Restu Ratnaningtyas

Restu Ratnaningtyas adalah seniman dan ilustrator asal Tangerang yang kini bekerja di Yogyakarta. Restu sempat mengambil kuliah di Universitas Negeri Jakarta jurusan seni rupa, tapi nggak sampai selesai karena ia harus bekerja. Ia akhirnya memutuskan untuk fokus menjadi seniman di tahun 2008 dan pindah ke kota yang ia tempati sekarang.

Waktu kecil, Restu adalah anak yang pemalu dan pendiam. Ia lebih banyak menggambar daripada bicara. Setelah dewasa, ia menyadari bahwa ia nggak hanya suka menggambar, tapi ia merasa hidup ketika bisa menciptakan sesuatu melalui menggambar. Kesukaan Restu akan seni bukanlah turunan dari orang tuanya, karena di lingkungan keluarganya nggak ada yang mengambil jalan yang sama. Ia mengaku dulu saudara-saudaranya sering mencemooh pilihannya itu.

Dalam berkarya, Restu nggak terlalu memikirkan style menggambar. Ada yang bilang karya-karyanya memiliki style surreal dan comical. Restu sering menggunakan media kertas dan cat/air atau tinta. Terkadang, ia juga menggunakan media kain dan benang. Yang pasti, ia banyak terinspirasi dari Taylor Mckimens serta film, buku, musik, ingatan, mimpi, lamunan, dan kejadian yang ada di dalam kesehariannya. Kebanyakan dari karya-karyanya berisi tentang permasalahan di sekitarnya. Restu percaya bahwa masalah besar tercipta dari hal-hal kecil.

Karya-karya Restu sudah pernah dipamerkan di beberapa tempat, seperti Indonesia, Belanda, Australia, dan Myanmar. Menurut Restu, Pameran Residensi Hotwave #1 di Cemeti Arthouse, Yogyakarta, adalah salah satu pameran yang paling berkesan buatnya, karena selama 3 bulan proses pembuatan ia sedang hamil dan waktu itu juga ada erupsi Merapi.

Dulu, Restu bisa meminum kopi lebih dari 2 gelas cangkir sehari. Sejak hamil, ia mencoba untuk mengurangi jadi sekali sehari. Restu mengaku ia suka sakit kepala dan lemsa kalau nggak minum kopi. Sekarang ini Restu sering meminum kopi Robusta. Kopi favoritnya adalah espresso dan kopi Vietnam.

 

Lihat karya-karya Restu lainnya di sini: headdict.blogspot.com

About author

Dear Love

Kalau dengar judulnya, “Dear Love”, pasti kita semua teringat masa-masa indah ketika kirim-kiriman surat cinta ke pacar, gebetan, calon gebetan, mantan, bahkan selingkuhan, #eh. Terus, ...
joker123malaysia pussy88 xe88 mega888official