kopi. Mungkin bisa dengan cara menyertakan sebuah gambar di samping biji kopi yang mereka pilih, lengkap dengan cerita dari mana biji kopi itu berasal, dan bagaimana bisa sampai di coffee shop tersebut. Contoh terdekat mungkin dari kegiatan pameran perjalanan gerakan Baraka Nusantara menghidupkan kembali Kopi Sembalun dari Pulau Lombok yang digelar di Catalyst Art Shop beberapa waktu lalu.

Tiga

revolusi-craft-coffee-2

Pentingnya peranan barista dalam craft coffee (sumber: thebitesizedblog.com)

Peranan barista dalam craft coffee ini sangat besar. Barista masa kini seharusnya nggak cuma tahu bagaimana caranya membuat kopi menjadi minuman, tapi juga tahu cerita di balik minuman tersebut sehingga bisa menceritakannya kepada para tamu dan pelanggan coffee shop. Atau setidaknya, barista harus dapat memilihkan kopi yang tepat sesuai dengan selera setiap pelanggan – misalnya ketika ada yang meminta kopi yang rasanya mirip coklat dan kacang, atau mungkin ada yang ingin kopi yang rasa alamiahnya mirip buah-buahan.

 

Nggak dapat dipungkiri, harga kopi sekarang semakin lama semakin mahal – apalagi jika kita bandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu, misalnya. Tapi orang tetap membelinya, bukan? Karena kopi yang ditawarkan saat ini dengan harga tinggi juga mempunyai kualitas yang jauh lebih tinggi. Orang nggak akan keberatan untuk mengeluarkan uangnya untuk sesuatu yang mereka cintai dengan kualitas yang jauh lebih baik.

Apakah kamu mau untuk mendukung revolusi ini?

Manual Brew: Aeropress

Manual Brew yang kali ini dibahas sesuai janji minggu lalu adalah Aeropress ya? Hhmm enaknya bahas dari mana ya? Manual brew ini unik banget soalnya. ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official