Kedai-Kedai Kopi Berhati Mulia

Siapa aja bisa berbuat baik, termasuk para pemilik coffee shop. Ada coffee shop yang memakai sistem pay it forward, ada juga coffee shop yang ngajarin masyarakat untuk peduli lingkungan dan bahkan ada coffee shop yang membolehkan pengunjungnya ngopi tanpa bayar! Tapi selain itu ternyata masih ada beberapa coffee shop yang serupa-tapi-tak-sama kayak deretan coffee shop yang udah pernah Kopling ceritain itu.

Apa aja sih? Yuk disimak!

Seva Cafe

seva-coffee

Coffee shop ini terletak di Ahmedabad India. Pengunjung di coffee shop ini nggak bayar sesuai mereka yang pesan, tapi seikhlasnya aja. Wah. Restoran ini yang ngejalanin adalah sekumpulan sukarelawan. Makanan dan minuman yang ada di sana nggak tertera harganya. Tujuannya cuma satu: berbagi kasih. Jadi siapa yang bayar semua makanan itu? Pengunjung sebelumnya yang ngasih uang lebih.

Di Seva Cafe ini ditulis begini: “Makanan dan minuman Anda adalah hadiah dari seseorang yang datang sebelumnya. Untuk menjaga rantai kasih ini, silakan Anda membayari orang lain yang akan datang nanti”. Motto dari coffee shop ini adalah “Atithi Devo Bhava”. “Tamu adalah Tuhan”, bukan sekadar “raja”. Semua yang datang diperlakukan bukan sebagai tamu, tapi sebagai keluarga. “Seva” sendiri artinya “melayani. Luar biasa!

KereKere Coffee

waiting-for-some-delicious-coffee-at-kere-kere-57170-(1)

Sebenarnya KereKere ini lebih mirip kios kopi dibanding coffee shop sih. Kios kopi ini juga memfokuskan diri yang hal memberi. Terletak di Melbourne, Australia, motto dari kios kopi ini adalah “memberi tanpa mengharap kembali”.

Meskipun “hanya” berbentuk kios, setiap bulan kios kopi ini menyisihkan $1.000 untuk disumbangkan, dan kategorinya ada 4: lingkungan, budaya, sosial, kesehatan. Setiap kali seorang tamu membeli sesuatu, mereka boleh milih kategori apa yang akan mereka dukung.

Kebaikan hati KereKere nggak berhenti di situ. Setiap tahun mereka mempekerjakan dua anak muda untuk belajar bikin kopi dan belajar membuat usaha di bidang kopi. Belajarnya gratis, cuma dibayar pake kerja di sana aja. Semacam magang gitu mungkin ya.

KereKere ini didirikan oleh James Murphy, seorang pekerja sosial yang ingin mengaplikasikan jiwa sosialnya dalam dunia bisnis. KereKere yang pertama dibuka di The University of Melbourne di tahun 2007, dan hari ini udah punya beberapa cabang.

Kata “KereKere” berasal dari bahasa Fiji yang artinya “saudara dan tetangga boleh meminta sesuatu yang dibutuhkan dan yang memberi harus memberikannya dengan ikhlas, tanpa mengharap kembali”. Inilah yang menjadi semangat kedai kopi ini.

Website: kerekere.org

Christchurch Cafe

christchurch-cafe

Sesuai dengan namanya, coffee shop ini terletak di New Zealand. Coffee shop ini sebenarnya adalah coffee shop virtual yang dibuat untuk mengumpulkan dana buat para korban gempa di negara itu pada tahun 2011.

Para “tamu” dipersilakan untuk mendonasikan uang mereka ke komunitas di Christchurch dengan cara “membeli kopi” yang juga virtual. Seluruh hasil penjualan diberikan secara langsung ke para korban gempa di sana.

Coffee shop macam apa ya yang bisa kita buat di Indonesia sebagai bentuk peduli pada sesama?

 

Sumber foto: ahmedabadblog.com dan beberapa sumber lainnya

Budaya Rumah Kopi di Vienna

Di balik keindahan kotanya dan budayanya, rumah kopi di Vienna (Wiener Kaffeehaus) punya peranan yang sangat penting dalam membentuk budaya Vienna. Tak heran, sejak Oktober ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official