Mari Ngopi, Oma dan Opa!

original2

Kalau “an apple a day will keep the doctor away”, maka “a coffee a day may keep Parkinson and Alzheimer away”. Ini adalah hasil riset terakhir para ahli, dan hal baru yang akan dilakukan oleh para dokter untuk mengobati para pasien kedua penyakit tersebut. Kafein ternyata nggak cuma berfungsi membangunkan orang dari rasa kantuk, tapi juga terbukti dalam memperbaiki ingatan manusia dan melindungi sel otak dari kerusakan.

Para perusahaan farmasi tentunya sigap menanggapi hal ini dan mereka sudah mulai mengambil manfaat kafein dalam pembuatan obat untuk penyakit-penyakit itu, terutama Parkinson. Salah satu dari perusahaan farmasi itu adalah Kyowa Hakko Kirin Co., yang memenangkan persetujuan dari depkes Jepang tahun lalu untuk memproduksi obat yang kemudian pengujiannya dilakukan di Amerika Serikat ini. Ini adalah obat yang sangat “menyenangkan”. Betapa nggak, ternyata segelas vanilla latte baik untuk kesehatan otak manusia, tanpa efek samping seperti sakit kepala dan lainnya – seperti yang diungkapkan oleh Jiang-Fan Chen, seorang profesor, neurolog, dan ahli farmasi dari Boston University School of Medicine. Mereka akan terus mengeksplorasi potensi yang belum pernah mereka temukan sebelumnya yang terkandung dalam kopi dan kafein.

Sebenarnya kafein nggak hanya terkandung di dalam kopi, karena ada 60 tanaman lainnya yang juga mengandung zat ini. Kafein itu langsung diserap oleh otak saat memasuki tubuh kita. Kemudian, zat itu langsung bekerja di dalam sel otak manusia dan berinteraksi dengan adenosin, sebuah zat kimiawi yang berfungsi mengatur sistem dalam otak kita.

“Penelitian ini nggak cuma dilakukan oleh satu orang, tapi sedikitnya lima kelompok riset. Terbukti, kafein mampu mencegah hilangnya sel syarat manusia,” ujar Chen. “Bahkan dalam sebuah riset, terbukti bahwa orang yang minum sedikitnya 2 cangkir kopi sehari dapat mengurangi resiko terkena Parkinson sebanyak 40 persen.”

Dalam sebuah penelitian yang diadakan oleh Nature Neuroscience di tahun 2014, ditemukan bahwa sedikitnya 200 miligram kafein (setara dengan 2 cangkir kopi sehari) dapat mengubah ingatan pendek manusia menjadi ingatan yang lebih panjang rentang waktunya. Di tahun 2007, sebuah riset menemukan bahwa perempuan yang sering mengalami kesulitan untuk mengingat kata-kata tertentu dapat disembuhkan dengan kafein.

Menurut Bertil Fredholm, seorang periset asal Swedia yang telah mempelajari kopi selama 40 tahun, “Salah satu alasan mengapa kita harus mengembangkan obat yang menggunakan kafein, adalah karena harganya yang murah dan nggak membawa efek samping.” Tapi ternyata, membuat resep obat yang menggunakan kafein itu nggak gampang. Merck & Co. gagal membuat obat ini untuk penderita Parkinson, padahal Merck & Co. adalah pembuat obat terbesar kedua di Amerika Serikat. Kyowa sendiri harus menunda pemasaran obat ini di Amerika Serikat. Para perusahaan farmasi ini masih harus menyempurnakan formula obat yang mengandung kafein ini. Untuk sementara, Chen mengatakan bahwa sebaiknya para manula tetap minum kopi setiap hari untuk melindungi sistem syaraf mereka dan mencegah Parkinson, Alzheimer, dan Dementia. Nggak usah banyak-banyak, dan jangan kebanyakan. Satu atau dua cangkir sehari juga sudah cukup – karena terlalu banyak mengonsumsi kafein juga nggak baik.

Setidaknya ini harapan yang baru untuk para pengidap Parkinson, yang sampai sekarang belum ditemukan obatnya itu…

Sumber gambar: flawd.se

Resep Sukses Para Seniman Besar

Orangtua kita, terutama Ibu, sering memperingatkan kita untuk bangun pagi, meskipun di hari libur. Mengesalkan, memang. Alasannya? Orang yang bangunnya siang, rejekinya akan dipatuk ayam. ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official