[PAMERAN] Coffeenection Group Exhibition

Ada pameran seru yang wajib kamu datengin nih buat kamu yang lagi di Jogja tanggal 8-12 Juni!

COFFEENECTION Group Exhibition

Seniman yang berpartisipasi:

Abi Thoyib Norcahyo | Adie Setyawan | Andri Ariyanto | Angga Deri P. | Anggit Kunto Biwahyu | Annisha Novitasari | Ari Sulistiyanto | Arya Yunia PamungkasBima Yushabara | Christian Adi | Deny Wicaksono “Denywicka” | Dwi Galuh Kusuma Atmaja | Felixitas Citra W. A. | Galih Johar | Gilang | Fradika Azhar | Haris Syahpuja Putra | Irawan Satria Pradana | Jandon Banyu Bening | Muh. Bigoth Panuntun | Nandi Yoga Naruba | Rafif Hartanto | Rully Poliem | Septian Fauzi Yusuf | Sarwoto Kotot | Tangguh Wisnu Afandi | Wawan Geong | Yoshua Endyanto | Zulfikar Rizky

Pembukaan Pameran:
Moh. Hadid

Penulis:
Yonaz Kristy

Pembukaan Pameran:
8 Juni 2015
Jam 19:00 WIB – selesai

Lokasi:
Dongeng Kopi
Jalan Wahid Hasyim No. 3 Gorongan,
Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta
(OB ke utara, sebelum ring road utara)
Buka : Jam 08:00 WIB – 02:00 WIB

Masa Pameran:
9 – 12 Juni 2015

Dimeriahkan oleh:
WOUF
Baru Dibuat
Rarya
Antologi and The Gigitech

Didukung oleh:

ISI Yogyakarta | DGTMB Shop | DGTMB | Everyday is Holiday | DGTMB Versus Project | | Dongeng Kopi | Dongeng Kopi & Indie Book | The Warung DGTMB | WOUF | Rogerdeath | RAR | Sculpcrut | Art of Sickness | Mangsi Tattoo | Paper Jam | Kopi Keliling

 

coffeenection

Bagi sebagian orang (anak muda) ketika mendengar kata “koneksi” akan merujuk pada penggunaan internet, sama halnya ketika kita mencoba mencari di search engine kita. Hal itu dipengaruhi oleh tingginya penggunaan internet di Indonesia.

Dari pesatnya penggunaan internet di Indonesia dari beberapa tahun inilah yang menyebabkan pen- carian kata “Koneksi” selalu berakhir pada kata yang berkorelasi dengan pemaknaan di era globalisasi. Namun apabila kita menelusuri kata koneksi pada kegiatan yang sehari-hari, kata koneksi dapat kita artikan komunikasi dan interaksi, dua kegiatan yang mendasari hubungan antar manusia (human relation) bisa dikatakan juga sebuah interaksi sosial. Dengan tidak adanya komunikasi ataupun inter- aksi antar satu sama lain maka tidak mungkin ada kehidupan bersama.

Sebagai makhluk sosial, masyarakat memerlukan sebuah pengakuan sosial yang beda dan didapat-kan melalui proses interaksi sosial atau bersosial. Berbagai faktor memengaruhi interaksi sosial, salah satunya adalah identifikasi proses yang berlangsung secara sadar, irasional, berdasar perasaan, dan berkembang bahwa identifikasi berguna untuk melengkapi sistem norma-norma yang ada. Gagalnya proses identifikasi diri mereka dengan masyarakatnya dan gagal menerima tanggung jawabnya sebagai anggota masyarakat berakibat pada terasingnya dari masyarakat.

