Talitha Maranila

Talitha Maranila merupakan ilustrator yang menghargai hal-hal praktis dari kehidupan. Sewaktu kecil ayahnya memperkenalkannya dengan dunia melukis. Dalam perjalanan seninya, mahasiswi jurusan Fashion Business ini merasa jenuh melukis. Pada saat itulah dia mulai bereksperimen dengan ilustrasi. Menurutnya ilustrasi adalah gaya yang sederhana tapi ‘nendang’. Fenomena fashion adalah sesuatu yang menarik bagi Talitha. Karena fashion menurutnya dapat mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Talitha merasakan korelasi yang kuat antara fashion dan ilustrasi, yaitu keindahan permainan warna dan objek. Melalui ilustrasinya bisa menuangkan imajinasi dan pemikirannya. Seniman yang Talitha kagumi adalah Mark Ryden dan Salvador Dali. Menurutnya karya mereka memiliki nilai ketidaksempurnaan yang langka.

Volume 2

Untuk Kopi Keliling volume 2, Talitha membuat karya berjudul “Imaginary friends” yang menggambarkan seorang perempuan dan dunia khayalannya. Ilustrasi ini bercerita tentang kopi dan perempuan. Perempuan memiliki pemikiran yang rumit dan terkadang hal ini membuat perempuan jadi bingung dengan dirinya sendiri.

“Imaginary friends” – Acrylic, marker on paper

“Imaginary friends” – Acrylic, marker on paper

Volume 3

Karya kedua Talitha untuk Kopi Keliling volume 3 terinspirasi oleh sepupu-sepupunya yang masih kecil tapi sudah bergaya dan jalan-jalan ke cafe. Mereka suka ‘ngopi’ seperti halnya orang dewasa.

“Gendis sukanya kopi bukan teh” – Acrylic, marker on paper

“Gendis sukanya kopi bukan teh” – Acrylic, marker on paper

Talitha memiliki proses pembuatan ilustrasi yang sederhana. Dia mengawalinya dengan berkhayal–memperkirakan gambaran–lalu mulai sketsa halus. Ilustrasi ditimpa warna – warni akrilik dan diselesaikan dengan outline menggunakan marker. Mark Ryden dan Salvador Dali menjadi panutan Talitha. Semangat mereka memberi Talitha inspirasi sebagai ilustrator. “Inspirasi gue juga datang dari hal – hal yg gue lihat dan yg gue rasain melalui keseharian gue, bisanya dari hal – hal kecil yang gak terduga.” Dalam waktu dekat, Talitha ingin membuat accessories line bersama temannya.

Volume 5

Terinspirasi dari buku “Kuasa Wanita Jawa” yg membahas tentang wanita jawa tidak perlu menjadi maskulin untuk mendapatkan kekuasaan, tetapi justru ia harus memanfaatkan sisi feminitasnya. Sama halnya dgn kopi Jawa yg hitam pahit namun lama kelamaan rasa manis dari pahitnya tersebut yang membuat nikmat kopi Jawa.

“Feminism From Bitterness” – Pencil, Acrylic, Mixed Media on Canvas Paper. 60 x 90 cm

Simak video interview dengan Talitha Maranila di KoplingTV episode 6.

Lihat karya-karya Talitha lainnya disini: teaspoonvanilla.tumblr.com.

Artikel oleh: Fadhly Muhammad

About author

Aplikasi Kopi untuk iOS dan Android

Kamu pencinta kopi dan nggak bisa hidup tanpa kopi meskipun cuma sehari? Seiring dengan semakin canggihnya perkembangan di dunia kopi, terlihat dari menjamurnya alat-alat kopi ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official