Budaya Kopi Aceh

kopi-aceh-5

Kalo kemarin-kemarin Kopling udah beberapa kali ngebahas budaya ngopi di luar negeri, seperti di Vietnam dan Australia, sekarang Kopling mau ngajak kamu menengok ke budaya ngopi di ujung barat Indonesia, yaitu Aceh!

Penggemar sejati kopi Indonesia, pastinya udah pernah ngerasain kopi Aceh. Dan nggak cuma di Aceh, di Jakarta pun udah ada beberapa warung kopi Aceh – meskipun rasa dan pengolahannya bisa jadi beda dengan warung kopi Aceh yang ada di Aceh.

Warung kopi di Aceh lebih mirip warung makan, sebetulnya – meskipun hidangan utamannya memang kopi. Selain kopi, di warung kopi Aceh kita juga bisa memesan panganan dan cemilan khas Aceh, baik yang berat maupun yang ringan, seperti nasi gurih, mie Aceh, dan makanan lainnya. Makanan berat biasanya nggak dibuat sama yang punya warung, tapi oleh para pedagang dorongan yang ikutan nongkrong di situ.

kopi-aceh

Rata-rata, warung-warung kopi di Aceh letaknya nggak di pinggir jalan, tapi agak masuk ke dalam atau di dalam gang. Meja dan kursi plastik diletakkan di halaman depan yang cukup luas. Cara membuatnya biasa dengan cara diseduh sebentar dalam air mendidih selama 2-3 menit, lalu ditutup rapat-rapat sebelum dituang ke gelas supaya aromanya tetap terasa. Rasanya dibuat nggak terlalu manis, dan kebanyakan dicampur sedikit mentega. Tapi tentunya ada cara-cara lainnya, seperti cara penyaringan yang bikin kopinya sampai ke kentalan yang diinginkan. Kopi dibolak-balik dengan saringan besar di depan pengunjung, mirip atraksi. Barista di warung-warung kopi Aceh nggak pake kursus, seperti di kota-kota besar lainnya.

13431179631549886941

Buat orang-orang Aceh, terutama yang laki-laki, warung kopi bukan sekadar tempat minum kopi, tapi juga sebagai tempat untuk ngobrol dan bersosialisasi. Ngopi di Aceh juga udah bagian dari lifestyle. Di tempat yang keislamanannya kuat seperti Aceh, nggak ada bioskop apalagi tempat yang buat nongkrong lainnya yang jual minuman beralkohol, tapi warung kopi adalah tempat yang paling pas untuk gaul, memang.

Di Aceh juga hampir semua laki-lakinya perokok, jadi jangan harap bisa ketemu warung kopi yang bebas asap rokok. Nggak heran, nggak banyak perempuan yang suka ke warung kopi karena menurut mereka nggak pantas ke tempat yang banyak laki-lakinya. Hehe…

13431205362109690527

Ada beberapa warung kopi di Aceh yang ngetop. Salah satunya adalah Jasa Ayah yang terletak di Jalan T. Iskandar no. 13-14A, Ulee Kareng. Warung ini sebenernya penampilannya sedikit kumuh, tapi nggak pernah sepi pengunjung – dari pagi sampai malam. Warung kopi yang udah ada sejak tahun 1958 ini ngetopnya udah sampai ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke manca negara.

Ada juga warung kopi SMEA. Sesuai namanya, warung ini awalnya milik SMEA I di Jalan P. Nyak Makam. Di sini kopinya nggak terlalu berat, dan pilihan makanan kecilnya lebih banyak, seperti fla duren, pisang goreng gula merah, dan kue srikaya.

Selain itu ada Dhapu Kupi di Simpang Surabaya, nggak jauh dari Masjid Baitturahman dan Bandara Iskandar Muda. Lalu ada Warkop Solong, Ring Road Coffee, Tower Kopi, dan Coffee Bay.

Kalo kapan-kapan kamu mau ke Aceh yang punya julukan Negeri Seribu Warung Kopi ini buat ngopi, Kopling juga mau lho diajak.

 

Sumber: flyontiket.com dan beberapa sumber lainnya

Isnain Bahar Sasmoyo

“Seni tidak bisa menyelamatkan dunia. Tetapi seni bisa jadi sebuah pertanyaan.” Siapa bilang memiliki pekerjaan dan hobi yang bertolak belakang itu tidak mungkin? Isnain Bahar ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official