Terasingnya dari masyarakat atau yang sering juga disebut keterasingan atau alienasi. Alienasi juga diartikan sebagai suatu kondisi di mana seseorang tidak lagi merasa dirinya sebagai miliknya sendiri, sebagai pusat dunianya sendiri, melainkan telah terenggut oleh mekanisme diluar dirinya yang tidak lagi bisa terkontrol,yang di dalam kasus ini berupa kemajuan teknologi internet yaitu dunia maya. Seseorang yang dilanda alienasi akan merasakan suatu kebingungan, keterasingan, dan kesepian karena merasa apa yang dilakukannya bukan atas kehendaknya melainkan tuntutan dari luar yang tidak dikehendaki bahkan tidak diketahuinya sama sekali atas apa yang ia kerjakan. Ketergantungan pada kemudahan yang diciptakan oleh cepatnya perkembangan teknologi dan informasi mencipta- kan berbagai kecenderungan negatif masyarakatnya, mereka menjadi lebih angkuh dan acuh terha- dap keseharian, mereka terjebak didalam kubangan keterasingan.

Kembali lagi melihat yang terjadi sekarang, kala mencoba menghubungkannya hubungan antar manusia sekarang mulai banyak terkikis oleh adanya “koneksi”, memang tidak ada bedanya penggunaan internet masih cukup banyak digunakan untuk berkomunikasi. Dengan kata lain, secara rasional kita berpikir kemajuan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi individu dalam menjalin hubungan sosial dengan orang lain dan memperluas pertemanan. Hanya saja intensitas individu melakukan kontak sosial secara langsung mulai berkurang. Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan kenyataaan sosial yang ada, bahkan tidak bisa menerima dirinya apa adanya dan semakin tidak memahami siapa dirinya.

Dari sedikit pengantar di atas kita mencoba menggali lebih dalam arti dan hubungan koneksi, interaksi, dan alienasi yang akan diintrepretasikan oleh masing-masing seniman dengan kedekatannya masing-masing, tak menutup kemungkinan untuk pengembangan lainnya karena pada dasarnya hal diatas merupakan apa yang sehari-hari dan semu. Hubungan antar manusia yang mulai banyak terkikis oleh adanya “koneksi”, menyebabkan intensitas individu melakukan kontak sosial secara langsung mulai berkurang. Kita dapat melihat dalam kehidupan sehari-hari yang telah ada, biasanya ketika duduk bersama teman-teman, kapanpun itu pasti ada salah satu orang yang menyeletuk, “wah, kopi mantep ini yah”. Dan segelas dua gelas akan mendatangi keperaduan kami tapi dengan berbagai ritual sebelum ada yang berangkat untuk membeli atau membuatnya. Dari situ biasanya kami mengawali obrolan ngalor-ngidul atau kadang obrolan yang serius. Dan di era saat ini, yang semuanya serba bisa menjadi hits, kopi pun turut menjadi sebuah hits di kalangan muda. Hal ini berdampak pada meningkatnya konsumen kopi maupun yang hendak menjadi konsumen.

Banyak juga ditemui coffee-coffee shop maupun cafe yang menawarkan berbagai kopi di daftar menunya. Dan di situ pula banyak terjadi dialog antar orang yang nongkrong, sesama coffee addict, pembeli dan barista. Disini kita dapat melihat bahwa kopi menjadi simbol sebuah koneksi. Kopi menjadi alasan untuk bertemu, berinteraksi, bersosialisasi secara langsung yang kadang terlupakan oleh beberapa orang yang mengalami alienasi. Seiring dengan terjadinya pergeseran makna koneksi sendiri seperti yang telah dijelaskan di atas sebelumnya.

Melalui pameran “COFFEENECTION” ini menjadi eksplorasi perupa untuk menggali lebih dalam tentang tema kopi sebagai simbol sebuah koneksi. Selain itu juga dituntut untuk berani menampilkan hasil eksplorasinya yang dalam hal ini adalah karya.

About author

Seni Meledek Ketimpangan

Sebuah karya seni itu nggak selalu dibuat hanya untuk terlihat indah, tapi juga kadang bertugas untuk menyampaikan ide, pesan, atau bahkan protes. Ada sebuah genre ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official